Home / NASIONAL

Senin, 25 Januari 2021 - 19:07 WIB

PPATK Temukan Transaksi Luar Negeri dari Rekening FPI

Petugas membongkar atribut-atribut saat melakukan penutupan markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta. Foto/Antara

Petugas membongkar atribut-atribut saat melakukan penutupan markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus transaksi luar negeri dari sejumlah rekening milik Front Pembela Islam (FPI) yang tengah diselidiki oleh pemerintah.

Ketua PPATK Dian Ediana Rae mengatakan temuan transaksi ke luar negeri itu belum dapat disimpulkan oleh pihaknya lantaran masih dalam proses pendalaman.

“Iya, itu betul (temuan transaksi luar negeri), tapi kan belum berarti bisa disimpulkan apa-apa, transaksi ke luar negeri biasa juga dilakukan organisasi, individu, atau ormas lain,” kata Dian dalam keterangannya, Senin (25/1).

Menurutnya, transaksi yang melibatkan dunia internasional itu wajar terjadi di era global saat ini.

Selain itu, kata dia, PPATK masih mendalami setiap transaksi FPI tersebut dalam analisis yang mendalam. Sehingga, setiap detail transaksi yang dilakukan juga akan turut diendus oleh pihaknya.

“Analisis dan pemeriksaan masih berlangsung. Analisis dan pemeriksaan PPATK bersifat komprehensif, artinya termasuk transaksi dalam dan luar negeri, bukan hanya untuk FPI ya, setiap kasus apapun yang kami tangani,” jelasnya.

Dalam menjalankan tugasnya, kata dia, PPATK mengacu pada Undang-undang nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Undang-undang nomor 9 Tahun 2013 tentang Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme (TPPT).

“Data detail transaksi belum dapat kami sampaikan,” ujar dia.

Mantan Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar menyebut klaim transaksi luar negeri melalui rekening FPI bisa menjadi bukti pentingnya organisasi tersebut.

Transaksi itu, menurutnya, menunjukkan bahwa organisasi yang telah dibubarkan pemerintah pada Desember 2020 lalu itu dipercaya umat islam, bukan hanya di Indonesia tapi juga umat Islam di seluruh dunia.

“Ya wajar untuk ormas selevel FPI, sepak terjangnya internasional, biasa saja, yang perhatian saja sampai negara Jerman tempo hari, kan,” kata dia.

Hingga Senin (18/1) terdapat 92 rekening yang diblokir oleh PPATK. Hal itu dilakukan untuk menginvestigasi usai ormas FPI dilarang berkegiatan oleh pemerintah pada akhir Desember 2020.

Hasil analisis keuangan tersebut nantinya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum yang berwenang untuk menjalankan pemeriksaan lanjutan.

Artinya, pemblokiran rekening tersebut belum pasti mengisyaratkan bahwa terjadi tindak pidana dalam transaksi keuangan yang dilakukan FPI.

“Hasil analisis dan pemeriksaan selanjutnya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian,” kata Dian.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Kasus positif virus corona di Indonesia. Foto/MI/Andri Widyanto

NASIONAL

Update Corona: Bertambah 2.853, Kasus Positif Jadi 440.569 Orang
Ilustrasi pelajar menggunakan internet. Ist

NASIONAL

Subsidi Kuota Internet Pelajar Berlanjut hingga 2021
Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty. Ist

NASIONAL

Indonesia Harus Siap Hadapi Ancaman Ketahanan Energi
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto/Kemnaker

NASIONAL

Kemnaker Berikan Bantuan Padat Karya ke 25 Kelompok Tani
Menteri Agama Fachrul Razi. Foto/Ist

NASIONAL

Menag Terbitkan Keputusan tentang Pedoman Umrah di Masa Pandemi
Ilustrasi hacker. Foto/Thinkstock

NASIONAL

Kejahatan Siber Incar Karyawan WFH
Komjen Agus Andrianto. Foto/Istimewa

NASIONAL

Kapolri Listyo Lantik Komjen Agus Andrianto Jadi Kabareskrim
Kantor KPK KPK di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

KPK Sita Rp440 Juta Hasil Geledah Kasus Suap Banggai Laut