Home / EKONOMI

Kamis, 15 Oktober 2020 - 17:14 WIB

Pemerintah Siapkan Holding BUMN Sektor Kesehatan

Logo Kementerian BUMN. Foto: Istimewa

Logo Kementerian BUMN. Foto: Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian BUMN mengatakan tengah mempersiapkan pembentukan holding BUMN kluster kesehatan. Itu nantinya akan memperluas holding BUMN sektor farmasi dengan menambah sektor layanan kesehatan BUMN.

Asisten Deputi Bidang Telekomunikasi dan Farmasi Kementerian BUMN Aditya Dhanwantara mengatakan rencana pembentukan holding BUMN kluster kesehatan itu perlu dilakukan karena sektor farmasi membutuhkan integrasi dengan layanan kesehatan lainnya.

“Jadi nanti holding BUMN farmasi ini akan kami perluas menjadi BUMN sektor kesehatan, yaitu BUMN yang bergerak di sektor farmasi dan juga BUMN yang memberikan layanan kesehatan seperti IHC Pertamedika, Krakatau Medika, dan banyak RS BUMN yang menjadi afiliasi,” ujarnya dalam acara Ngopi BUMN Kontribusi BUMN Farmasi Mengatasi Pandemi Covid-19, Kamis (15/10).

Namun, ia menuturkan pembentukan holding BUMN sektor kesehatan ini membutuhkan sejumlah tahapan. Menurutnya, Kementerian BUMN tidak langsung serta merta membentuk holding BUMN sektor kesehatan namun bisa melalui tahapan sinergi antar BUMN, kerja sama operasi, dan lainnya.

“Tidak mudah membuat holding karena banyak hal harus kami siapkan baik dari sisi perusahaan, maupun dari stakeholder yang perlu kami tata dan ajak kerja sama. Jadi, untuk waktunya kami belum bisa tentukan pasti kapan, tapi kalau integrasinya dalam waktu dekat bisa kami mulai ataupun kami segera sinergikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN telah mengesahkan beroperasinya holding farmasi di awal 2020. Holding farmasi terdiri atas tiga perusahaan BUMN yakni PT Bio Farma (Persero) sebagai induk dengan beranggotakan PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan PT Indofarma (Persero) Tbk.

Pembentukan holding farmasi tercantum dalam PP Nomor 76 tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma yang diterbitkan pada 15 Oktober 2019. Selain itu, holding itu juga mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan (KMK) nomor 862/KMK.06/2019 soal inbreng saham.

Hingga semester I 2020, pendapatan konsolidasi holding farmasi baru mencapai Rp5,79 triliun. Angka tersebut masih jauh dari target pendapatan, atau baru 34,5 persen dari target yang dipatok induk holding BUMN farmasi yakni Rp16,8 triliun.

(cnn/idn)

Share :

Baca Juga

Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Foto/Antara

EKONOMI

Keuntungan RCEP bagi Ekonomi Indonesia
Suasana Bundaran Hotel Indonesia yang sepi pada 29 Maret 2020. Foto/MI/Ramdani

EKONOMI

Ekonomi Indonesia Baru Bisa Pulih 2022
Ilustrasi beli minuman. Foto/ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

EKONOMI

Alasan Beli Minuman Harus Bayar Pajak
Pengunjung mengenakan masker mengunjungi Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2020). Foto/MI

EKONOMI

Mal dan Restoran di Jabodetabek Wajib Tutup Pukul 19.00
Gaji uang Rupiah. Foto/Ist

EKONOMI

Data Bantuan Subsidi Gaji Gelombang III Segera Diserahkan ke Kemnaker
Pekerja di DKI Jakarta. Foto/Ayo Jakarta

EKONOMI

Subsidi Gaji Telah Disalurkan kepada 11,9 Juta Pekerja
Kantor Bank Indonesia. Foto/Ist

EKONOMI

BI: Penyaluran Kredit Meningkat di Kuartal I 2021
Ilustrasi kompor listrik. Foto/Istimewa

EKONOMI

Pemerintah Siapkan Insentif Dorong Penggunaan Kompor Listrik