Home / NASIONAL

Rabu, 27 Januari 2021 - 18:04 WIB

RS Swasta Keluhkan Pemerintah Tunggak Biaya Covid-19

Tenaga kesehatan tengah menyimpan data pasien Covid-19. Foto/Antara

Tenaga kesehatan tengah menyimpan data pasien Covid-19. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) mengeluhkan besarnya biaya penanganan pasien virus corona (Covid-19) di sejumlah RS swasta tanah air yang belum diganti pembayarannya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Besaran biaya yang diklaim belum dibayar sejak Oktober 2020 lalu itu disebut telah mencapai ratusan miliar rupiah. Data ARSSI pun memperlihatkan setidaknya kurang lebih sudah ada 700 RS swasta yang dijadikan tempat rujukan pasien Covid-19 di tanah air.

“Memang betul belum dibayarkan, juga klaim-klaim yang sebelumnya kan banyak yang dikembalikan dan belum dibayar juga. Kalau keseluruhannya bisa ratusan miliar,” kata Sekretaris Jenderal ARSSI Iing Ichsan Hanafi dalam keterangannya, Rabu (27/1).

Ichsan pun mengaku telah mendapat banyak keluhan dari RS swasta di penjuru Indonesia, khususnya RS yang fasilitas dan tenaga kesehatannya berkapasitas sedang atau kecil.

Keterlambatan pembayaran biaya pengobatan Covid-19 oleh negara itu, lanjutnya, dikhawatirkan membuat aktivitas RS swasta terhambat.

Sementara Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes meminta penambahan kapasitas tempat tidur sebanyak 30-40 persen pada bulan ini.

“Dampaknya nanti bisa mengganggu cash flow Rumah Sakit, jadi kesulitan beli obat, kesulitan menambah kapasitas tempat tidur,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Ichsan mengaku pihaknya telah memberitahu kabar ini kepada Kemenkes. Pihaknya juga mengatakan sempat mendengar kabar keterlambatan biaya pengobatan Covid-19 itu disebabkan anggaran dari Kementerian Keuangan yang belum cair.

“Sudah kita sampaikan ke Kemenkes. Sore ini kita ada pertemuan dengan Pak Menkes juga akan kita sampaikan,” pungkasnya.

Dalam hal biaya pengobatan, Kemenkes sebelumnya telah memastikan setiap pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit tidak akan dikenakan biaya sepeserpun alias gratis.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 413 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dalam beleid itu terbaca bagi pasien suspek, probable maupun confirm Ccovid-19 yng dirawat di Rumah Sakit akan dibiayai oleh pemerintah.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Foto/Antara

NASIONAL

Muhammadiyah Prediksi Pandemi Akan Terkendali pada 2022
Komjen Listyo Sigit Prabowo. Foto/Antara

NASIONAL

Sederet Program Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri
Presiden RI Joko Widodo. Foto/Antara

NASIONAL

Jokowi Lantik 5 Anggota Dewan Pengawas LPI
Ilustrasi warga saat menerima bantuan uang tunai. Foto/Antara

NASIONAL

Lurah Didesak Usut Oknum RT Potong Bansos Warga DKI
ilustrasi ekspor dan impor. Foto/Ist

NASIONAL

Pemerintah Didorong untuk Pemberdayaan Produk Domestik Tekan Impor
Ilustrasi PLN. Foto/Ist

NASIONAL

PLN Beri Listrik Gratis untuk Bulan Agustus, Begini Caranya
Guru honorer yang mengajar secara daring selama pandemi tetap harus digaji (Ilustrasi). Foto/MI

NASIONAL

Kemendikbud Buka Peluang Guru Honorer Jadi P3K
Ilustrasi pasien positif Covd-19. Foto: Istimewa

NASIONAL

Kasus Covid-19 Tembus 100 Ribu, DPR Pertanyakan Penanganan Pemerintah