Home / UMKM

Kamis, 3 September 2020 - 10:09 WIB

Produk UMKM yang Dibutuhkan di Tengah Pandemi

Ilustrasi masker kain. Ist

Ilustrasi masker kain. Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Sejak awal Maret Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan adanya WNI yang positif Covid-19, lambat laun sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi mulai merasakan dampak dari pandemi tersebut. Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pun tak luput dari tekanan.

Banyak pelaku usaha yang sampai menutup bisnis lantaran daya beli masyarakat menurun. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hampir empat bulan ini membuat kegiatan ekonomi seperti terhenti.

Akhirnya pemerintah pun membuka kembali PSBB, kegiatan usaha pelan-pelan hidup kembali. Pembukaan SPBB tersebut tetapi tetap harus dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Di masa transisi new normal Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan banyak pelaku UMKM baru, yakni yang sebelumnya berprofesi sebagai pekerja beralih dan berkecimpung di sektor makanan, minuman, dan lainnya.

Hal tersebut karena banyak dari pekerja yang kena PHK atau dirumahkan, sehingga mereka tidak memiliki penghasilan lagi. Terdorong keinginnan untuk bertahan, banyak orang yang membuka bisnis baru baik sebagai sampingan mapun utama untuk menambah pendapatan di masa sulit saat ini.

“Saat ini yang sedang growing di e-commerce, kalau menurut hasil survei Danareksa Research Institute memang pola konsumsi berubah dari offline ke online. Saya kira yang lagi growing untuk usaha ya di mamin (makan dan minuman) atau kebutuhan primer,” kata Teten dikutip dari liputan6.com, Kamis (3/9).

Selain sektor mamin, komoditas pertanian sangat diminati masyarakat di masa pandemi, Teten menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan disektor pertanian tumbuh 16 persen.

Saat Teten melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah, ternyata di daerah kegiatan usaha itu tidak terganggu. Artinya orang tetap pergi ke ladang, ke sawah, sehingga produksi terus meningkat.

“Walaupun Ketika saya berdialog dengan nelayan-nelayan di pantura (pantai utara) memang hasil tangkapan nelayan tidak terserap semua, karena memang daya beli masyarakat menurun,” kata Teten Masduki.

Kemudian, alat-alat perlengkapan kesehatan juga banyak peminatnya, seperti masker, alat pelindung diri, hand sanitizer, minuman herbal dan lainnya. Sebab kasus covid-19 masih belum turun.

Begitupun, Sekretaris Kemenkop UKM Rully Indrawan menambahkan, berdasarkan pengamatannya memang sektor kuliner, kerajinan tangan, alat rumah tangga, furniture, pertanian, perkebunan, perikanan, merupakan sektor yang paling banyak dijual dan diminati di masa pandemi.

“Sesuai dengan pengamatan saya, sektor UMKM yang paling banyak diminati pertama sektor kuliner, Kedua adalah produk-produk kerajinan mulai dari kerajinan mainan sampai ke alat rumah tangga, dan furniture; ketiga, pertanian. Itulah tiga sektor yang mayoritas selama pandemi ini diminati oleh masyarakat,” pungkasnya. (lip)

Sumber: Liputan 6

Share :

Baca Juga

Foto: Istimewa

UMKM

Dorong Ekspor UKM Makanan dan Minuman di Masa Pandemi, ITPC Los Angeles Gelar Business Matching Virtual
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Magelang Ekspres

UMKM

Banpres Produktif Sudah Tersalurkan Kepada 9 Juta Pelaku UMKM
Ilustrasi UMKM binaan. Ist

UMKM

Pertamina Segera Kumpulkan UMKM Binaan di SMEXPO 2020
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto/Antara

EKONOMI

Menkop UKM: UU Ciptaker Bakal Perkuat KUMKM dalam Rantai Pasok
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Magelang Ekspres

NASIONAL

9,1 Juta Usaha Mikro Segera Dapat Modal Gratis Rp22 Triliun
Peternak unggas. Foto/Ist

UMKM

Kemitraan Jadi ‘Jurus’ Peternak Unggas Eksis saat Pandemi
Presiden Joko Widodo tengah rapat bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. Foto/Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

EKONOMI

Jokowi Sebut Kontribusi Ekspor UMKM Hanya 13 Persen
Penjualan rotan. Foto/Ist

UMKM

Penjualan Kerajinan Rotan di Kapuas Menurun