Home / NASIONAL

Rabu, 17 Februari 2021 - 16:31 WIB

Polri Ganti Sandi Operasi Satgas Tinombala Jadi Madago Raya

Operasi pengejaran kelompok bersenjata oleh Satgas Tinombala sendiri telah digelar sejak 10 Januari 2016 lalu yang merupakan kelanjutan dari operasi Camar Maleo sebelumnya. Gabungan pasukan itu berhasil menembak mati Santoso setelah melakukan operasi senyap selama beberapa minggu. Foto/Antara

Operasi pengejaran kelompok bersenjata oleh Satgas Tinombala sendiri telah digelar sejak 10 Januari 2016 lalu yang merupakan kelanjutan dari operasi Camar Maleo sebelumnya. Gabungan pasukan itu berhasil menembak mati Santoso setelah melakukan operasi senyap selama beberapa minggu. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Polri mengganti nama operasi dari satuan tugas (Satgas) Operasi Tinombala menjadi Operasi Madago Raya 2021. Diketahui, satgas ini merupakan tim yang bertugas di wilayah Poso, Sulawesi Tengah untuk memberantas jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Jadi sandinya sudah berubah menjadi Operasi Madago Raya. Mohon disosialisasikan. Tidak ada lagi Operasi Tinombala, tapi Madago Raya,” kata Asisten Kapolri bidang Operasi, Inspektur Jenderal Imam Sugianto dalam rapat pimpinan (Rapim) Polri 2021 pada Rabu (17/2).

Dalam poin pemaparan yang disampaikan Imam, tertera bahwa operasi tersebut sudah berlangsung sejak 1 Januari 2021 lalu. Masa tugas selama tiga bulan pun masih tak berubah.

Nantinya, satgas ini dapat diperpanjang hingga seluruh jaringan teroris MIT di wilayah Poso tertangkap.

Masih merujuk pada presentasi yang dipaparkan Imam, tertulis bahwa Madago Raya merupakan bahasa daerah Poso, yang secara umum artinya adalah baik hati dan dekat dengan masyarakat.

Tercatat, setidaknya masih ada 11 buronan MIT Poso yang belum ditangkap polisi. Kapolri saat itu, Jenderal pol Idham Azis memerintahkan anggotanya untuk menembak mati kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora jika melawan saat ditangkap.

Idham menyatakan negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror yang melakukan aksi pembunuhan apapun dalihnya.

Hal ini mencuat usai Ali Kalora cs membunuh empat warga dan membakar tujuh rumah di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada November 2020 lalu.

Desakan agar TNI/Polri menangkap para teroris itu pun mencuat. Bahkan, kepolisian mengatakan bakal langsung mengevaluasi kinerja Satgas Tinombala selama di Poso.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Artis Gisella Anastasia atau Gisel. Foto/Ist

NASIONAL

Usai Diperiksa soal Video Porno, Gisel: Ikuti Saja Prosedurnya
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak. Foto/Istimewa

NASIONAL

16 Orang Ditunjuk Jadi PLH Bupati-Wali Kota Daerah Jatim
Mantan Ketua Umum sekaligus tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Muhammad Iqbal Abdurrahman atau Abu Jibril. Foto/Istimewa

NASIONAL

Abu Jibril, Tokoh Majelis Mujahidin Indonesia Wafat
Ustadz Maaher At-Thuwailibi. Foto/Ist

NASIONAL

Ustaz Maaher Terancam 6 Tahun Penjara Atas Kasus UU ITE
Foto/DPR RI

NASIONAL

DPR dan Pemerintah Sepakat RUU Ciptaker Dibawa ke Rapat Paripurna
Ikan hasil nelayan. Foto Ilustrasi/Ist

NASIONAL

Hari Pangan Sedunia, Menteri Edhy: Perikanan Solusi Pandemi
Penumpang menunggu bus TransJakarta di Halte TransJakarta Pasar Baru Timur, Jakarta, Selasa (10/9). Foto/MI/Bary Fathahillah

NASIONAL

Imbas Demo Buruh, Transjakarta Ubah Rute Blok M-Kota
Ketua Umum PBNU Said Aqil. Ist

NASIONAL

Ketum PBNU: Ciptaker Tindas Rakyat Kecil, Untungkan Kapitalis