Home / NASIONAL

Kamis, 7 Januari 2021 - 16:20 WIB

PSBB Jawa-Bali Disebut dengan Istilah PPKM

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19 Doni Monardo. Foto/MI

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19 Doni Monardo. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah resmi menerapkan pembatasan di wilayah Jawa-Bali sejak 11-25 Januari, yang disebut sebagai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

PPKM tertuang dalam Instruksi Menteri Nomor 1 Tahun 2021 oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada seluruh kepala daerah di Jawa dan Bali.

Kebijakan PPKM ini dipilih pemerintah dibandingkan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang selama ini lebih dikenal dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

PSBB ialah istilah yang digunakan pemerintah sejak 10 April 2020 untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia. PSBB merupakan aturan yang tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang merujuk ke UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, PPKM diterapkan karena pemerintah melihat disiplin masyarakat dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 perlu ditingkatkan.

Berdasarkan pengalaman ketika pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan upaya pembatasan kegiatan masyarakat pada pertengahan September 2020, menurutnya, kasus aktif Covid-19 bisa ditekan sebanyak 54 ribu selama kurang lebih 1,5 bulan.

“Artinya, ini pengalaman kita ulangi lewat pembatasan dan kita harapkan persentasenya lebih besar dari pada periode September awal. Jadi, kalau saat itu penurunan 20 persen dan kita berharap periode ini persentase kita turunkan itu jauh lebih besar,” kata Doni dalam jumpa pers tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali, Kamis (7/1).

Dia pun menyampaikan bahwa pemerintah tidak mau kehilangan momentum untuk ekonomi Indonesia. Kata Doni, pemerintah melihat Januari 2021 merupakan merupakan momentum terbaik bagi perkembangan di bidang ekonomi Indonesia.

Doni berkata bahwa Indonesia harus memanfaatkan seluruh jaringan pemerintah sampai tingkat kelurahan. Ia mengaku, pihaknya bersama Kemendagri sudah berkooordinasi serta mengundang jajaran kepala untuk mengaktifkan kembali posko penegakan protokol kesehatan.

“Bagi mereka yang abai tentu perlu diberikan sanksi dan kita harapkan ketegasan-ketegasan dari para pihak yang memang memiliki kewenangan untuk mengatur itu semua,” ucap dia.

Doni juga mengharapkan semua komponen di pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa bekerja sama dalam pelaksanaan PPKM. Menurutnya, Indonesia bisa jadi bangsa pemenang bila bersatu memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kami juga berharap mari kita selalu bersatu semua di bawah komando kepala negara untuk bisa menghadapi Covid-19 ini . Kita dituntut membuktikan kesetiaan kita pada negara, kita sebagai WNI punya hak kewajiban membela negara, ini momentum terbaik kita,” tuturnya.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Presiden Joko Widodo. Foto/Antara

NASIONAL

Jokowi Minta Pembakar Hutan Ditindak Tegas
Demo omnibus law di Jakarta. Foto/Tribunnews

NASIONAL

Polisi Kantongi Identitas Fasilitator Demo Ricuh Omnibus Law
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Foto/Istimewa

NASIONAL

Kapolri Terima Dua Penghargaan dari TNI
Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2020 sebagaimana diunggah pada kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 22 Oktober 2020. Foto: BPMI Setpres/Lukas

NASIONAL

Presiden Jokowi Sematkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 6 Tokoh
Ilustrasi pilkada 2020. Foto: Istimewa

NASIONAL

Regulasi Kampanye Pilkada 2020
Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto/Antara

NASIONAL

Kapolri Sebut Pilkada Serentak 2020 Berjalan Aman
Ilustrasi--Salah satu kotak hitam (black box) pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang diyakini flight data recorder (FDR) telah ditemukan oleh Tim Gabungan Basarnas, Kamis (1/10) pagi. Foto/MI

NASIONAL

KNKT Unduh Data FDR Black Box Sriwijaya SJ 182
Ilustrasi tes swab. Foto/Detik

NASIONAL

Update Corona 2 Maret: Tambah 5.712, Positif 1.347.026