Home / NASIONAL

Rabu, 13 Januari 2021 - 20:35 WIB

Polisi Bongkar Penipuan dan Pencucian Uang Online Shop

Ilustrasi--Media siber. Foto/Thinkstock

Ilustrasi--Media siber. Foto/Thinkstock

JAKARTA, BERITANUSA.id – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tersangka berinisial YMP (33 tahun) pelaku penipuan daring dan pencucian uang. Pelaku diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/0019/I/2021/Bareskrim.

Diketahui pelaku adalah seorang karyawan swasta. Pelaku meminta bantuan pihak ketiga untuk membuat website belanja daring. Website ini juga diketahui menggunakan hosting di luar negeri.

Penangkapan dilakukan di kawasan Kelurahan Selong Kecamatan Kebayoran Baru, pada Sabtu (9/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 4 (empat) unit ponsel pintar merk Samsung dan Oppo, 1 (satu) unit laptop, 2 (dua) buah simcard, 1 (satu) buah KTP dan 4 (empat) buku cek dari bank BRI, BCA dan Mandiri.

Dalam melaksanakan proses penyidikan, Dittipidsiber Bareskrim Polri dibantu oleh beberapa bank yang di antaranya bank BCA, BNI & BRI. Pihak bank juga membantu penyidik dalam upaya penanganan tindak pidana ini. Total kerugian ditafsir sekitar Rp17 Miliar dari pihak iklan dan pembeli.

Pelaku melancarkan aksinya dengan cara membuat sebuah website bernama GrabToko yang menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga yang sangat murah, hal ini mengundang minat banyak orang yang akhirnya berbelanja namun barang tidak kunjung dikirimkan.

Dari informasi pelaku, diketahui ada sejumlah 980 pelanggan yang memesan barang elektronik dari situs GrabToko, namun hanya sembilan pelanggan yang menerima barang pesanan tersebut. Sembilan barang yang dikirimkan kepada pelanggan itu ternyata dibeli pelaku di ITC oleh pelaku dengan harga normal.

Pelaku menyewa kantor di kawasan Kuningan, dan mempekerjakan enam orang karyawan customer services yang bertugas untuk meminta tambahan waktu pengiriman barang, apabila ada konsumen yang bertanya mengapa barang pesanannya tidak kunjung dikirimkan.

Keenam customer services tersebut bekerja dengan dengan dibekali laptop oleh pelaku, yang ternyata didapatkan dengan cara menyewa dari oranglain.

Pelaku juga disinyalir menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam bentuk crypto currency. Hal ini akan ditangani melalui berkas terpisah.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 28 ayat 1 juncto pasal 45A ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 82 dan/atau pasal 85 undang-undang nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana, dengan ancaman maksimal 6 (enam) tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

(pol/heq)

Share :

Baca Juga

Pandemi corona. Foto/Antara

NASIONAL

Update Corona 11 Januari: Tambah 8.692, Positif 836.718
Tim SAR gabungan menemukan beberapa puing yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Foto/Pikiran Rakyat

NASIONAL

Daftar Temuan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Hari Kedua
Juliari Batubara. Foto/MI

NASIONAL

Juliari Bakal Mundur Sebagai Menteri Sosial
Halte Transjakarta Bundaran HI. Foto/Berita Satu

NASIONAL

Polisi Tahan 20 Tersangka Pembakaran Halte Transjakarta
Material kayu dan lumpur akibat banjir bandang di Gunung Mas, Puncak, Bogor. Foto/istimewa/WA Group Relawan Bogor

NASIONAL

Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem di Bogor
Gubernur Anies Baswedan. Foto/MI

NASIONAL

Anies Belum Putuskan Rencana Sekolah Tatap Muka Awal 2021
Pemprov DKI Jakarta akhirnya menerapkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp50 juta kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab lantaran melanggar protokol kesehatan. Foto/Ist

NASIONAL

Pemprov DKI Jatuhkan Denda Rp50 Juta ke Rizieq Shihab
DPR RI gelar rapat paripurna. Foto/ANTARA

NASIONAL

RUU Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 Tuai Pro Kontra