Home / NASIONAL

Jumat, 4 September 2020 - 10:38 WIB

Rakyat Masih Butuh BBM Murah

BBM premium. Foto/Ist

BBM premium. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto dengan tegas menolak wacana Direktur Pertamina Nicke Widyawati, menghapuskan BBM jenis premium dan pertalite. Menurutnya, penghapusan BBM jenis tersebut secara serta-merta akan memberatkan rakyat, yang masih menanggung beban pandemi Covid-19.

“Ini adalah program yang tidak tepat waktu. PKS menolak program-program Pemerintah yang hanya akan memberatkan rakyat yang tengah menderita, baik secara kesehatan maupun ekonomi sekarang ini,” ujar Mulyanto dikutip laman resmi DPR RI, Jumat (9/4).

Sebelumnya, Dirut Pertamina Nicke Widyawati dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada awal pekan ini menyampaikan rencana penghapusan BBM jenis premium dan pertalite. Dia menjelaskan alasannya salah satunya karena terjadi penurunan permintaan premium, serta terjadi peningkatan permintaan Pertalite dan Pertamax selama tahun 2020, termasuk pada masa pandemi sekalipun.

Hal tersebut pun sontak dibantah Mulyanto. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu menilai bahwa permintaan masyarakat terhadap premium itu tetap tinggi. Sehingga yang terjadi bukanlah permintaan yang turun, tetapi supply yang dibatasi.

“Kalau supply dilepas, tanpa kontrol ketat, permintaan pasti akan naik. Karena pada prinsipnya masyarakat masih membutuhkan BBM yang murah. Tingkat ekonomi dan daya beli masyarakat masih sebatas itu,” ungkapnya.

Ditegaskan Mulyanto, pihaknya akan mendukung upaya Pertamina menghadirkan BBM ramah lingkungan sebagaimana yang diatur dalam Paris Agreement 2015, standar EURO 4, serta Permen KLHK Nomor 20 tahun 2017 terkait dengan BBM bersih.

Tapi pelaksanaan ketentuan itu tidak bisa serta-merta diterapkan di Indonesia. Ketentuan aturan itu harus dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan daya beli masyarakat. Bukan sekedar latah dan gengsi dengan negara-negara di Eropa yang sudah maju.

“Logika BBM bersih dan logika BBM murah ini adalah dua hal yang tidak bisa dipertentangkan. Masyarakat juga akan senang menggunakan BBM bersih, karena akan bermanfaat bukan hanya untuk lingkungan hidup tetapi juga pada mesin kendaraan mereka,” ungkap Mulyanto.

“Tapi masyarakat juga rasional. Kalau harus memilih antara BBM bersih dan BBM murah, di lapangan yang terjadi adalah masyarakat lebih memilih BBM murah,” pungkasnya. (heq)

Share :

Baca Juga

Menteri Agama Fachrul Razi. Foto/Ist

NASIONAL

Menag Fachrul Razi Sembuh dari Covid-19
Elemen buruh berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional di Jkaarta. Foto/Antara

NASIONAL

Tolak Gugat ke MK, KASBI Desak Jokowi Teken Perppu Ciptaker
Kantor KPK KPK di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

Istri Edhy Prabowo Disebut Terima Uang Korupsi Lobster
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto/Ist

NASIONAL

Warga Tolak Divaksin Bisa Masuk Penjara
Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus delapan orang yang diduga sebagai mafia tanah. Foto/Polri

NASIONAL

Polisi Ungkap Sindikat Pemalsu Sertifikat Tanah di DKI Senilai Rp6 Miliar
Tenaga kesehatan tengah menyimpan data pasien Covid-19. Foto/Antara

NASIONAL

Update Corona 13 Januari: Tambah 11.278, Positif 858.043
Presiden Jokowi menyampaikan belasungkawa atas bencana di Sulawesi Barat dan Jawa Barat. Foto/Setneg

NASIONAL

Jokowi: Vaksinasi Muslim Bulan Puasa Dilakukan Malam Hari
Ilustrasi pemungutan suara di Pilkada. Foto/MI

NASIONAL

KPU Tetapkan Pilkada Serentak 2020 Jadi Hari Libur Nasional