Home / EKONOMI

Rabu, 20 Januari 2021 - 16:02 WIB

Pengguna KRL Turun 70 Persen di Masa Pandemi

Stasiun KRL tampak sepi. Foto/Ist

Stasiun KRL tampak sepi. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan volume pengguna KRL hingga awal 2021 ini turun. Direktur Utama KAI Didiek Prasetyo menyebut penurunan mencapai 60 persen sampai 70 persen.

Itu terutama akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah sejak 2020 lalu.

Secara rinci, Didik menyebut, penumpang pada September 2020 hingga 10 Januari 2021 hanya sebesar 300 ribu-400 ribu per bulan. Padahal, dalam kondisi normal, jumlah penumpang bisa sebesar 1 juta-1,1 juta per bulan.

Ia menyebut hal ini seiring dengan aturan jaga jarak (physical distancing) yang membuat kereta hanya boleh diisi dengan kapasitas 35-40 persen dari normal.

“Penumpang KRL di Jabodetabek itu dari 200 ribu sampai ke 400 ribu di sekitar Juni. Masa transisi Juni-September rata-rata 400 ribu-200 ribu penumpang dan sekarang ini ada penurunan sedikit tapi berkisar 300 ribu-400 ribu di awal 2021,” jelas Didiek pada webinar KAI, Selasa (19/1).

Tak hanya terjadi di Jabodetabek, ia mengatakan penurunan volume penumpang juga terjadi pada Kereta Api Prameks (Prambanan Ekspres) jurusan Yogyakarta-Solo.

Pada Januari 2020 atau sebelum pandemi melanda, KCI mengantar sebanyak 315.484 penumpang. Lalu, terjadi penurunan pada awal pandemi melanda yakni pada Maret 2020 menjadi 202.910.

Kemudian, pada saat kebijakan belajar dan bekerja dari rumah diterapkan, pihaknya mencatat penurunan tajam menjadi 33.168 penumpang saja. Pada titik terendahnya yakni Mei, KCI hanya mampu menjual 22.549 karcis saja.

Meski berangsur mengalami pemulihan, namun angka masih jauh dari normal. Misalnya pada Juni-September 2020, kisaran penumpang per bulan hanya sebanyak 54 ribu hingga hampir 120 ribu orang per bulan.

Lalu, di akhir tahun yakni periode Oktober-Desember, okupansi hanya sekitar 40 persen dari normal yakni sebesar 140 ribuan penumpang per bulan untuk ketiga bulan tersebut.

“Untuk Prameks dalam kondisi normal bisa mengangkut 5 jutaan orang dalam setahun,” pungkasnya.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Foto/Ist

EKONOMI

Menkeu Pastikan Indonesia Masuk Resesi, Apa Dampaknya?
Tabung bright gas pink. Foto/Pertamina

EKONOMI

Cara Tukar Tabung Gas Biru 12 Kg ke Bright Gas Pink
Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar. Foto/MI

EKONOMI

Survei BI: Inflasi November 2020 Naik 0,21 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/AntaraMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Antara

EKONOMI

Bansos Covid Diklaim Tekan Angka Kemiskinan
Biji kopi. Foto/Antara

EKONOMI

Indonesia Penghasil Kopi Tapi Minim Ekspor
Presiden Joko Widodo menghadiri dan menyampaikan pidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu, 21 November 2020. Foto/BPMI/Setpres

EKONOMI

Jokowi Ingin UMKM Naik Kelas, Kolaborasi dengan Usaha Besar
Menkop UKM Teten Masduki. Ist

EKONOMI

Rencana Perpanjangan BLT UMKM Rp2,4 Juta
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto/Antara

EKONOMI

Kemnaker Cairkan BLT Subsidi Gaji ke 3,1 Juta Pekerja