Home / GLOBAL

Senin, 28 September 2020 - 13:12 WIB

Perang Armenia-Azerbaijan Meletus

Ilustrasi perang. Ist

Ilustrasi perang. Ist

STEPANAKERT, BERITANUSA.id – Perang antara pasukan Armenia dengan Azerbaijan meletus pada Senin (28/9) dini hari di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. Setidaknya 16 tentara dan dua warga sipil tewas, sementara ratusan lainnya luka-luka.

Melansir Associated Press belum jelas motif yang memicu pertempuran, namun disebut sebagai bentrokan terbesar yang pernah terjadi sejak 2016. Berdasarkan catatan otoritas Nagorno-Karabakh, penembakan tepatnya terjadi di ibu kota wilayah Stepanakert dan kota Martakert dan Martuni.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Artsrun Hovhannisyan mengatakan penembakan juga menghantam wilayah Armenia dekat kota Vardenis.  Sementara itu, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev saat ini telah memberlakukan darurat militer dan jam malam di beberapa wilayah negaranya.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi lokal, Ilham menyatakan ada kerugian yang diderita akibat serangan yang dilakukan pasukan Armenia. “Ada kerugian di antara pasukan Azerbaijan dan penduduk sipil akibat pemboman Armenia. Banyak unit peralatan militer musuh telah dihancurkan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Akibat Pandemi Virus Corona, Singapura Masuk Resesi

Menteri Luar Negeri Rusia saat ini dilaporkan tengah melakukan kontak intensif dengan kedua pihak. Ia berupaya untuk membujuk keduanya menstabilkan situasi.

Senada, Perdana Menteri Albania Edi Rama selaku ketua Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa, meminta kedua pihak untuk menghentikan pertempuran.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif–yang negaranya berbatasan langsung dengan Azerbaijan dan Armenia menyerukan agar permusuhan antara kedua negara segera diakhiri dan mendesak dialog perdamaian.

“Kami menyerukan diakhiri segera permusuhan dan mendesak dialog untuk menyelesaikan perbedaan. Tetangga kami adalah prioritas kami dan kami siap memberikan layanan yang baik untuk memungkinkan pembicaraan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Selain Jalan, UEA Juga Resmikan Masjid Presiden Joko Widodo

Juru Bicara pribadi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric pun menyerukan hal yang sama.

“Menyerukan kepada pihak-pihak lain untuk segera menghentikan pertempuran, mengurangi ketegangan dan kembali ke perundingan yang berarti tanpa penundaan,” ujar Stephane.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun disebut akan memanggil menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan pemanggilan itu dilakukan untuk mendesak kedua negara segera melakukan negosiasi damai.

Sebagai informasi Nagorno-Karabakh adalah wilayah yang berada dalam Azerbaijan, namun memisahkan diri dan dijalankan pemerintahannya dijalankan oleh etnis Armenia.

Sebagian besar pegunungan Nagorno-Karabakh, wilayah sekitar 4.400 kilometer persegi terletak 50 kilometer dari perbatasan Armenia. Tentara lokal wilayah tersebut didukung oleh Armenia dan telah menduduki beberapa wilayah Azerbaijan.

(cnn/int)

Share :

Baca Juga

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. Foto/AFP

GLOBAL

Kudeta Militer Terjadi di Myanmar
Beijing. Foto/AFP

GLOBAL

China Kecam India soal Blokir Aplikasi
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/Ist

GLOBAL

Pemimpin Korut Kim Jong-un Dikabarkan Koma
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan menyematkan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi nama sebuah jalan di Abu Dhabi. Foto/Ist

GLOBAL

Presiden Joko Widodo Jadi Nama Jalan di UEA
Ilustrasi ibadah umrah. Ist

GLOBAL

Arab Saudi Izinkan Ibadah Umrah Lagi Mulai 4 Oktober
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin . Foto/Ist

GLOBAL

Positif Corona, PM Malaysia Jalani Karantina Mandiri
Ilustrasi vaksin China. Foto/AFP

GLOBAL

Nigeria Minta Warga Waspadai Vaksin Corona Palsu
Trump Plaza Casino. Foto/Istimewa

GLOBAL

Gedung Kerajaan Kasino Milik Trump Diledakkan