Home / NASIONAL

Kamis, 11 Februari 2021 - 13:18 WIB

Publik Diminta Tak Berasumsi Penyebab SJ 182 Jatuh

Petugas bawa serpihan pesawat Sriwijaya Air. Foto/Antara

Petugas bawa serpihan pesawat Sriwijaya Air. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono meminta masyarakat tidak berasumsi ihwal penyebab pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu Jakarta. KNKT saat ini masih terus melakukan investigasi.

Soerjanto mengatakan KNKT sampai saat ini belum mendapatkan kesimpulan karena masih membutuhkan data yang lebih lengkap.

“Pada saat ini untuk tidak membikin asumsi-asumsi atau perkiraan-perkiraan mengenai penyebab dari kecelakaan, karena datanya masih jauh dari kurang,” kata Soerjanto dalam jumpa pers yang digelar virtual, Rabu (10/2).

KNKT masih terus mencari cockpit voice recorder (CVR) pesawat yang belum ditemukan. CVR dibutuhkan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai penyebab jatuhnya pesawat.

CVR merupakan bagian lain dari blackbox pesawat yang merekam percakapan pilot di ruang kokpit. Kotak itu disebut paling tahan benturan dan tahan panas hingga suhu 1.000° C selama 1 jam.

Sementara itu, KNKT masih menggunakan data yang dimiliki dari flight data recorder (FDR) dan sejumlah komponen pesawat sebagai bahan analisis penyebab jatuhnya pesawat.

“Sehingga hal ini masih butuh waktu untuk mengungkap kenapa terjadi seperti ini, seperti itu. Kita tidak bs menjawab (penyebab jatuhnya pesawat) dengan data-data yang ada saat ini,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan tuas pengatur tenaga mesin (throttle) sebelah kiri sempat bergerak mundur atau tenaga berkurang sebelum pesawat jatuh. Sementara throttle sebelah kanan berfungsi normal.

Namun, Nurcahyo mengatakan hal itu bukan berarti ada kerusakan pada throttle pesawat. Sebab, kedua throttle, baik sebelah kiri maupun kanan menunjukkan anomali.

“Anomali untuk yang kiri, dia mundur terlalu jauh, sedangkan yang kanan dia benar-benar tidak bergerak, seperti macet. Jadi kita tidak tahu sebetulnya yang rusak kiri apa kanan. Ini yang kita belum bisa menjelaskan sampai hari ini apakah ada kerusakan,” ujar Nurcahyo.

Selain itu, hal tersebut juga belum pasti bahwa kerusakan ada di bagian throttle. Sebab, sistem auto throttle juga berkaitan dengan 13 komponen lainnya.

“Jadi mengapa anomali yang terjadi dalam throttle yang muncul, yang terlihat, penyebabnya komponen yang mana kami belum bisa menentukan, karena ada 13 komponen terkait gerakan auto throttle,” jelasnya.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi kegiatan selama PSBB Transisi di Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

Sederet Aturan PPKM Jawa-Bali
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Eko Wahyu Fredian, S.I.K. Foto/Istimewa

NASIONAL

Hari Pers Nasional, Polri Syukuran Bersama Insan Media
Ilustrasi--Imlek. Foto/Antara

NASIONAL

Pengelola Panjtoran PIK Jadi Tersangka Kerumunan Imlek
Tokoh pers Indonesia Jakob Oetama. Foto/Ist

NASIONAL

Tokoh Pers Jakob Oetomo Meninggal Dunia
Aksi unjuk rasa buruh. Foto/Detik

NASIONAL

Tolak UU Ciptaker, Buruh Demo Besar-besaran di Hari Pahlawan
Kesiapan rumah sakit tangani pasien Covid. Foto/Antara

NASIONAL

Daftar RS Swasta yang Buka Vaksinasi Covid
Ilustrasi minuman keras. Foto/MI

NASIONAL

DKI Kantongi Rp300 Miliar dari Bir Delta dalam 5 Tahun

NASIONAL

Kemendes-KPK Kerjasama Berantas Korupsi di Desa