Home / NASIONAL

Rabu, 24 Maret 2021 - 12:34 WIB

Pemprov DKI Bakal Sanksi Pengamen Ondel-ondel

Pengamen ondel-ondel beraksi di Kawasan Matraman, Jakarta, Rabu (12/2). Foto/MI

Pengamen ondel-ondel beraksi di Kawasan Matraman, Jakarta, Rabu (12/2). Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal melarang penggunaan ondel-ondel sebagai sarana untuk mengamen atau mengemis dan meminta-minta uang. Pemprov DKI menyiapkan sanksi bagi pihak-pihak yang masih mengamen menggunakan ondel-ondel.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Arifin, alasan larangan tersebut lantaran ondel-ondel merupakan ikon budaya Betawi. Selain itu, menurut Arifin, banyak pihak yang mengaku resah dengan penggunaan ondel-ondel sebagai sarana mengamen.

“Jadi kehadirannya dengan menggunakan ondel-ondel untuk mengamen juga sudah banyak yang disampaikan menimbulkan keresahan masyarakat karena sudah mengganggu,” kata Arifin saat dihubungi, Rabu (24/3).

Arifin meminta masyarakat memahami larangan tersebut. Pemprov DKI, kata dia, juga harus meninggikan budaya Betawi dengan tidak menggunakan ondel-ondel sebagai sarana mengamen maupun meminta-minta uang.

“Jadi kita mengingatkan supaya ikon budaya Betawi ini betul-betul bisa ditinggikan dengan penggunaan yang benar,” tuturnya.

Kata dia, saat ini banyak di jalan-jalan, bahkan di pemukiman menggunakan ondel-ondel untuk sarana mengamen atau mengemis. Bahkan, kesan mengemis lebih terlihat dibanding mengamen.

“Ondel-ondelnya didorong-dorong, dua orang yang lainnya meminta-minta, tidak ada yang dimunculkan dalam bentuk seni yang mungkin bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar dia.

Arifin mengatakan, seharusnya ondel-ondel ditampilkan dalam kegiatan seni budaya atau festival-festival Betawi. Kemudian, ondel-ondel seharusnya berada di tempat rekreasi.

Selain itu, menurutnya, selama ini yang terlihat para pengamen atau pengemis yang menggunakan ondel-ondel kebanyakan merupakan anak-anak sekolah. Selain itu, cara mereka mengamen atau mengemis terkesan memaksa.

Lebih lanjut, saat ini Pemprov DKI baru akan mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai larangan tersebut. Nantinya, jika masih menemukan pengamen atau pengemis menggunakan ondel-ondel, Satpol PP akan mengambil tindakan.

“Tentu kita pertama menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan agar penggunaan daripada ikon budaya Betawi itu sesuai dengan fungsinya, untuk kita lestarikan dan meninggikan bukan dengan cara untuk mengamen di jalan-jalan,” tuturnya.

Adapun, untuk sanksi sudah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Dalam Pasal 40 beleid tersebut tercantum bahwa setiap orang atau badan dilarang menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil.

Kemudian, dalam ketentuan Pasal 61 tercantum bahwa mereka yang melanggar dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal 60 hari dan denda Rp20 juta.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (Kanan). Foto/MI

NASIONAL

Polri Terjunkan 191.584 Personel Amankan Libur Nataru
Menko PMK Muhadjir. Foto/Kemenko PMK

NASIONAL

Bela Negara Cegah Radikalisme
Ilustrasi kendaraan bermuatan barang. Foto/Antara/Dedhez Anggara

NASIONAL

Angkutan Muatan Barang Dilarang Lintasi Jalan Tol
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Rakyat Merdeka

NASIONAL

Anies Baswedan Temui Rizieq Shihab Semalam
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang kuliah Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Foto/Antara

NASIONAL

Januari 2021, Kuliah Tatap Muka dan Online

NASIONAL

Menristek: Pentingnya Kolaborasi Riset di Ekonomi Berbasis Inovasi Teknologi
Sistem ganjil genap Jakarta. Foto: Istimewa

NASIONAL

Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Diterapkan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto/Antara

NASIONAL

Aturan PPKM Mikro Berlaku Mulai 9-22 Februari 2021