Home / NUSANTARA

Jumat, 8 Januari 2021 - 14:41 WIB

Realisasi Kawasan Food Estate di Kapuas Capai 18 Ribu Hektar

Kawasan Food Estate di Kalimantan Tengah. Foto/Antara

Kawasan Food Estate di Kalimantan Tengah. Foto/Antara

KUALA KAPUAS, BERITANUSA.id – Pada awal tahun 2021 ini, progres realisasi olah tanah di kawasan Food Estate yang berada di Kabupaten Kapuas telah mencapai 18 ribu hektar dari total 20 ribu hektar yang telah direncanakan. Sedangkan untuk progres realisasi tanam yang tersebar di 11 Kecamatan telah mencapai 9.334,40 hektar.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kapuas, Aswan mengatakan untuk program nasional Food Estate di Kalimantan Tengah, total luas wilayah yang dijadikan kawasan ketahanan pangan ini seluas 30 ribu hektar, yang tersebar di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Kapuas seluas 20 ribu hektar dan 10 ribu hektar sisanya berada di Kabupaten Pulang Pisau.

“Untuk di Kabupaten Kapuas sendiri, 20 ribu hektar ini tersebar di beberapa kecamatan dan progres sampai hari ini bahwa realisasi olah tanah yaitu sekitar 18.928,22 hektar dengan yang masih dalam proses penyelesaian, dalam hal ini belum olah tanah tersisa 1.071,79 hektar,” terang Aswan dalam keterangannya, Jumat (8/1).

Lanjutnya, guna mendukung penuh program ini, Dinas Pertanian Kapuas terus melakukan pembinaan kepada para petani untuk memperkuat penyuluh lapangan, tentang bagaimana memberi semangat kepada petani agar mendukung program ini dan berusaha untuk menanam padi unggul.

“Harapan kita para petani dapat diberikan pemahaman mengenai hal ini, sebab selama ini para petani memang masih belum familiar dengan padi unggul. Kemudian kita juga terus melakukan pemantauan dilapangan agar para kelompok tani dapat berperan karena program ini saya kira luar biasa,” ungkapnya.

Masih menurut Aswan, terdapat empat hal penting dalam program ini, pertama berkaitan dengan bagaimana pengembangan berbagai komuditas, baik itu pertanian, pangan, holtikultura, peternakan dan beberapa komuditas lainnya.

Kemudian lagi adalah bagaimana memanfaatkan mekanisasi pertanian, terutama menggunakan alat mesin pertanian secara maksimal untuk meningkatkan hasil produksi.

“Yang ketiga adalah bagaimana meningkatkan peran Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini para petani, karena selain meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga meningkatkan olahan hasil pertanian itu. Sedangkan hal penting lainnya berkaitan dengan industri pengolahan, sebab konsep Food Estate ini memang cukup bagus karena diharapkan setelah panen nanti, mungkin langsung ada proses pengepakan,” ujarnya.

Terkait persiapan tanam perdana yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden RI nantinya, Aswan menuturkan dari 400 hektar yang akan dilakukan tanam perdana, 200 hektar sudah siap tanam dan 200 hektar sisanya masih dalam proses pengerjaan.

“Kendala kita dilapangan kenapa tidak bisa sesuai terget 400 hektar ini, sebab alat Hand Traktornya dulu masih minim, namun sekarang sudah ada bantuan sehingga sudah tersedia 30 alat Hand Traktor,” pungkasnya.

(kab/kap)

Share :

Baca Juga

Banjir Kota Medan. Foto/Antara

NUSANTARA

Banjir Rendam 7.872 Rumah di Medan
Tim gabungan mencari korban tanah longsor di Sumedang. Foto/Basarnas

NASIONAL

36 Orang Tewas, 4 Hilang Korban Longsor Sumedang
Ilustrasi pengamanan TNI-Polri. Foto: Antara

NASIONAL

Serang TNI di Intan Jaya, Seorang Anggota KKB Tewas
TNI-ADF gelar pertemuan Sub Komite Logistik Gabungan. Foto/TNI

NUSANTARA

TNI-ADF Gelar Pertemuan Secara Virtual Bahas Logistik
Korem 162/WB menggelar kegiatan olahraga bersama dan bakti sosial. Foto/TNI

NUSANTARA

Sambut HUT TNI ke-75, TNI-Polri Kota Mataram Gelar Baksos dan Olahraga
Ilustrasi pilkada 2020. Foto: Istimewa

NASIONAL

Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 Tetap Tepat Waktu
Ilustrasi gempa bumi. Foto/Ist

NASIONAL

Gempa M 5,2 Guncang NTT dan Maluku Barat Daya
Ilustrasi korban positif Covid-19 meninggal dunia. Foto/AFP

NUSANTARA

Bupati Bandung Barat dan Istri Positif Covid