Home / GLOBAL

Rabu, 7 Oktober 2020 - 08:56 WIB

Satgas TNI di Kongo Berhasil Bujuk 43 Milisi Beserta 32 Senjata

Satgas TNI Konga XXXIX-B/RDB Monusco. Foto/TNI

Satgas TNI Konga XXXIX-B/RDB Monusco. Foto/TNI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B/Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (Monusco) atau Misi PBB kembali mengukir prestasi di tanah Afrika.

Satgas TNI Kontingen Garuda berhasil menurunkan 43 orang milisi bersenjata beserta 32 pucuk senjata jenis AK-47 melalui pendekatan persuasif dan dialog dengan para pemangku adat di desa Nsela dan desa Mapanda, Republik Demokratik Kongo, baru-baru ini.

“Perolehan tersebut melalui proses yang cukup panjang dengan berbagai kegiatan patroli oleh prajurit Satgas TNI Konga XXXIX-B/RDB Monusco dalam menjaga perdamaian dan keamanan didaerah misi,” ungkap Komandan Satgas Kolonel Inf Daniel Lumbanraja setelah melaksanakan konferensi video dengan Presiden RI Joko Widodo dalam kegiatan Peringatan HUT ke-75 TNI seperti dikutip Rabu (7/10).

Lebih lanjut, Kolonel Inf Daniel mengatakan bahwa untuk saat ini situasi dan kondisi di daerah misi dalam keadaan aman terkendali. Akan tetapi masih ada beberapa wilayah lainnya yang rawan tindakan kriminal seperti perampokan dan penyerangan oleh kelompok bersenjata terhadap 60 warga sipil dan 7 orang FARDC yang mengakibatkan 4 orang meninggal dan 3 orang luka-luka yang terjadi di desa Nsela.

Untuk itu, Kolonel Inf Daniel memerintahkan Wadansatgas Mayor Inf Yossy Buanan untuk membentuk tim “Operasi Kuda Putih” di wilayah COB Bendera pimpinan Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya.

Tim operasi melibatkan 80 personel Satgas TNI Konga XXXIX-B/RDB Monusco yang terbagi menjadi 4 tim pelaksana yaitu tim Pencari Informasi, tim Cimic dan 2 tim pengamanan, selanjutnya melaksanakan komunikasi dengan para pemimpin local N’Sela dan sekitarnya untuk menghubungi beberapa pemimpin kelompok bersenjata dan satu faksi MMAP yang selama ini bermusuhan.

Melalui berbagai kegiatan patroli rutin disertai kegiatan Civil Military Coordination (Cimic) di wilayah Area of Resposibility (AoR) Indo RDB berhasil meyakinkan para milisi untuk kembali ke masyarakat dan menyerahkan peralatan perang kepada Monusco disaksikan Komandan FARDC Batalyon 222 Bendera, Kepala N’Sela dan pemimpin lokal lainnya di daerah tersebut.

Pemerintah Republik Demokratik Kongo memberikan apresiasi kepada Satgas TNI Konga XXXIX-B/RDB Monusco atas rentetan prestasi yang dicapai dalam rangka meningkatan kesejahteraan masyarakat DRC melalui berbagai kegiatan Cimic terpadu dan aksi-aksi heroik dalam rangka melaksanakan mandatnya sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB dengan menjalankan Protection of Civilian (POC).

Sampai saat ini satgas TNI Konga XXXIX-B/RDB Monusco telah berhasil menurunkan sebanyak 329 orang milisi bersenjata dan 133 pucuk senjata api dengan 436 butir munisi.

(heq/tni)

Share :

Baca Juga

Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat atau The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda. Foto/Ist

GLOBAL

Kemenlu Protes Keras Dubes Inggris terkait Benny Wenda
Sepasang warga mengenakan masker berjalan di Kota Istanbul, Turki. Foto/AFP

GLOBAL

Turki Restui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
Bentrokan berdarah antara aparat dan demonstran kembali terjadi dan merenggut korban jiwa di Myanmar. Foto/AFP

GLOBAL

Remaja Tewas Tertembak Saat Demo Kudeta Myanmar
Peta wilayah Palestina yang dihapus Google Maps. Foto: Istimewa

GLOBAL

Warganet Kecam Palestina Dihapus dari Google Maps
Perdana Menteri (PM) Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin. Foto/Istimewa

GLOBAL

PM Malaysia Belajar Tangani Pandemi dari Indonesia
Petugas keamanan Bandara Internasional Kuala Lumpur mengawasi kedatangan penumpang pesawat di tengah pandemi covid-19. Foto/AFP/Mohd RASFAN

GLOBAL

Malaysia Berlakukan Darurat Covid-19 hingga Agustus 2021
Capres AS Joe Biden. Foto: Istimewa

GLOBAL

Capres AS Joe Biden Kutip Hadits Nabi
Suasana masa pandemi di Inggris. Foto/Liputan6

GLOBAL

Satu dari 50 Warga Inggris Positif Covid-19