Home / TOPAD

Minggu, 17 Januari 2021 - 09:28 WIB

Perwujudan ‘Polisi dan Indonesia Raya Terbarukan’

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

PRESIDEN telah mengajukan nama Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri baru. Diharapkan pengajuan ini menjadi langkah awal perwujudan pidato kenegaraan Presiden Jokowi, pada peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2020, menjadi bagian dari tahapan atau proses melakukan “momentum lompatan besar”.

Pilihan ini tentu sudah berdasarkan pertimbangan yang cukup matang, menampung usulan dan pertimbangan dari banyak pihak, yang mengutamakan penilaian dari aspek profesionalisme, kepatutan dan kapabilitas. Sudah sepatutnya, penilaian yang masih dikaitkan dengan isu SARA dan kedekatan untuk memunculkan persepsi bahwa calon yang bukan dari kelompoknya, tidak akan mampu bekerja efektif, dan kalau tidak ada faktor kedekatan, maka calon tersebut tidak mungkin akan dipilih.

Sudut pandang sebaiknya dibalik atau diletakkan pada posisi yang tepat, bahwa kedekatan itu timbul karena alasan kinerja dan prestasi yang mumpuni, kemudian dipercayakan untuk yang lebih tinggi dan seterusnya meningkat. Jadi sangat lumrah dan wajar, seorang pimpinan dekat dengan anak buah yang berprestasi.

Kedekatan yang digambarkan saat ini tentu buah dari prestasi ketika menjabat Kapolres di Solo, keamanan dan keselamatan rakyat Solo benar-benar terjaga dan terjamin. Kemudian meningkat ke Kapolda Banten yang sebelumnya ditolak, namun kemudian diterima, dan sebelum pencalonan ini naik ke Bareskrim.

Sesuai konstitusi, bangsa ini adalah Negara Berketuhanan Yang Maha Esa, yakin dan percaya bahwa alam semesta dan segala isinya adalah ciptaan Tuhan. Dengan demikian, peristiwa besar dan kejadian-kejadian yang tidak biasa atau lazim bagi manusia, Penulis meyakini, bahwa ini semua adalah rencana Tuhan.

Mulai dari peristiwa Covid-19, perubahan besar akibat dampak Covid-19 dan rangkaian peristiwa ke depannya, yang mungkin sulit kita mengerti. Namun dengan dasar keteguhan iman kita sesuai dengan agama dan kepercayaan kita masing-masing. Bisa saja peristiwa-peristiwa ke depan akan semakin memberatkan, namun kita harus meyakininya, bahwa itu semua adalah bagian dari rencana Tuhan, bagian dari proses yang sudah dirancang oleh Tuhan, dan akan ‘Indah Pada Waktunya’. Pilihan ini, Penulis maknai sebagai pertanda bangkitnya era profesionalisme, sekaligus pertanda bahwa isu SARA dan Covid-19 akan hilang, setelah bekerjanya vaksin Covid-19.

Lebih lanjut, peristiwa apapun yang terjadi saat ini dan berlanjut ke depannya, adalah peristiwa yang sudah berulang, namun karena dokumentasi dan kearsipan yang tidak tersedia oleh manusia yang hidup pada masa sebelum dan sesudah Masehi, karena faktor lalai, tertimbun dan hilang, sehingga generasi yang hidup di abad-abad belakangan ini tidak lagi dapat menemukan, meneliti dan membacanya.

Informasi perihal ini, dapat kita dapatkan dari kitab suci kita masing-masing, dan bagi penganut agama Nasrani, tertulis dan tersirat pada Pengkotbah 1 – 12.  Berdasarkan referensi tersebut, saran kepada kita semua, untuk dapat menerima dan ikhlas.

Mari berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi diri kita sendiri, sekeliling dan orang banyak, sesuai dengan talenta dan kemampuan yang dikaruniakan Tuhan. Pangkat, jabatan dan kuasa yang dimiliki saat ini adalah sementara. Di luar dari amal budi baik yang kita lakukan, selebihnya kita serahkan ke Tuhan Yang Maha Esa.

Saran Bagi Polri dan Lembaga Negara Lainnya

Kemerosotan moral dan perilaku yang belakang ini semakin tinggi, maka manusia sekarang paling sulit untuk diajak disiplin dan taat. Sebelumnya peran guru, ulama dan tokoh agama cukup efektif membendung perkembangan moral dan perilaku ke arah negatif semakin tumpul. Akibatnya kuantitas dan kualitas potensi kejahatan yang mengancam keamanan dan keselamatan rakyat semakin bertambah. Benteng terakhir untuk membendung kejahatan yang semakin bertambah tersebut, ada di pundak polisi.

