Home / EKONOMI

Senin, 1 Maret 2021 - 18:05 WIB

Selain Berdakwah, Pesantren Diminta Berdagang Tiru Nabi Muhammad

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto/MI

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyarankan agar pesantren meniru apa yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, yakni berdagang disamping berdakwah. Berdagang diyakini Ahok bisa meningkatkan kemandirian ekonomi di pesantren.

Hal ini diungkapkan Ahok saat menghadiri acara Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia yang digelar secara virtual pada Minggu (28/2). Kendati begitu, saat menyampaikan penggambaran ini, Ahok meminta agar pesannya tidak disalahartikan karena menyinggung soal Nabi Muhammad.

“Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu bukan cuma dakwah ya, tapi juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, ini nanti salah menafsirkan dan ribut lagi. Ini saya mohon-mohon maaf ini. Saya bikin disclaimer dulu ini,” ucap Ahok.

Penggambaran agar pesantren meniru Nabi Muhammad, kata Ahok, bertujuan mengingatkan para pesantren agar bisa mencapai kemandirian ekonomi. Pasalnya, seperti yang publik ketahui, pesantren umumnya tidak memiliki sumber penghasilan tetap.

Padahal, menurut pepatah China yang dipegang Ahok, setiap hal harus mempunyai ‘sumurnya’ sendiri, termasuk pesantren. Dengan begitu, pesantren tidak hanya bergantung pada sumber dana yang diberikan pihak lain dan tercapailah target kemandirian ekonomi tersebut.

“Itu yang saya lihat selama ini, (pesantren) hanya tergantung kepada orang, tapi pesantrennya sendiri tidak punya penghasilan yang tetap, yang mampu membiayai. Itu yang harus dipikirkan, bagaimana dia bisa mendapatkan suatu penghasilan sendiri, yang sumurnya bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.

Untuk mempunyai sumur sendiri dan mencapai kemandirian ekonomi, Ahok menilai pesantren harus bisa memanfaatkan teknologi. Begitu juga dengan komunikasi dan jaringan yang besar.

Ia mengatakan masukan ini didapatnya dari hasil berkenalan dengan seorang kiai yang merupakan lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Tanpa menyebutkan nama, ia mengaku kiai itu merupakan kenalannya dari almarhum Saefullah yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta pada era kepemimpinannya dulu.

“Jadi para santri dilatih bisnis, bukan hanya dilatih kerja, dilatih berbahasa Inggris dengan baik juga, mengerti tentang saham,” ceritanya.

Oleh karena itu, ia ingin ada berbagai langkah yang dilakukan oleh pengelola pesantren untuk meningkatkan kualitas santri dan program yang mampu mencapai kemandirian ekonomi mereka sendiri.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Menparekraf Wishnutama. Foto/Bisnis

EKONOMI

Anggaran Kemenparekraf 2021 Sebesar Rp4,9 Triliun
Ilustrasi uang Rpiah. Foto/Ist

EKONOMI

Cara Dapat Bansos Kemensos Modal Usaha Rp3,5 Juta
Calon penumpang meniup kantong saat mengikuti tes Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2021). Foto/Kontan

EKONOMI

Bandara Sediakan Tes GeNose Mulai 1 April
Menparekraf Wishnutama. Foto/Bisnis

EKONOMI

Pemerintah Segera Kucurkan Rp3,3 Triliun Dana Hibah Pariwisata
Deretan mobil baru. Foto/Istimewa

EKONOMI

Rencana Pajak Mobil 0 Persen Tunggu Sri Mulyani
Menko Perekonomian Airlangga Hartato. Ist

EKONOMI

Airlangga Sebut Pemulihan Ekonomi RI Sudah Terlihat Nyata
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat Indonesia untuk membenci produk luar negeri. Foto/BPMI

EKONOMI

Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri
Ilustrasi kompor listrik. Foto/Istimewa

EKONOMI

Pemerintah Siapkan Insentif Dorong Penggunaan Kompor Listrik