Home / EKONOMI

Rabu, 22 Juli 2020 - 13:55 WIB

Resesi Ekonomi Bayangi Indonesia

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Sejumlah ekonom memprediksi Indonesia berada di gerbang resesi ekonomi. Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang telah dua kali membeberkan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam kuartal berjalan dan beberapa kuartal ke depan, menegaskan bahwa proyeksi pertumbuhan PDB suram.

Legislator Fraksi PKS Anis Byarwati menyampaikan pandangannya terkait hal ini. Menurutnya, sebenarnya bukan hanya Indonesia yang diprediksi akan mengalami resesi. Kondisi ekonomi secara global, diprediksi akan mengalami resesi. “Dunia diprediksi akan mengalami resesi,” ungkapnya dalam rilis persnya, Selasa (21/7).

Anis memaparkan prediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia di mana tahun ini Singapura diprediksi minus 6,8 persen, Malaysia minus 8 persen, Amerika minus 9,7 persen, Inggris minus 15,4 persen, Jerman 11,2 persen, Prancis minus 17,2 persen, Jepang minus 8,3 persen. Bahkan IMF pun memprediksi output ekonomi dunia tahun ini akan menyusut hampir 5 persen, atau hampir 2 persen lebih buruk dari perkiraan yang dirilis pada bulan April.

Lebih lanjut, Anggota Komisi XI DPR RI ini berpendapat bahwa pemerintah perlu lebih fokus dalam penanganan dampak Covid-19. Menurutnya, aspek kesehatan rakyat tidak bisa dianggap remeh. “Hampir semua kalangan mengeluhkan soal lambatnya penanganan Covid-19 ini. Bahkan Presiden Jokowi sendiri juga mengeluhkan soal ini,” kata Anis.

Tidak hanya itu, Anis juga menyoroti serapan dana penanganan Covid-19 yang ternyata masih sangat rendah. “Ini menjadi catatan buruk bagi pemerintah,” ujarnya. Karena itu Anis meminta pemerintah memperbaiki kinerjanya agar penanganan dampak Covid-19 khususnya di bidang ekonomi bisa berjalan lebih baik.

Dampak resesi yang akan dirasakan masyarakat nantinya adalah semakin sulitnya lapangan pekerjaan. Aktivitas ekonomi yang belum kembali normal menjadikan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. “Kemudian diikuti dengan jatuhnya daya beli masyarakat karena berkurangnya pendapatan mereka. Maka, masyarakat menengah ke bawahlah yang kemungkinan akan benar-benar merasakan dampak resesi ini,” tutup Anis. (rls/dpr)

Share :

Baca Juga

Vaksin covid-19 produksi Sinovac. Foto/AFP

EKONOMI

Bio Farma Produksi 4 Juta Dosis Vaksin Siap Pakai
Warga bermasker sedang memilih sayuran di pasar tradisional Pondok Labu, Jakarta (7/6/2020). Foto/Antara/Reno Esnir

EKONOMI

Inflasi Naik 0,28 Persen pada November 2020
Ilustrasi--Lahan Blok 47 PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Kebun Tobasari, Simalungun, Sumatra Utara. Foto/Antara

EKONOMI

Pemerintah Bidik Ekspor Teh, Kopi dan Kakao ke Inggris
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyerahkan bantuan pemerintah sebesar Rp12,2 miliar untuk nelayan hingga pelaku UMKM saat mengunjungi Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/10). Foto/KKP

EKONOMI

Menteri Edhy Serahkan Bantuan Rp12,2 Miliar ke Nelayan di Brebes
Pemberian insentif kepada peserta pelatihan Kartu Prakerja tetap sama yakni Rp2.400.000 yang akan diberikan selama empat bulan. Foto/Antara

EKONOMI

Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Kartu Prakerja 2021
Ilustrasi uang Rupiah. (Foto: Ist)

EKONOMI

Sinergi Pengawasan Dana Penanganan Covid-19 Dilakukan Pemerintah Pusat dan Daerah
Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani. Foto/CNBC

EKONOMI

Pengusaha Sambut Positif UU Cipta Kerja
Presiden Joko Widodo mengenakan masker saat memimpin upacara pelantikan Kepala BNPT, di Istana Negara, Jakarta. Foto/Antara

EKONOMI

Jokowi Cabut Perpres Izin Investasi Miras di RI