Home / NASIONAL

Rabu, 7 Oktober 2020 - 15:39 WIB

Presiden Jokowi Terbitkan Perpres Vaksin Covid-19

Presiden RI Joko Widodo. Foto/BPMI Setpres

Presiden RI Joko Widodo. Foto/BPMI Setpres

JAKARTA, BERITANUSA.id – Presiden RI Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Dalam Perpres yang diteken Jokowi pada 5 Oktober lalu itu, pemerintah mengatur soal pengadaan hingga distribusi vaksin covid-19.

Proses pengadaan vaksin dilakukan oleh BUMN PT Bio Farma (Persero). Sementara jenis dan jumlah pengadaan vaksin covid-19 ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kesehatan.

Dalam prosesnya, Bio Farma bekerja sama dengan badan usaha atau lembaga dalam negeri maupun internasional oleh Kementerian Luar Negeri setelah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Pada Perpres tersebut juga mengatur kewenangan Menkes dalam menetapkan besaran harga pembelian vaksin covid-19.

“Menteri Kesehatan menetapkan besaran harga pembelian vaksin covid-19 dengan memperhatikan kedaruratan dan keterbatasan tersedianya vaksin covid-19,” dikutip dari salinan Perpres, Rabu (7/10).

Penetapan harga pembelian vaksin covid-19 dilaksanakan sesuai tata kelola yang baik, akuntabel, dan tidak ada konflik kepentingan.

Apabila terjadi force majeur atau keadaan kahar maka kerja sama penyediaan vaksin covid-19 dapat dihentikan. Keadaan kahar ini merupakan kondisi ketika ada kejadian di luar kehendak dari yang disepakati dalam kontrak.

Kemudian proses pelaksanaan vaksinasi juga dilakukan oleh Kemenkes. Nantinya Kemenkes diwajibkan untuk menetapkan kriteria dan prioritas penerima vaksin, prioritas wilayah penerima vaksin, jadwal dan tahapan pemberian vaksin, dan standar pelayanan vaksinasi.

Jokowi sebelumnya menargetkan vaksin segera tersedia pada akhir 2020.

Pemerintah sendiri terus mengembangkan vaksin baik secara mandiri maupun kerja sama dengan perusahaan China, Sinovac, yang tengah melakukan uji coba tahap ketiga vaksin Covid-19.

Selain itu ada pula PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indo Farma (Persero) dengan perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Arab, G42. Secara mandiri, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin lewat Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

(cnn/idn)

Share :

Baca Juga

Menteri Sosial Juliari P Batubara (kanan). Foto/Antara/Hafidz Mubarak A

NASIONAL

KPK Tetapkan Mensos Juliari Tersangka Bansos Covid-19
Petugas kesehatan mempersiapkan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara. Foto/Antara

NASIONAL

Siap-siap, RI Mulai Vaksinasi Pertengahan Januari 2021
Petugas DVI Polri membawa kantong jenazah yang diduga berisi potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta- Pontianak. Foto/Antara

NASIONAL

Basarnas Terima 45 Kantong Jenazah Korban SJ 182
Gedung Mahkamah Agung. Foto/Ist

NASIONAL

Sinyal Positif Mahkamah Agung
MRT jakarta. Foto/Ist

NASIONAL

Dua Pekan PSBB DKI, Jumlah Penumpang MRT Turun
Menteri KKP Edhy Prabowo, langsung ditahan usai diperiksa, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

Usai Minta Maaf, Edhy Mundur dari Menteri KKP dan Waketum Gerindra
Presiden Jokowi menyampaikan belasungkawa atas bencana di Sulawesi Barat dan Jawa Barat. Foto/Setneg

NASIONAL

Jokowi: Vaksinasi Muslim Bulan Puasa Dilakukan Malam Hari
Presiden Jokowi menyampaikan belasungkawa atas bencana di Sulawesi Barat dan Jawa Barat. Foto/Setneg

NASIONAL

Jokowi: Indonesia Peringkat ke-35 Negara Rawan Bencana