Home / NUSANTARA

Senin, 7 September 2020 - 10:16 WIB

Program JakWIFI Harusnya Ditiru Pemerintah Daerah Lain

JakWIFI. Foto/Ist

JakWIFI. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Program Internet Untuk Semua (JakWIFI) yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan telah banyak dimanfaatkan warga mendapat sambutan positif dari para pengamat pendidikan.

Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang menghadirkan layanan internet gratis melalui program JakWifi. Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, terutama para pelajar yang tengah menjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Ini langkah yang bagus dan cerdas untuk menunjang Pembelajaran Jarak Jauh. Saya kira ini bisa ditiru pemerintah daerah lainnya,” ujarnya dikutip Beritajakarta.id, Jumat (4/9).

Dia pun menyarankan Pemprov DKI agar terus menggencarkan sosialisasi program JakWIFI ke masyarakat luas. Sehingga layanan internet gratis tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Bisa minta para lurah dan kepala sekolah untuk bantu sosialisasi program ini. Kalau internet gratis ini ada kata sandinya, masyarakat harus tahu,” katanya.

Darmaningtyas berharap, layanan JakWIFI ini bisa membantu proses belajar mengajar di tengah kondisi pandemi. Kehadiran layanan tersebut juga diharapkan bisa mengurangi beban para orang tua yang kesulitan membeli kuota internet untuk kebutuhan belajar anak-anaknya.

“Setelah pandemi berlalu, internet akan tetap dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Jadi program JakWIFI ini memang dibutuhkan,” ucapnya.

Tanggapan positif akan program JakWIFI juga diutarakan Pengamat Pendidikan lainnya Arief Rachman. Dia menilai, upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan layanan internet gratis merupakan langkah yang sangat baik.

“Saya kira Pemprov DKI sudah tepat merespon kebutuhan warga. Sebab kalau tidak ada internet di kondisi seperti sekarang ini, anak-anak bisa tidak mendapatkan materi pelajaran,” tuturnya.

Menurut Arief, pendidikan harus bisa menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga lima potensi manusia bisa berkembang. Lima potensi yang dimaksud meliputi spiritual, emosional, intelektual, sosial dan jasmani.

“Harapan saya ke depannya pendidikan harus betul-betul terjamin. Di kondisi serba terbatas saat ini, proses belajar mengajar harus terus berjalan. Ini bisa terlaksana salah satunya dengan penyediaan fasilitas internet gratis,” tandasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi merokok. Foto/Getty Images

NUSANTARA

Merokok Sembarangan di Aceh Bakal Dipenjara 3 Hari
Gempa Mamuju. Foto/Antara

NASIONAL

Korban Jiwa Gempa Sulbar Capai 90 Orang Per 19 Januari
Ilustrasi bangunan sekolah rusak. Foto/AyoBandung

NASIONAL

Bangunan Rusak Imbas Gempa M 7,0 Sulut
Foto: Istimewa

NUSANTARA

BKTM Tarokan Bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Aktivis Tebar Benih Ikan
Dirlantas Polda Papua. Foto/Ist

NUSANTARA

Dirlantas Polda Papua Gelar Diskusi Interaktif Sambut Hari Lalulintas Bhayangkara
Ilustrasi ledakan. Foto/Istimewa

NUSANTARA

Benda Diduga Bom Meledak di Aceh
Banjir masih menjadi ancaman besar di wilayah Kalimantan Selatan, bahkan masuk dalam zona merah. Foto/Media Indonesia

NUSANTARA

Banjir Landa Kalsel, Ketinggian Capai 3 Meter
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. Foto/Ist

NUSANTARA

HUT ke-69 Humas Polri, Ini Pesan Kadiv Humas