BACA JUGA:  Ada Apa di Kemenkes?

Ke depannya tantangan berat semakin membentang di hadapan polisi dan beban yang semakin berat akan menumpuk ke bahu lembaga kepolisian. Gap antara peningkatan kuantitas dan kualitas Polri dengan pertumbuhan kualitas dan kuantitas kejahatan semakin melebar. Pembangunan tidak akan lancar jika potensi kejahatan tidak dapat dibendung, bahkan pada titik tertentu bisa dihancurkan dengan sekejap.

Langkah awal Presiden Jokowi ini, kita aminkan saja didasari oleh semangat kebersamaan, kesatuan dan persatuan. Lembaga DPR yang sudah mengundang saudara kita, putra terbaik Bhayangkara Komjen Listyo Sigit Prabowo ke Istana Wakil Rakyat, dengan semangat yang sama, semangat persatuan dan kesatuan NKRI.

Penilaian difokuskan pada sisi profesionalisme, kepatutan dan kapabilitas, dan niat tulus. DPR memberi petuah-petuah yang menyejukkan dan membangun, memberi masukan terhadap hal-hal yang segera dibenahi. Dorongan dan dukungan untuk membangkitkan keberanian, percaya diri dan fighting spirit putra Bhayangkara terbaik, muda dan energik tersebut, kemudian dihantarkan ke gerbang pintu Istana Kepresidenan, untuk ditabalkan (dilantik) dan dipasangkan atribut kebesaran Kapolri ke dada dan pundak penerima sebagai simbol dari kekuasaan, tugas dan tanggung jawab yang akan diembannya.

Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, angkatan 91 yang melompati empat angkatan seniornya, pilihan dari 5 calon Kapolri, yang dijaring oleh Wajakti dari 13 putra Bhayangkara terbaik, yang dipundaknya telah bertengger 3 bintang, adalah pilihan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi NKRI ini, yang penunjukan dan pengesahannya diwakilkan ke Presiden dan DPR. Proses pemilihan ini dapat menjadi referensi dan rujukan bagi lembaga lainnya, untuk proses suksesi berikutnya.

Calon Kapolri baru, saudara kita Komjen Listyo Sigit Prabowo, yang nantinya akan mendapat tambahan satu bintang dipundaknya, sehingga menjadi 4 bintang, dimaknai sebagai bagian dari 4 angkatan di atasnya, berjejer bersamaan, pertanda kekompakan, bahu-membahu menjadi kesatuan yang kuat dan tangguh, menjawab tantangan dan harapan besar bangsa ini.

Tuhan mengkaruniakan hikmat dan kebijaksanaan, kepemimpinan yang mumpuni dan humanis, menerapakan rewards and punishments berbasis Key Performance Indicator (KPI) yang terukur, terbuka dan konsisten, diterima dengan baik oleh seluruh warga Bhayangkara dan rakyat Indonesia. Keseluruhan warga Bhayangkara memberi dukungan penuh, masukan, team work berbasis kesatuan dan persatuan yang berorientasi kepada kepentingan rakyatnya, keamanan dan keselamatan rakyat.

Saran Kepada Keluarga Besar Bhayangkara

Lahir di asrama polisi berdinding kayu, listrik padam setiap jam 9 malam, pagi hari antri dengan sesama keluarga polisi menampung air bersih dari bak umum asrama, dibekali beras catu dan susu bubuk warna pink, jatah bulanan yang diambil dari kantor Polres, mengawali aktivitas Penulis di pagi hari sebelum berangkat ke sekolah ketika itu.

Kemudian di usia yang relatif muda, umur 48 tahun, ayah Penulis sudah harus pensiun, dan meninggalkan asrama, berbaur menjadi rakyat biasa, dibekali gaji pensiun untuk menanggung Penulis dan kelima adik Penulis yang baru lulus, duduk di bangku SMP dan SMA. Dua tahun setelah pensiun, ayah Penulis, karena menderita sakit harus menghadap ke Tuhannya meninggalkan ibu dan ke enam anaknya.

BACA JUGA:  Menanti Perubahan

Kisah demikian kiranya sudah tidak ditemukan di lingkungan keluarga Bhayangkara saat ini. Kondisi berat itu, memacu Penulis untuk semangat pantang menyerah. Penulis menamatkan S1 dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan S2 dari Universitas Indonesia (UI), dan juga menopang ke lima adiknya untuk sekolah dan ketika itu, sebahagian diboyong merantau ke Jakarta.

