Home / NASIONAL

Selasa, 6 Oktober 2020 - 22:31 WIB

Polri Hentikan Izin Unjuk Rasa Selama Pandemi

Kabag Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Biro PID Divhumas Polri Kombespol Tjahyono Saputro. Foto/Ist

Kabag Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Biro PID Divhumas Polri Kombespol Tjahyono Saputro. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kabag Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Biro PID Divhumas Polri Kombespol Tjahyono Saputro menegaskan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih terus menghentikan izin berunjuk rasa selama masa pandemi Covid-19.

“Jadi Polri sudah secara tegas membuat atau mengeluarkan larangan untuk melakukan aksi demo unjuk rasa di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Tjahyono Saputro dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Selasa (6/10).

Menurut dia, Kapolri pun telah mengeluarkan maklumat yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.

Selain itu, Kapolri pun telah menerbitkan Surat Telegram yang berisi arahan kepada jajaran untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa dan mogok kerja oleh buruh pada 6-8 Oktober 2020 terkait penolakan pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Ia menjelaskan, pada prinsipnya masyarakat yang akan melakukan unjuk rasa harus mengajukan izin kepada kepolisian atau dengan memberikan pemberitahuan.

Namun di masa pandemi ini, pihaknya melarang satuan kewilayahan untuk mengeluarkan izin berunjuk rasa karena dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 para demonstran.

Ia menyebut bahwa larangan itu akan berlangsung selama situasi pandemi Covid-19 di Indonesia. “Karena sampai saat ini pun kita belum tahu kapan berakhirnya pandemi Covid ini,” kata dia.

Terkait dengan aksi unjuk rasa oleh buruh untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang direncanakan akan digelar dari 6-8 Oktober 2020, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan demonstrasi.

“Di masa pandemi ini sangat rawan untuk terjadinya kluster baru terhadap penyebaran Covid-19 di demo itu, karena kita tidak menjamin mereka akan menjaga jarak di demo tersebut,” terang dia.

Ia pun mengajak kepada seluruh masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan diri dan keluarga di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak di seluruh Indonesia.

“Jadi kami mengimbau masyarakat untuk pelaksanaan demo ini jangan dilakukan. Sayangi diri sendiri. Sayangi keluarga maupun orang-orang terdekat kita karena kita juga tidak tahu siapa yang akan jadi penyebar dan ini sangat cepat penularannya,” katanya.

Terkait dengan penegakan hukum atas larangan pengumpulan massa, Polri akan melakukan pendekatan secara humanis dengan memberikan imbauan agar kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa itu tidak dilakukan atau dihentikan.

(heq/pol)

Share :

Baca Juga

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit. Foto/Polri

NASIONAL

Polri Tangani 112 Kasus Dugaan Tindak Pidana Pilkada 2020
Gunung Merapi mengeluarkan empat kali guguran lava pijar. Foto/Antara

NASIONAL

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 1.294 Warga Dievakuasi
Rumah susun di DKI Jakarta. Foto Ilustrasi/Ist

NASIONAL

Pemprov DKI Dukung Himperra Wujudkan Hunian Layak Bagi Warga

NASIONAL

Menristek: Pentingnya Kolaborasi Riset di Ekonomi Berbasis Inovasi Teknologi
Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Foto/Antara

NASIONAL

Rizieq Diperiksa Sebagai Saksi Kasus RS Ummi Bogor
Presiden Joko Widodo menjadi salah satu pembicara dalam APEC CEO Dialogues 2020 secara virtual sebagaimana ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 19 November 2020. Foto/BPMI Setpres

NASIONAL

Menteri KKP Ditangkap, Presiden Hormati Proses Hukum di KPK
Ridwan Kamil Gubernur Provinsi Jawa Barat.

NASIONAL

Ridwan Kamil Lantik 5 Kepala Daerah Jabar Hari Ini
PT Integrasi Transit Jakarta. Foto/DKI

NASIONAL

PT MRT Jakarta dan Transjakarta Bentuk Anak Perusahaan Baru