Home / NASIONAL

Rabu, 7 Oktober 2020 - 09:35 WIB

Sektor Pertanian Jadi Penyumbang Tertinggi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas terkait membahas mengenai korporasi petani dan nelayan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup mereka serta mewujudkan transformasi ekonomi melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/10). Foto/BPMI Setpres: Lukas

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas terkait membahas mengenai korporasi petani dan nelayan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup mereka serta mewujudkan transformasi ekonomi melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/10). Foto/BPMI Setpres: Lukas

JAKARTA, BERITANUSA.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi bagi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II-2020 di tengah pandemi Covid-19. Pencapaian sektor pertanian yang mampu tumbuh 16,24 persen saat ini harus terus dijaga demi meningkatkan kesejahteraan petani maupun nelayan.

“Petani dan nelayan ini perlu didorong untuk berkelompok dalam jumlah yang besar dan berada dalam sebuha korporasi sehingga diperoleh skala ekonomi yang efisien sehingga mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, informasi, teknologi dan efisiensi serta memperkuat pemasaran,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan resminya, Rabu (7/10).

Untuk mewujudkan hal itu, kata Jokowi, diperlukan perubahan pola pikir dari yang semula hanya berfokus pada urusan budidaya pertanian menjadi memikirkan aspek komersialisasi dan pemasaran dari hasil pertanian. Sehingga yang harus dilakukan ke depan yakni membangun proses bisnis terintegrasi mulai dari produksi hingga proses setelah panen.

Presiden Jokowi melihat sistem korporasi petani dan nelayan masih belum berjalan optimal di lapangan. Banyak kelompok tani dan nelayan yang bermunculan, namun masih belum menggarap secara serius proses dan model bisnis yang memiliki ekosistem berkesinambungan dan terhubung dengan BUMN atau bahkan pihak swasta.

“Karena itu saya menekankan beberapa hal. Pertama, saya minta kita fokus membangun satu atau maksimal dua model bisnis korporasi petani atau korporasi nelayan di sebuah provinsi sampai betul-betul jadi sehingga ini nanti bisa dijadikan contoh oleh provinsi lain dan kelompok petani serta nelayan yang lain,” katanya.

Ia meyakini bahwa apabila terdapat satu contoh sukses dari korporasi petani dan nelayan yang telah memiliki model bisnisnya, maka akan lebih banyak kelompok tani dan nelayan yang ingin mengikuti dan mengembangkan hal yang serupa di tempat mereka masing-masing.

Selain itu, Jokowi juga menginstruksikan agar peran BUMN dan pihak swasta tidak hanya terbatas sebagai pembeli hasil panen, melainkan turut mendampingi kelompok tani tersebut agar dapat berkembang lebih jauh secara bersama-sama.

“Peran BUMN, swasta besar, atau BUMD bukan semata-mata sebagai offtaker, tapi juga mendampingi mereka. Mendampingi korporasi petani dan nelayan sampai terbangun sebuah model bisnis yang betul-betul berjalan. Ini yang belum ada,” tuturnya.

Model bisnis yang hendak dibangun tersebut di antaranya ialah proses pengolahan hasil panen mulai dari pengemasan, branding, strategi pemasaran, termasuk menghubungkan semua itu dengan sistem perbankan, para inovator teknologi, dan manajemen yang mampu mengelola semuanya dengan baik. Setelah semua hal tersebut dapat terbentuk, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan ialah memperkuat ekosistem bisnisnya melalui regulasi yang mendukung.

“Ketiga, yang kita perkuat adalah ekosistem bisnisnya yang dilakukan secara terpadu. Karena itu saya minta kementerian dan lembaga memperkuat ekosistem yang kondusif bagi pengembangan korporasi petani dan nelayan melalui penyiapan regulasi yang mendukung ke arah itu,” tandasnya.

(set/prs/heq)

Share :

Baca Juga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/MI

NASIONAL

Perda Covid Anies: Tolak Tes PCR dan Vaksin Denda Rp5 Juta
Ilustrasi vaksin Covid. Foto/Ist

NASIONAL

Bio Farma Akan Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Corona
Ilustrasi virus corona. Ist

NASIONAL

Update Kasus Corona 14 Oktober: 344.749 Positif, 267.851 Sembuh
Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. Foto/MI

NASIONAL

Harlah ke-95, Wapres: Tugas NU Akan Semakin Berat
Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Jakarta. Foto/Istimewa

NASIONAL

8 Saksi Bakal Diperiksa Dugaan Korupsi BJPS Ketenagakerjaan
Rizieq Shihab. Foto/AFP/Bay Ismoyo

NASIONAL

Sebulan Rizieq Kembali ke Tanah Air Berujung di Tahanan
PT Transjakarta melipatgandakan frekuensi pencucian armada bus dengan menggunakan desinfektan dan menyediakan cairan pembersih tangan. Foto/MI/Pius Erlangga

NASIONAL

Jam Operasi Transportasi Umum di DKI Diperpanjang
Banjir masih menjadi ancaman besar di wilayah Kalimantan Selatan, bahkan masuk dalam zona merah. Foto/Media Indonesia

NASIONAL

Banjir Kalsel Akibat Hutan Hilang