Home / NASIONAL

Senin, 14 September 2020 - 14:06 WIB

PSBB DKI, Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Sinkron

Ilustrasi PSBB total Jakarta. Foto/Ist

Ilustrasi PSBB total Jakarta. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Memasuki masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kembali, Senin (14/9), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh perkantoran menerapkan work from home (WFH), kecuali 11 sektor esensial. Namun, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyarankan agar 50 persen karyawan tetap bekerja.

Menanggapi hal tersebut, anggota komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai ketidaksinkronan kebijakan pusat dan daerah ini akan membuat masyarakat bingung dan akhirnya tidak peduli. Dia mengatakan, masyarakat butuh arahan yang jelas dan tegas, serta satu komando.

“Jika kebijakan seringkali tidak sinkron, jangan salahkan jika masyarakat tidak peduli, tidak disiplin dan bertindak semaunya. Akhirnya upaya menarik rem darurat untuk menahan laju kasus Covid-19 menjadi sia-sia,” kata Netty dalam keterangan persnya, Senin (14/9).

Menurut Netty, langkah yang diambil Gubernur Anies Baswedan mengembalikan aturan PSBB seperti di awal pandemi sudah tepat karena lonjakan kasus positif nyaris tidak terkendali. Sementara fasilitas kesehatan berupa ruang isolasi dan ICU semakin terbatas.

“Ibukota menyumbang angka kenaikan kasus baru Covid-19 paling tinggi. Ketersediaan fasilitas ruang isolasi dan ICU di rumah sakit nyaris penuh. Jika tidak ada langkah darurat, bahaya kesehatan yang lebih besar akan mengancam Jakarta. Apalagi kita tahu, perkantoran adalah salah satu klaster penularan Covid-19,” ujarnya.

Untuk itu, Netty meminta pemerintah segera melakukan evaluasi darurat terkait penanganan pandemi, utamanya sinkronisasi kebijakan pusat dengan daerah. Pemerintah pusat seharusnya lebih sigap dan cepat tanggap dengan kondisi darurat, juga melakukan koordinasi dan komunikasi efektif dengan pemerintah daerah dalam penanganan pandemi.

“Jangan justru kaget dan baru berkoordinasi setelah ada masalah. Mengingat Jakarta adalah Ibu Kota Negara, juga etalase Indonesia. Jika Jakarta terpuruk, kalah perang melawan Covid-19, imbasnya akan serius,” tandasnya. (rls/dpr)

Share :

Baca Juga

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di salah satu ruangan kantor wilayah Jakarta. Foto/Antara/Rivan Awal

NASIONAL

Lurah Petamburan Terpapar Covid, Kantor Tutup hingga Jumat
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19 Doni Monardo. Foto/MI

NASIONAL

Satgas Targetkan RI Bebas Covid 17 Agustus 2021
Logo KPU pada mural sebuah tembok di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten. Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

NASIONAL

100,3 Juta Pemilih Pada Pilkada Serentak 2020
Wisma Atlet Kemayoran. Foto/Berita Satu

NASIONAL

Pasien Mesum Sesama Jenis di Wisma Atlet Jadi Tersangka
Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjadi Kapolri usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara hari ini. Foto/Tangkapan Layar Youtube Setpres

NASIONAL

Listyo Sigit Resmi Jabat Kapolri
Ilustrasi orang pakai masker. Foto/Ist

NASIONAL

Update Kasus Corona 7 September: 196.989 Positif, 140.652 Sembuh
Tokoh pers Indonesia Jakob Oetama. Foto/Ist

NASIONAL

Tokoh Pers Jakob Oetomo Meninggal Dunia
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto/Ist

NASIONAL

Dana Desa PPKM Mikro Dilaporkan Belum Cair