Home / EKONOMI

Selasa, 6 Oktober 2020 - 14:13 WIB

PUPR Peroleh Pagu Anggaran Tahun 2021 Rp149 Triliun

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto/PUPR

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto/PUPR

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperoleh pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp149,81 triliun atau bertambah Rp34,23 triliun dari pagu indikatif sebesar Rp115,58 triliun. Rencananya program infrastuktur PUPR ditujukan untuk mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam mendukung pemulihan ekonomi, pihaknya akan terus melaksanakan belanja infrastuktur daerah. Di antaranya pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, sistem air minum, penataan kawasan, infrastruktur di kawasan pariwisata dan rumah MBR.

“Pada masa Pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat dari turunnya investasi, demikian juga ekspor impor, sehingga satu-satunya yang menunjang pertumbuhan ekonomi adalah belanja Pemerintah salah satunya adalah belanja infrastruktur,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Senin (5/10).

Untuk mitigasi dampak Covid-19, Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) melalui 16 program dengan anggaran sebesar Rp12,32 triliun. Program tersebut diantaranya untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi dan rumah swadaya.

Di samping itu juga dialokasikan anggaran sebesar Rp1,36 triliun untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berupa perluasan Program Padat Karya berupa revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 km dengan anggaran Rp1 triliun dan pembelian produk rakyat berupa material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100.000 Ton sebesar Rp 200 milar, modular RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) sebanyak 4.700 unit senilai Rp125,04 miliar, Modular RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) 250 unit senilai Rp5,28 miliar.

Kemudian pembelian karet petani di Provinsi Bengkulu senilai Rp 20 miliar, pengadaan alat Light Weight Deflectometer (LWD) 33 unit senilai Rp5 miliar yang digunakan untuk menguji kekuatan struktur tanah dasar/granular secara semi otomatis dan portable sehingga mudah dibawa ke lokasi proyek yang masih sulit diakses. Produk rakyat lain berupa Big Gun Sprinkler 250 unit senilai Rp3,75 miliar, Tandon Air 300 unit senilai Rp1,80 miliar dan Biodegester 500 unit senilai Rp1,60 miliar.

Selain itu untuk mendukung peningkatan konektivitas, dialokasikan anggaran untuk pembelian karet petani sebanyak 11.338 ton senilai Rp100 miliar dan pembelian Resin Ester 790,42 ton sebesar Rp25 miliar.

(heq/kem/ppr)

Share :

Baca Juga

Pekerja di DKI Jakarta. Foto/Ayo Jakarta

EKONOMI

Sri Mulyani Sebut 3/4 Pekerja yang Berhenti Sudah Mulai Kerja
Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. Foto/MI

EKONOMI

Pulihkan Ekonomi, Perlu Ada Digitalisasi Ekonomi Syariah
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah.

EKONOMI

Kebijakan Fiskal Ekspansi-Konsolidatif RAPBN 2021 Untuk Bangkitkan Ekonomi
Ilustrasi token listrik gratis PLN. Foto/Ist

EKONOMI

Cara Klaim Token Listrik Gratis Desember
Penerima manfaat menunjukkan Kartu Prakerja. Foto/Antara

EKONOMI

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Segera Dibuka
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Foto/Ist

EKONOMI

Sulit Capai Target Pertumbuhan Ekonomi pada 2021
Kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) memasuki Stasiun Velodrome Rawamangun. Foto/MI

EKONOMI

MRT dan LRT Akan Dibangun di 5 Kota Lewat Dana Abadi
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menawarkan produk yang dijual saat pameran produk UMKM di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

EKONOMI

Bangkitkan Sektor UMKM, Upaya Pemerintah Pulihkan Ekonomi