Pemandangan demikian tentu sudah tidak ada saat ini, yang mungkin masih terbawa adalah sebutan anak kolong, anak tangsi, anak asrama yang kadang kala masih melekat kesan negatif, dapat dikikis habis oleh keluarga besar Bhayangkara. Bertolak belakang dengan Penulis, ketika itu tidak terhitung jumlah keluarga Bhayangkara, yang tidak siap dan setelah pensiun hidup dengan kondisi menyedihkan.

Momentum perubahan yang tejadi belakang ini, juga menjadi momentum bagi keluarga besar Bhayangkara untuk berbenah. Perubahan besar yang terjadi belakang ini, dan tuntutan besar kepada lembaga kepolisian ke depannya, mengawal perwujudan Indonesia Terbarukan, perlu dukungan dari keluarga dekat, istri dan putra-putri dari Bhayangkara.

Mari bangkit bersama, kemudahan yang mungkin melekat pada putra-putri Bhayangkara, manfaatkan untuk belajar, mengembangkan diri untuk menghasilkan putra-putri dari anggota Bhayangkara menjadi SDM yang berkualitas dan unggul, menjadi pelaku “menuju Indonesia yang sejahtera, aman, makmur, adil dan sentosa.”

Harapan Penulis, kepada Kapolri baru, yang kemungkinan besar akan diemban saudara kita Komjen Listyo Sigit Prabowo, selain tugas berat membawa lembaga kepolisian menjadi “Polri yang terbarukan”, agar tidak melupakan internal kepolisian, dimana keluarga besar Bhayangkara bermukim, pendidikan dan kehidupan, agar sebutan anak kolong, anak tangsi, anak asrama yang mungkin sampai saat ini masih dikaitkan dengan persepsi negatif, agar di masa-masa sulit ini, menjadi tonggak awal, momentum perubahan mengawali pembentukan “keluarga besar Bhayangkara yang terbarukan.”

Saran khusus kepada Saudara Listyo Sigit Prabowo, sebelum memulai tugas barunya nanti, menyempatkan waktunya untuk “memetik makna kehidupan” di Pengkotbah 1 – 12.

Saran Untuk Masyarakat Indonesia

Keberagaman SARA yang kaya akan nilai-nilai positif dan dimunculkan menjadi identitas bangsa ini, dengan prinsip “toleransi atas perbedaan dan bermitra dengan penuh persaudaraan atas persamaan.”  Kita kubur bersama bibit-bibit ego dan mementingkan diri sendiri dan kelompok.

Kedepankan kepentingan bersama, kepentingan rakyat banyak. Kita dukung dan sambut rencana dan program, perwujudan “Polri Terbarukan”, Sahabat Rakyat, Mandiri dan Profesional, dengan tidak melakukan intervensi, kita dampingi dan bantu untuk mengubur dan melenyapkan pihak yang mencoba melemahkan Polri dengan alasan apapun, agar lembaga Polri mandiri, tangguh dan kuat dalam memastikan keamanan dan keselamatan rakyat Indonesia, yang berdampingan dengan Militer dan institusi lainnya dengan penuh harmonis.

Kita sambut dengan penuh harapan dan doa, estafet pucuk pimpinan baru di tubuh Bhayangkara, dan jika kemudian jatuh ke pundak saudara kita Komjen Listyo Sigit Prabowo, kiranya ini menjadi jawaban dari doa kita, awal dari bangsa ini melakukan “lompatan besar” perwujudan masyarakat sejahtera, adil, makmur dan sentosa. Jika ini sudah kehendak Tuhan, mengawali langkahnya untuk memberi yang terbaik bagi bangsa ini, amanah dan bekerja dengan tulus sesuai kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Selamat berkarya, membawa keluarga besar Bhayangkara, menjadi “polisi terbarukan” mengawali gerakan, pelopor dan bagian poros terwujudnya “Indonesia Terbarukan”, menuju perwujudan “masyarakat sejahtera, adil, makmur dan sentosa.”

***

Share :

Baca Juga

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Mengulang Sejarah, Polri Dekat dan Dicintai Rakyat

TOPAD

Sorot Tajam Kinerja PT ASDP dan Menanti Gebrakan Menteri BUMN

TOPAD

Korupsi Pengadaan dan Tanggungjawab LKPP
Parluhutan (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

TOPAD

Bersama Polri dan TNI Tindak Tegas Para Perusuh Bangsa
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad). Pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

TOPAD

Lakumu Pancasilais Lebih Top Dari Hanya Bicara Lembaga, RUU dan Demo

TOPAD

Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

TOPAD

Mayat ABK Dilarung, Martabat NKRI Dikoyak, Dimana BP2MI
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Congkak & Takabur Dengan Agama Yang Dianutnya