Home / NASIONAL

Senin, 8 Februari 2021 - 15:05 WIB

Pemilik Pasar Muamalah Zaim Saidi Ajukan Penangguhan

Seorang wartawan memfoto ruko pasar muamalah yang disegel polisi, di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat. Foto. Antara

Seorang wartawan memfoto ruko pasar muamalah yang disegel polisi, di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat. Foto. Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Tersangka kasus Pasar Muamalah, Depok, Jawa Barat Zaim Saidi mengajukan penangguhan penahanan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Kamis (4/2) lalu.

Surat penangguhan penahanan itu diajukan oleh kuasa hukum Zaim, Ali Wardi dan istri Zaim Saidi sebagai penjaminnya. Ali sendiri memberi jaminan bahwa tersangka akan mengikuti proses hukum.

“Hari kamis sudah kami ajukan permohonan penangguhan penahanan. Hari ini, mau masukan surat pernyataan jaminan, dari saya sendiri pribadi dan istri pak Zaim,” kata Ali dalam keterangannya, Senin (8/2).

Dalam surat pengajuan penangguhan itu, Ali menjamin bahwa tersangka tidak akan melarikan diri lantaran tidak dimungkinkan untuk melakukan hal tersebut.

Dia menekankan bahwa Zaim sendiri memiliki tempat tinggal yang jelas, serta dia dikenal sebagai tokoh masyarakat di lingkungannya. Sehinga, hal itu tidak mungkin membuatnya melarikan diri.

“Selama proses pemeriksaan terhadap klien kami, selalu kooperatif dalam melaksanakan kewajiban hukumnya,” ucapnya lagi.

Selain itu, kepolisian juga memastikan tidak akan merusak atau menghilangkan barang bukti serta mengulangi tindak pidana yang dijeratkan oleh polisi kepada kliennya.

Dalam hal ini, dia menyebutkan bahwa tidak ada urgensi dalam upaya penahanan yang dilakukan oleh penyidik terhadap kliennya dalam kasus ini. Oleh sebab itu, dia pun berharap agar pengajuan penangguhan itu dikabulkan.

Sebagai informasi, dalam perkara ini Zaim telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan selama 20 hari ke depan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.

Dia diketahui sebagai pengelola sekaligus penggagas penggunaan dinar dirham di toko yang kemudian diberi nama Pasar Muamalah. Menurut polisi, setidaknya ada 10 hingga 15 pedagang yang membuka lapak di kawasan tersebut.

Para pedagang, menurut polisi, menjual barang-barang sembako, makanan dan minuman, hingga pakaian dengan menjadikan koin dinar dan dirham sebagai alat pembayaran yang sah di pasar itu.

“Dinar yang digunakan sebagai alat pembayaran di Pasar Muamalah adalah koin emas sebesar 4 1/4 gram, emas 22 karat. Sedangkan Dirham yang digunakan adalah koin perak seberat 2,975 gram perak murni,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Atas perbuatannya, Zaim Saidi disangkakan Pasal 9 Undang-undang nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dan Pasal 33 Undang-undang nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dia terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Presiden Jokowi tinjau lokasi terdampak bencana di Kalimantan Selatan. Foto/Setneg

NASIONAL

Jokowi Bertolak ke Kalsel Resmikan Bendungan Tapin Hari Ini
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono. Ist

NASIONAL

48 Tahanan Bareskrim Polri Positif Corona
Ilustrasi. Peta prakiraan cuaca. Foto: AFP PHOTO / ADEK BERRY

NASIONAL

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat saat Libur Maulid Nabi
Rapat paripurna DPR RI. Foto/Ist

NASIONAL

Anggota DPR Siap Kawal RUU HIP Sampai Dibatalkan Dari Prolegnas
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Pusat, membersihkan dan mengangkut sekitar 7,5 ton atau setara 47,43 meter kubik sampah setelah aksi demo penolakan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja, Selasa (13/10). Foto/Ist

NASIONAL

Sudin LH Jakpus: 7,5 Ton Sampah Sisa Aksi Demo Tolak Omnibus Law
Wilayah Blok Rokan Chevron. Foto/Ist

EKONOMI

SKK Migas dan Chevron Sepakati Perjanjian Produksi Minyak di Blok Rokan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Foto/BPMI Setpres

NASIONAL

Menparekraf Sandiaga: Setop Perdebatan Soal Wisata Halal
Ilustrasi pemungutan suara di Pilkada. Foto/MI

NASIONAL

KPU Tetapkan Pilkada Serentak 2020 Jadi Hari Libur Nasional