Home / EKONOMI

Kamis, 4 Februari 2021 - 09:13 WIB

Polri Tangkap Pendiri Pasar Muamalah di Depok

Ilustrasi koin emas Dinar. Foto/Antara

Ilustrasi koin emas Dinar. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap pendiri Pasar Muamalah di Depok, Zaim Saidi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, penangkapan terhadap Zaim Saidi dilakukan oleh Sub Unit 4 Bareskrim pada Selasa (2/2) malam.

“Benar, semalam ditangkap,” ungkap Brigjen Pol Rusdi saat dihubungi, Rabu (3/2).

Kemudian, Bareskrim Polri langsung menetapkan pendiri Pasar Muamalah Depok Zaim Saidi sebagai tersangka.

“Status tersangka,” jelas Karo Penmas Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Soal adanya Pasar Muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat ramai diperbincangkan warganet di media sosial beberapa waktu belakangan.

Sebab, transaksi jual beli di pasar tersebut bukan menggunakan mata uang rupiah, melainkan koin dinar dan dirham. Keberadaan pasar tersebut dapat dilacak dari riwayat digitalnya melalui berbagai pemberitaan dan publikasi sejak 2016.

Pasar Mualamah Depok Berdiri Sejak 2014

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut, Pasar Muamalah Depok yang bertransaksi dengan mata uang Dinar dan Dirham ini berdiri sejak 2014. Tujuan pembentukannya ingin mengikuti tradisi pasar di zaman Nabi.

“Dibentuk oleh tersangka ZS (Zaim Saidi) untuk komunitas masyarakat yang ingin berdagang dengan aturan yang mengikuti tradisi pasar di zaman nabi,” ungkap Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (3/2).

Diketahui, mata uang Dinar dan Dirham yang digunakan bertuliskan ‘Amir Zaim Saidi’, ukiran kaligrafi Arab dan tulisan ‘Amirat Nusantara’. Terkait hal ini, Ramadhan menjelaskan jika koin tersebut memiliki makna.

“Amirat itu pimpinan. Pimpinan dari lapak, pimpinan dari pasar Muamalah. Ketua gitu. Jadi ‘Amir’ itu bukan nama, ‘Amir’ itu istilah sebagai pimpinan. Jadi pimpinan dari pasar Muamalah, dan sekaligus penanggung jawab,” tuturnya.

Menurut Ramadhan, jumlah pedagang yang berada di pasar Muamalah berkisar 10 hingga 15 pedagang. Para pedagang menjual sembako, minuman dan hingga pakaian untuk diperjual-belikan dengan penggunaan alat tukar selain Rupiah, yakni Dinar dan Dirham.

“Kemudian tersangka juga menentukan harga beli koin Dinar dan Dirham sesuai PT aneka tambang di tambah dua setengah persen sebagai marjin keuntungan,” tukasnya.

Atas perbuatannya, Zaim akan dikenakan dengan Pasal 9 UU No 1 tahun 1946 tentang hukum pidana dan Pasal 33 UU nomor 7 tahun 2011 dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp200 juta rupiah.

“Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi tersebut pengawas, pedagang dan juga pemilik lapak,” tukasnya.

(heq/dbs)

Share :

Baca Juga

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Antara

EKONOMI

Pembiayaan Utang RI Melonjak 143 Persen Per Januari 2021
Ilustrasi upah minimum. Foto/Ist

EKONOMI

Upah Minimum 2021 Sama Dengan Tahun Ini
Ilustrasi uang Rupiah. Foto/Antara

EKONOMI

Aturan Baru BI Mudahkan Pembiayaan Bank ke UMKM
Menkeu Sri Mulyani (kiri) dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Ist

EKONOMI

DPR Setujui APBN 2021 Capai Rp2.750,02 Triliun
Harga gula pasir di pasaran sejak beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan. Foto/Antara

EKONOMI

Kementan Targetkan Bangun 4 Pabrik Gula dalam Lima Tahun
Menaker Ida Fauziyah saat menggunakan masker seusai memberikan sambutan. Foto/Antara

EKONOMI

Aturan Baru Kemnaker Soal Upah Buruh Bukan Pengurangan
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Antara

EKONOMI

Jumlah BUMN Dipangkas dari 142 Jadi 41 Perusahaan
Pusat perkantoran di kawasan Thamrin Jakarta sepi karena pandemik covid-19. Foto/Antara Foto/Nova Wahyudi

EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi RI Merangkak Naik