Home / NASIONAL

Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:46 WIB

Polisi Tangkap Ribuan Orang saat Demo 1310 Tolak Omnibus Law

Aksi demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja di wilayah DKI Jakarta, Selasa (13/10). Foto/Tirto

Aksi demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja di wilayah DKI Jakarta, Selasa (13/10). Foto/Tirto

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, ada 1.377 orang ditangkap terkait aksi demo 1310 tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Selasa (13/10) kemarin. Ia menyebut, ribuan orang itu ditangkap di berbagai tempat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Ada 1.377 yang kita amankan, baik itu sebelum unjuk rasa dan pasca unjuk rasa,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (14/10).

Yusri merinci, Polda Metro Jaya menangkap 564 orang, Polres Jakarta Timur menangkap 125 orang, Polres Jakarta Pusat menangkap 12 orang, Polres Jakarta Utara menangkap 127 orang.

Kemudian, Polres Jakarta Barat menangkap 17 orang, Polres Jakarta Selatan menangkap 145 orang, Polres Tangerang Kota menangkap 156 orang, Polres Depok menangkap 65 orang, Polres Bekasi Kota menangkap 49 orang, dan Polres Bekasi Kabupaten menangkap 117 orang.

Yusri menuturkan dari ribuan orang itu, hampir 900 orang di antaranya adalah pelajar. Sedangkan sisanya adalah pengangguran dan mahasiswa.

“Bahkan ada lima anak SD yang umurnya sekitar 10 tahun,” ucap Yusri.

Ribuan orang itu juga telah menjalani rapid test. Hasilnya, ditemukan sebanyak 47 orang dinyatakan reakif Covid-19. Saat ini, mereka telah menjalani isolasi di Pademangan.

Yusri menyampaikan saat ini sebagian besar pedemo telah dipulangkan. Mereka dipulangkan dengan syarat harus dijemput oleh orang tuanya dan membuat surat pernyataan.

Sampai saat ini, polisi juga belum menetapkan tersangka terkait aksi demo 1310 yang terjadi Selasa kemarin.

Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI menggelar aksi demonstrasi 1310 menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (UU Ciptaker) di Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Ada tiga organisasi besar tergabung dalam aliansi ini, yakni Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

Demonstrasi itu diwarnai kericuhan antara massa dengan aparat kepolisian dan berakhir dengan penangkapan terhadap sejumlah orang.

(cnn/heq)

Share :

Baca Juga

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12). Foto/Antara

NASIONAL

KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan di DKI
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan penindakan penilangan kepada sejumlah pengendara. (Foto: Federal Oil)

NASIONAL

Minggu Depan, Tilang Mulai Berlaku di Masa PSBB Transisi
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta menilai sumur resapan alias drainase vertikal yang menjadi salah satu upaya Gubernur DKI Anies Baswedan guna menangkal banjir belum bekerja efektif. Foto/Antara

NASIONAL

Sumur Resapan Anies Tak Cukup Tangkal Banjir Jakarta
Demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja berujung ricuh. Foto/Ist

NASIONAL

Polisi Sebut Ada 10 Pelaku Demo Positif Covid
Ilustrasi pemungutan suara di Pilkada. Foto/MI

NASIONAL

Pilkada 2020: Ponakan SBY Klaim Menang di Pacitan
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma). Foto/Antara

NASIONAL

Risma Akan Datangi Suku Anak Dalam di Jambi untuk Urus e-KTP
Lalu lintas jalan tol. Foto/Antara

NASIONAL

Antisipasi Penyebaran Covid di Rest Area saat Libur Panjang
Ilustrasi Maybank. Foto/Ist

NASIONAL

Polisi Akan Panggil OJK-PPATK Telusuri Saldo Raib di Maybank