Home / TOPAD

Kamis, 15 Oktober 2020 - 14:05 WIB

Punahnya Sikap “Taat”, Berdampak Kepada Kepunahan Bangsa Ini

Parluhutan (Topad),Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

Parluhutan (Topad),Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

Oleh: Topad, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

MENEMUKAN kata “taat” di Negeri ini cukup mudah, sebut saja taat lalu lintas, taat aturan, taat agama, taat adat dan taat demi taat yang lainnya. Yang sulit di negeri ini adalah menjalankan kata taat tersebut. Banyak upaya yang sudah dilakukan, menguras tenaga, pikiran dan juga anggaran yang sangat besar sekali.

Contoh paling nyata belakang ini terkait penanggulangan virus Corona (Covid-19). Kebijakan sudah menumpuk, pihak yang dilibatkan berjejer, biaya yang dikeluarkan melimpah ruah, namun “taat” masih sangat sulit melekat ke hati masing-masing rakyat yang mendiami nusantara ini. Lantas kapan “taat” bisa melekat di hati masyarakat Indonesia dan kapan pula dapat menjadi perilaku yang sudah menjadi budaya dan kebiasaan sehari-hari?

Banyak referensi dari negara-negara maju di belahan dunia ini, bahwa faktor utama yang membuat negara mereka bisa berbeda pencapaiannya dari Negara kita hanya karena faktor “taat”. Lihat negara Finlandia yang dikategorikan sebagai negara yang paling bahagia di dunia ini, bukan karena alamnya yang melimpah ruah, bukan karena penduduknya yang sangat besar, bukan karena partai politiknya banyak dan kuat, bukan karena gedung sekolah dan rumah ibadah yang sangat banyak bilangannya, namun karena “taat” yang menghasilkan kejujuran dan kedisiplinan yang tinggi. Kesejahteraan para pendidik cukup tinggi, profesi pengajar sangat dibanggakan dan biaya sekolah gratis.

Taat di negeri kaya raya ini cukup langka, diduga dapat dikomersilkan atau diperdagangkan dengan harga yang cukup fantastis yang dampaknya sangat besar dan sudah berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan sudah menyasar hampir ke semua bidang, termasuk ke area yang paling sakral sekalipun yaitu agama, sosial dan budaya. Tidak tertutup kemungkinan bahwa negara ini akan terpuruk sampai ke titik yang paling dalam bahkan bangkrut sekalipun, apabila perihal “taat” ini tidak segera kita atasi bersama.

Share :

Baca Juga

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Imlek Milik Siapa?
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com)

TOPAD

Kunci Akhiri Covid-19, Sudah Ditemukan Sejak Pertengahan 2020
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Corona B117 Muncul, Akankah Maret Mop Gantikan April Mop?

TOPAD

Sistem Eprocurement Menyamarkan Penguapan Anggaran Ratusan Triliun Per Tahun
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). (Foto: Radhea Heqamudisa/Beritanusa.id)

TOPAD

Menanti Loncatan Besar
Ketua Umum PUSATNUSA Topad. Foto/Radhea Heqamudisa

TOPAD

‘Salus Populi Suprema Lex Esto’
Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S. Foto/pribadi

TOPAD

Pencitraan Tv One Demi Uang?
Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan melantik sejumlah pengurus daerah. Foto: Beritanusa.id

TOPAD

Pidato Lengkap Ketua Umum PUSATNUSA saat HUT ke-75 RI