Home / EKONOMI

Kamis, 26 November 2020 - 11:06 WIB

Realisasi Dana PEN Capai 60,9 Persen per 23 November

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto/MI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merangkap Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Budi Gunadi Sadikin memaparkan realisasi penyerapan dana PEN baru Rp423,23 triliun per 23 November 2020.

Angka itu setara dengan 60,9 persen dari total pagu yang sebesar Rp695,2 triliun.

“Saya berikan update kami sudah cairkan sebesar Rp423,23 triliun atau 60,9 persen,” ucap Budi dalam konferensi pers, Rabu (25/11).

Ia merinci penyerapan paling banyak terjadi di sektor perlindungan sosial, yakni Rp203,6 triliun. Ini berarti, pemerintah sudah mengucurkan dana untuk perlindungan sosial 86,88 persen dari total pagu yang sebesar Rp234,34 triliun.

BACA JUGA:  Ini Syarat Dapat Dana Hibah Pariwisata dari Pemerintah

Kemudian, penyerapan di sektor UMKM tercatat sebesar Rp97,05 triliun atau setara dengan 84,53 persen dari target Rp114,81 triliun. Lalu, sektor sektoral kementerian/lembaga (k/l) dan pemerintah daerah (pemda) sebesar 54,66 persen atau Rp36,06 triliun dari target Rp65,97 triliun.

Selanjutnya, realisasi di sektor kesehatan sebesar Rp39,69 triliun atau 40,81 persen dari pagu Rp97,26 triliun, insentif usaha sebesar Rp44,82 triliun atau 37,16 persen dari pagu Rp120,61 triliun, dan pembiayaan korporasi baru terealisasi sebesar Rp2 triliun ata 3,22 persen dari pagu Rp62,22 triliun.

Ia bilang realisasi PEN terus meningkat dari bulan ke bulan. Rinciannya, realisasi dana PEN pada September 2020 sebesar Rp318,48 triliun.

BACA JUGA:  BLT Diperpanjang, Kemenkop Minta Pemda Perbaiki Data UMKM

Kemudian, realisasinya meningkat pada Oktober 2020 menjadi sebesar Rp363,66 triliun. Lalu, realisasi jelang akhir November naik sekitar Rp59 triliun.

Realokasi Anggaran

Di samping itu, Budi menjelaskan pemerintah melakukan realokasi anggaran PEN tahun ini. Anggaran untuk beberapa sektor meningkat.

Salah satunya adalah sektor kesehatan. Pemerintah menaikkan anggaran untuk sektor tersebut dari Rp87,55 triliun menjadi Rp97,26 triliun.

“Kenaikan besar di sektor kesehatan ini karena rencana kami untuk melakukan program vaksinasi,” kata Budi.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan anggaran untuk perlindungan sosial. Dana untuk program itu naik dari Rp203,9 triliun menjadi Rp234,33 triliun.

(cnn/ant)

Share :

Baca Juga

Gaji uang Rupiah. Foto/Ist

EKONOMI

THR dan Gaji ke-13 ASN 2021 Cair Tanpa Potongan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Antara/Muhammad Adimaja

EKONOMI

Bansos Diklaim Bantu 3,4 Juta Orang dari Kemiskinan
Aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Foto/Antara

EKONOMI

Keuntungan RCEP bagi Ekonomi Indonesia
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil siap menjadi relawan uji klinis vaksin covid-19. Foto/Antara

EKONOMI

Daftar Kenaikan UMK 2021 di Jabar, Kabupaten Bekasi Tertinggi
Ilustrasi UMKM. Foto/Ist

EKONOMI

Program Kemitraan Investasi Besar dan UMKM Disiapkan BKPM
Wilayah Blok Rokan Chevron. Foto/Ist

EKONOMI

SKK Migas dan Chevron Sepakati Perjanjian Produksi Minyak di Blok Rokan
Tol layang Jakarta-Cikampek yang akan segera beroperasi. Foto/Antara

EKONOMI

Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik Lagi Bulan Ini
Uang pecahan Rp5.000 tahun emisi 1975 tak akan berlaku lagi mulai akhir tahun 2020. Foto/Ist

EKONOMI

Segera Tukar, 6 Pecahan Uang Rupiah Tak Berlaku Lagi