Home / NASIONAL

Jumat, 5 Maret 2021 - 13:32 WIB

Sekolah Tatap Muka Juli Minta Dievaluasi Karena Mutasi Corona

Petugas menyemprot cairan disinfektan di ruangan kelas SMK Kosgoro, Bogor. Foto/Antara

Petugas menyemprot cairan disinfektan di ruangan kelas SMK Kosgoro, Bogor. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman meminta pemerintah mengkaji ulang rencana membuka pembelajaran tatap muka di sekolah pada Juli 2021 di tengah pandemi Covid-19.

Permintaan Dicky terutama menyusul penemuan kasus varian baru Corona B117 belakangan. Termasuk sejumlah syarat yang menurut Dicky belum terpenuhi.

“Itu dengan sudah resminya ditemukan kasus baru ini kita harus review. Terutama dari tes positivity rate, di wilayah. Karena kalau mau ada pembukaan seperti itu ada beberapa indikator,” kata dia, Kamis (4/5).

Dicky mengaku ragu dengan data penurunan kasus harian Covid-19 yang dilaporkan tim Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19. Dicky mensinyalir penurunan kasus tersebut karena pemerintah menurunkan testing harian.

Asumsinya itu terutama diperkuat dengan lonjakan angka kematian per hari yang menurutnya masih relatif tinggi. Selain itu, Dicky juga ragu dengan penurunan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Boleh jadi, kata Dicky, penurunan jumlah pasien di rumah sakit disebabkan lantaran tak sedikit masyarakat yang enggan dirawat. Masyarakat kata dia, masih banyak yang memilih dirawat di rumah meski dalam kondisi kritis.

“Masalahnya penurunan kasus ini bukan menurun. Jadi, penurunan kasus di Indonesia itu karena memang testing-nya rendah,” kata dia.

Di sisi lain, lanjut Dicky, pemerintah juga belum memenuhi sejumlah prasyarat agar sekolah dapat dibuka untuk pembelajaran secara langsung. Misalnya, kata dia, positivity rate di angka minimal 5-8 persen, penurunan kasus harian, kapasitas rumah sakit, hingga penurunan angka kematian selama dua pekan.

Syarat termasuk termasuk vaksinasi kepada guru dan tenaga kependidikan yang dilakukan secara merata. Termasuk juga, kata dia, model infrastruktur atau konsep pembelajaran yang nantinya akan diterapkan di kelas.

“Muridnya juga sudah ada screening. Karena muridnya belum divaksin juga. Jadi yang risiko tinggi sementara di rumah dulu,” kata dia.

Pemerintah sebelumnya ngotot akan membuka pembelajaran tatap muka di sekolah pada Juli mendatang.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pihaknya tetap KN melanjutkan kajian dan persiapan pembukaan sekolah pada Juli 2021 meskipun mutasi virus corona B117 sudah ditemukan di Indonesia.

“Sejauh ini belum ada agenda terkait hal tersebut (mengevaluasi pembukaan sekolah karena mutasi baru),” kata dia, Rabu (3/3).

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Foto: Ist

EKONOMI

Indonesia-Turki akan Perkuat Kerjasama di Berbagai Sektor
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Foto/Antara

NASIONAL

Wagub DKI Hadiri Panggilan Polisi Terkait Kerumunan Rizieq
Antrian calon penumpang untuk pemeriksaan dokumen di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (15/5/2020). Foto/MI

NASIONAL

Tutup Pintu WNA, WNI Tetap Boleh Masuk
Petugas menuntun sepeda motor saat banjir menggenangi wilayah Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Wagub DKI Buka Suara Soal Data Banjir dalam Angka
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir. Foto/MI

NASIONAL

Muhammadiyah Singgung Pelanggar Prokes dengan Dalih Agama
Kapolri Jenderal Idham Azis dan 2 Menteri. Foto/PMJ

NASIONAL

Kapolri Beri Penghargaan Bintang Bhayangkara ke Dua Menteri
Ilustrasi orang pakai masker. Foto/Ist

NASIONAL

NTT-Papua Sumbang Zona Hijau Covid-19 Terbanyak
Deputi Gubernur BI periode 2020-2025 Doni Primanto. Foto: Ist

NASIONAL

Doni Primanto Resmi Ditunjuk Jadi Deputi Gubernur BI 2020-2025