Home / NASIONAL

Rabu, 23 Desember 2020 - 10:33 WIB

Rilis BNN 2020: Ungkap 806 Kasus, Sita Narkoba Rp86 M

Petugas BNN melakukan pengamanan di dekat barang bukti saat rilis pemusnahan barang bukti narkotika, di Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Selasa (12/3/2019). Foto/Antara

Petugas BNN melakukan pengamanan di dekat barang bukti saat rilis pemusnahan barang bukti narkotika, di Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Selasa (12/3/2019). Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis telah mengungkap 806 kasus tindak pidana narkoba dan menyita total 1,12 ton sabu sepanjang 2020.

Kepala BNN Heru Winarko mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap 92 jaringan sindikat narkoba di Indonesia. Sebanyak 88 jaringan ini di antaranya telah diungkap.

Tidak hanya itu, Heru juga mengatakan pihaknya telah menyita barang bukti narkoba, di antaranya 1,12 ton sabu, 2,36 ton ganja, dan 340.357 butir ekstasi.

“Berangkat dari jaringan tersebut, BNN berhasil mengungkap 806 tindak pidana narkotika dengan total tersangka 1.247 orang, sepanjang 2020 BNN telah berhasil memetakan 92 jaringan sindikat narkotika, dan menyita 1,12 ton sabu,” kata Heru dalam keterangan resmi, Selasa (22/12).

“Upaya menelusuri kejahatan narkotika juga terus dilakukan BNN dengan menelusuri tindak pidana kasus pencucian uang (TPPU) dan kasus narkotika,” imbuhnya.

Adapun aset yang disita BNN dari penelusuran TPPU kasus narkotika tahun ini senilai Rp86.022.409.817.

Heru juga menyampaikan, modus penyelundupan narkotika pada 2020 tidak banyak berubah dengan tahun sebelumnya. Penyelundupan melalui jalur laut masih menjadi favorit para pengedar dan distributor narkoba.

“Penyelundupan melalui jalur laut masih menjadi primadona,” tutur Heru.

BNN juga mencatat ada penurunan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia hingga 0,6 persen pada 2019. Menurut analisa Heru, artinya ada sekitar1juta orang tidak lagi melakukan penyalahgunaan narkoba.

“BNN mencatat ada penurunan prevalensi penyalahgunaan narkoba 2,4 persen pada 2015 menjadi1,8 persen pada 2019, dengan demikian terjadi penurunan angka prevalensi 0,6 persen sampai 2019, artinya sebanyak 1 juta orang tidak lagi melakukan penyalahgunaan narkoba,” kata Heru.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Foto/MI

NASIONAL

Kinerja KPK Era Firli Bahuri Lebih Baik
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. Foto/MI

NASIONAL

Ketum PBNU Imbau Jangan Mudah Terprovokasi Pemecah Bangsa
Misa Natal Katedral Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Kemenag Keluarkan Aturan Ibadah Natal, Kapasitas 50 Persen
Ilustrasi tenaga kesehatan. Foto/Ist

NASIONAL

RS Covid Sejumlah Daerah Hampir Penuh
Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta memberikan sambutan di ruangan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020). Foto/Kompascom

NASIONAL

Tolak Vaksin di DKI Terancam Tak Dapat Bansos dan Denda Rp5 Juta
Suasana di Ibu Kota Jakarta. Foto/Sindonews

NASIONAL

PSBB Transisi di Jakarta Mulai Berlaku, Ini Sederet Aturannya
Ilustrasi UMKM. Foto/Ist

NASIONAL

RUU Cipta Kerja Segera Disahkan, Ini Dampak Bagi UMKM
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19. Foto/Antara

NASIONAL

Kemendikbud Ajukan Rp2,6 T untuk Kuota PJJ 2021