Home / EKONOMI

Kamis, 14 Januari 2021 - 19:37 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Dorong Penggunaan Kompor Listrik

Ilustrasi kompor listrik. Foto/Istimewa

Ilustrasi kompor listrik. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah tengah menyiapkan anggaran insentif untuk mendorong masyarakat beralih dari kompor gas ke kompor listrik atau induksi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan hal serupa pernah dilakukan pemerintah saat mendorong peralihan kompor minyak tanah ke kompor gas.

“Dulu kita melakukan konversi minyak tanah dengan elpiji 3 kilo, ada paket, perdana dikasih tabung melon satu kan dulu, dan kompornya. Baru kemudian dilepas dan bergulir ujung-ujungnya masyarakat kita, alhamdulillah, mampu meninggalkan ketergantungan ke minyak tanah,” ucapnya dalam video conference, Rabu (13/1).

Menurut Rida banyak hal yang menyebabkan masyarakat masih enggan menggunakan kompor listrik. Beberapa di antaranya adalah ketakutan naiknya tagihan listrik, mahalnya biaya perawatan hingga aspek keamanan.

Namun, ia yakin berbagai ketakutan tersebut bisa ditekan dengan memasifkan sosialisasi. “Masyarakat itu kan seeing is believing. Makanya, kami perlu terus menjelaskan ke masyarakat soal ini,” ujar Rida.

Sebelumnya, Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Hariyanto mengatakan beralihnya masyarakat dari kompor gas menuju kompor listrik diperlukan untuk mewujudkan efisiensi energi 17 persen pada 2025 seperti ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Tak hanya kompor, peralatan rumah tangga lain seperti televisi, air conditioner (AC), kulkas, hingga lampu harus didorong untuk menggunakan teknologi yang hemat listrik.

“Agar peralatan yang beredar di market nasional itu adalah peralatan-peralatan yang memang efisien sehingga secara langsung kita bisa menghindari pemborosan penggunaan energi,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Namun, khusus kompor listrik, penggunaannya bukan hanya bermanfaat untuk efisiensi melainkan juga untuk mengurangi beban neraca perdagangan Indonesia karena besarnya impor LPG.

“Seperti kita ketahui, saat ini jika kita menggunakan elpiji 70 persennya kurang lebih impor. Bagaimana substitusinya? Kami dari Direktorat Konservasi Energi menggagas bagaimana kalau penggunaan itu bisa disubstitusi dengan kompor induksi,” imbuhnya.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Foto/Antara

EKONOMI

Pemerintah Bakal Impor 1,5 Juta Ton Beras dalam Waktu Dekat
Menparekraf Wishnutama. Foto/Bisnis

EKONOMI

Anggaran Kemenparekraf 2021 Sebesar Rp4,9 Triliun
Ilustrasi token listrik gratis PLN. Foto/Ist

EKONOMI

Cara Dapat Token Listrik Februari 2021
Otoritas Jasa Keuangan. Foto/Bisnis

EKONOMI

OJK Bakal Mudahkan UMKM Cari Pembiayaan di Luar Modal
Tabung bright gas pink. Foto/Pertamina

EKONOMI

Cara Tukar Tabung Gas Biru 12 Kg ke Bright Gas Pink
Pemerintah akan memberikan biaya ganti rugi atau kompensasi bagi penerima vaksin corona atau covid-19 yang mengalami efek samping atau kejadian ikutan pasca-vaksinasi, cacat ataupun meninggal dunia. Foto/Antara

EKONOMI

Kompensasi Efek Samping Vaksin Corona Bukan Tunai
Presiden RI Joko Widodo. Foto/BPMI Setpres

EKONOMI

UMKM Jangan Menyerah
Deretan mobil baru. Foto/Istimewa

EKONOMI

Pajak Mobil Baru 0 Persen Mulai Maret hingga Mei