Home / TOPAD

Minggu, 23 Agustus 2020 - 07:17 WIB

Pencitraan Tv One Demi Uang?

Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S. Foto/pribadi

Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S. Foto/pribadi

Oleh: Topad, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

DI ACARA Kabar Utama yang kembali ditayangkan pada 21 Agustus 2020 pukul 03.00-03.59 WIB, Tv One menempatkan judul “Peras Turis, Polisi Nakal Jadi Viral”. Menghadirkan narasumber Irjen Pol (Purn) Beni Mamoto, Anggota Kompolnas, Pengamat Kebijakan Publik, Trubus dan Maman Suherman, pengamat sosial.

Membuka dialog, presenter Tv One menyampaikan, “Miris ada oknum polisi peras turis Jepang Rp1 juta dengan kesalahan tidak menyalakan lampu, terjadi di Jl. Denpadar, Gilimanuk. Demikian ringkasan yang ada di recorded 21 Agustus 2020. Adegan ditayang berulang, terlihat dalam bahasa Inggris oknum polisi menjelaskan pelanggaran yang dilakukan oleh turis Jepang tersebut dan menyebutkan denda maksimal Rp1 juta. Kemudian dalam rekaman tersebut terdengar sang turis memberikan uang ke polisi tersebut sebesar Rp900 ribu. Sebelum pemberian uang terdengar ada perkataan polisi, “I will help you, no problem”.

Menjawab pertanyaan reporter Tv One, Beni Mawoto merespon kejadian dengan baik dan sangat sejuk. Kejadian yang menurut beliau terjadi di pertengahan 2019, sekitar bulan Juni sampai dengan Agustus 2019 sudah langsung di respon Polres dan Polda. Oknum polisi tersebut sudah dipindahtugaskan dan diproses oleh Propam.

Kemudian komentar pengamat kebijakan publik, Trubus, menyampaikan bahwa oknum polisi melanggar kesantunan publik, memalukan, tindak tegas, pelaku diberikan sanksi seberat-beratnya. Perlu reformasi birokrasi sedikit.

Pernyataan pengamat Trubus, perlu melakukan reformasi sedikit juga cukup lucu. Trubus tidak berimbang dan tendensius, jika Trubus bersedia, saya akan beberkan kasus-kasus besar yang ada di beberapa Kementerian, Pak Trubus tinggal sebut saja mau yang mana, mau di kementerian mana, maka saya akan buka. Silakan Tv One undang saya sebagai narasumber, TOPAD akan menguraikannya secara rinci.

Pencitraan Menghasilkan Uang

Tidak mempersalahkan Tv One dalam konteks menyorot pelanggaran hukum dan pungli di Negeri ini. Pertanyaannya, bagaimana dengan pungli dan kasus korupsi yang jumlahnya miliaran, triliunan dan telah mengorbankan kehidupan jutaan rakyat Indonesia. Sebut saja kasus Lapindo, kasus Pajak pemilik tvone yang petnah disorot Sri Mulyani. Kasus tersebut jumlahnya sangat dahsyat dan menyengsarakan jutaan jiwa manusia, kenapa tidak pernah ada vilarnya?

Dalam kasus ini saya tidak mempermasalahkan kasus pelanggaran okunum polisi tersebut, karena yang salah ya tetap salah. Namun yang menjadi masalah adalah kesetaraan, keseimbangan dan keadilan yang diperlihatkan Tv One. Dengan memberitakan kasus pelanggaran sebesar Rp900 ribu ini, Tv One telah mendapatkan pendapatan iklan yang cukup besar, dari white coffee dan produk lainnya.

Tidak bisa dipungkiri, Polisi tersebut yang menurut presenter Tv One sangat memalukan dan harus ditindak tegas, menurut saya tidak demikian. Terserah mau disebut penilaian penulis memihak, namun sebagai anak polisi saya masih bangga melihat penampilan polisi yang diviralkan tersebut. Terlihat polisi yang pangkatnya hanya Aiptu, fasih berbahasa Inggris dan tidak ada sikap pemerasan, karena Pak Polisi menyampaikan bahwa si turis Jepang telah melanggar dan sanksi denda maksimal Rp1 juta. Kemudian Turis Jepang memberikan Rp900 ribu. Sebelum menerima uang Rp900 ribu, Polisi dalam percakapannya menyampaikan, “I will help you, no problem”. Tidak ada terlihat pemaksaan dan pemerasan di sana, karena turis Jepang memberikan secara sukarela.

Namun demikian pihak kepolisian tidak mempermasalahkan Youtube yang diviralkan oleh Tv One. Malah pihak kepolisian langsung action dan di proses hukum. Dengan kasus ini Tv One memperoleh keuntungan yang sangat besar melalui pendapatan iklan. Namun apakah pihak Tv One menyadari bahwa polisi tersebut sangat malu dan tertekan, terutama keluarga dan anak-anak dari polisi tersebut yang masih bersekolah.

Sepanjang keadilan dan kesetaraan dalam hukum berlaku sama, dan pihak lain di luar instansi kepolisian juga diperlakukan oleh Tv One sama dalam pemberitaan, maka saya akan sangat menghargai Tv One.

Tv One terlalu semangat menempatkan kasus ini pada berita. Menurut saya, ada beberapa hal ungkapan presenter yang tidak sesuai dengan fakta. Terlihat presenter kurang profesional dan ada peluang untuk dilaporkan dalam hal pencemaran nama baik.

Share :

Baca Juga

TOPAD

Selamat Idul Fitri 1441 H

TOPAD

Tujuan Pemakzulan Ramai Dibicarakan Untuk Apa?
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa/Radhea Heqamudisa

TOPAD

Khayalan Atau Nyata, Negara Super Power?

TOPAD

Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

TOPAD

Mayat ABK Dilarung, Martabat NKRI Dikoyak, Dimana BP2MI
Parluhutan (Topad), Pendiri Perkumpulan Aliansi Perduli Indonesia Jaya

TOPAD

Lawan Takdir
Parluhutan (Topad),Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Punahnya Sikap “Taat”, Berdampak Kepada Kepunahan Bangsa Ini
Ketua Umum PUSATNUSA Topad. Foto/pri

TOPAD

Nang Gumalunsang Angka Laut