Home / NASIONAL

Rabu, 23 September 2020 - 16:22 WIB

Polri Catat Total Denda Rp702 Juta dalam Sepekan Operasi Yustisi

Ilustrasi operasi yustisi. Foto/Ist

Ilustrasi operasi yustisi. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Polri mencatat total denda dalam kurun waktu sepekan penyelenggaraan Operasi Yustisi pada 14-20 September 2020 mencapai sekitar Rp702 juta. Operasi yang digelar untuk menekan penyebaran Covid-19 itu menyasar masyarakat yang tidak displin protokol kesehatan.

“Denda administrasi sebanyak 10.680 kali dengan nilai denda Rp702.754.500,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/9).

Awi mengatakan, selama Operasi Yustisi kepolisian telah memberi teguran lisan sebanyak 607.174 kali dan teguran tertulis 98 ribu kali kepada para pelanggar. Sementara penutupan lokasi usaha juga dilakukan sebanyak 229 kali.

Selain itu, pemberian sanksi sosial juga telah diberikan pada para pelanggar sebanyak 43.312 kali.

Awi menuturkan, terdapat 75.445 personel gabungan yang dikerahkan selama Operasi Yustisi, terdiri dari 37.550 personel Polri, 14.496 personel TNI, 15.265 personel Satpol PP, dan 8.134 personel lainnya.

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menyatakan telah menjatuhkan sanksi terhadap 46.134 pelanggar aturan protokol kesehatan selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II.

“Sudah ada sekitar 46.134 orang yang kita lakukan tindakan tegas, persuasif, dan humanis,” ucapnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 22.885 orang diberikan sanksi teguran, 22.576 diberikan sanski sosial, dan 1.890 diberikan sanksi denda administratif. Yusri menyebut selama pelaksanaan Operasi Yustisi, pelanggaran terbanyak ditemukan di wilayah Jakarta Pusat sebanyak 5.645 pelanggaran.

“Total nilai denda yang sudah diterima oleh pemerintah daerah DKI Jakarta dalam hal ini sebesar Rp280.501.500,” ujar Yusri.

Selama pelaksanaan operasi, tim gabungan juga telah menutup sejumlah tempat makan dan perkantoran yang melanggar Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020.

“Ada beberapa tempat-tempat yang kita lakukan penutupan sementara ini, perkantoran itu ada satu, tempat makan 74,” ucapnya.

Operasi Yustisi telah dimulai sejak 14 September lalu bersamaan dengan penerapan PSBB Jilid II di DKI. Di DKI, operasi ini melibatkan 6.800 personel gabungan yang digelar di delapan titik yakni di Pasar Jumat perbatasan Tangerang, Jalan Perintis Kemerdekaan Perbatasan Bekasi, Kalimalang, Kalideres, Tugu Tani, Asia Afrika, Bundaran HI, dan Semanggi.

Selain di delapan titik itu, Operasi Yustisi juga digelar secara mobile dengan cara melakukan patroli oleh personel gabungan.

(pol/met)

Share :

Baca Juga

Pandemi virus corona di China. Foto/AFP

NASIONAL

Kasus Corona Diprediksi Naik hingga Akhir 2022
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (Kanan). Foto/MI

NASIONAL

Polri Terjunkan 191.584 Personel Amankan Libur Nataru
Sistem ganjil genap Jakarta. Foto: Istimewa

NASIONAL

Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Diterapkan
Warga mengibarkan bendera GAM. Foto/Ist

NASIONAL

Eks GAM Kibarkan Bendera Bulan Bintang saat Milad
Material kayu dan lumpur akibat banjir bandang di Gunung Mas, Puncak, Bogor. Foto/istimewa/WA Group Relawan Bogor

NASIONAL

Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem di Bogor
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (kanan). Foto/Antara

NASIONAL

Wakapolri Komjen Gatot Positif Corona
Ilustrasi--Rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Dana Kunker Luar Negeri DPRD DKI Capai Rp27,2 M
Tri Rismaharini menduduki jabatan baru sebagai Menteri Sosial RI. Foto/Instagram @tri.rismaharini

NASIONAL

Satu Tahun Pandemi Telah Banyak Makan Korban