Home / UMKM

Senin, 5 Oktober 2020 - 15:06 WIB

Program Pelatihan Digital Kemkominfo Sasar Pelaku UMKM di Wilayah 3T

Ilustrasi UMKM digital. Foto/Ist

Ilustrasi UMKM digital. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) baru saja meluncurkan Program Pelatihan UMKM Digital yang ditujukan bagi para pelaku UMKM dengan memanfaatkan platform digital dalam berbisnis. Program ini digelar bersama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

“Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memperkuat sekaligus memberdayakan pelaku UMKM,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, saat peluncuran program ini secara virtual, Senin (5/10).

Lebih lanjut dia mengatakan program pendampingan ini ditujukan untuk pelaku UMKM yang berada di luar Pulau Jawa, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan) termasuk Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

“Melalui program ini, wilayah 3T dan Daerah Pariwisata Super Prioritas bisa mendapatkan keberhasilan yang sama seperti di Pulau Jawa. Selama ini, lima provinsi yang berhasil on-boarding berada di Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten,” tuturnya melanjutkan.

Untuk itu, program pelatihan bagi UMKM ini hadir dengan materi yang komprehensif. Digelar mulai 5 Oktober hingga 12 Desember 2020, program ini menyediakan 60 modul latihan yang akan diberikah oleh para pratiksi ternama dan kredibel.

Dalam kesempatan yang sama, Johnny juga mengatakan program ini mengusung semangat keberagaman dan penghargaan pada lokalitas. Hal itu dapat dilihat dari dua agenda besar dalam program ini.

Pertama, program pendampingin ini menitikberatkan pada keberagaman potensi lokal UMKM/UMI di daerah sasaran.

“Melalui program ini, peserta diharapkan dapat memaksimalkan karakteristik dan keunikan perekonomian lokal di kawasannya, sebagai nilai tambah untuk pengembangan usahanya,” tuturnya.

Selain itu, fokus program ini adalah memberikan perhatian pada kondisi pelaku UMKM yang beragam. Jadi, program ini mencakup seluruh pelaku UMKM yang ada di Indonesia, baik pelaku UMKM tahap awal hingga yang sudah kuat.

“Bagi UMKM yang berada di tahap awal, mereka diarahkan dalam program prioritas lokal untuk dapat bersaing di skala wilayah setempat. Sementara yang sudah kuat, diarahkan ke program prioritas nasional agar dapat melebarkan sayap di tingkat nasional,” tuturnya.

(lip/enm)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi uang Rupiah. Foto/Ist

UMKM

Pencairan BLT UMKM Diperpanjang hingga 18 Februari
Kantor unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat melalui petugas Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB) mulai mensurvei usaha dari mitra UMKM Pusatnusa, Senin (12/10). Foto/Beritanusa

UMKM

PTSP Kebon Jeruk Mulai Survei 15 Mitra UMKM Pusatnusa
Pelaku UMKM. Foto: Istimewa

NUSANTARA

Pemkab Kediri Kembali Buka Pendaftaran BLT UMKM
Pelaku UMKM memperlihatkan produknya di marketplacr online. Foto/Antara/Andreas Fitri Atmoko

UMKM

Dua Cara Daftar UMKM Online
Tangkapan layar PUSATNUSA.

UMKM

Banyak UMKM yang Bergabung, PUSATNUSA Akan Jadi Badan Koperasi
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin. Foto/Ist

NASIONAL

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Bantu Pulihkan UMKM yang Terguncang
Salah satu mitra UMKM binaan dari organisasi nirlaba Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa), Imas Marsito (48). Foto/Beritanusa/Radhea Heqamudisa

UMKM

Kisah UMKM Pusatnusa yang Bisa Bertahan Usai Terima BLT
Booth UMKM. Foto/Kumparan

UMKM

Pemprov DKI-Shopee Gelar Bazaar Online Jakpreneur untuk UMKM