Home / UMKM

Senin, 8 Maret 2021 - 19:07 WIB

Selama 2020, Ada 3 Perusahaan Pendorong Digitalisasi UMKM

Pelaku UMKM memperlihatkan produknya di marketplacr online. Foto/Antara/Andreas Fitri Atmoko

Pelaku UMKM memperlihatkan produknya di marketplacr online. Foto/Antara/Andreas Fitri Atmoko

JAKARTA, BERITANUSA.id – Tahun 2020 menjadi momen percepatan transformasi digital bagi UMKM Indonesia di tengah pandemi.

Berdasarkan data yang dirilis Kemenkop UKM pada awal tahun ini, telah ada 11,7 juta UMKM yang go digital. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 3,7 juta dari tahun 2019 yang masih di angka 8 juta UMKM.

Perubahan perilaku konsumen dengan membatasi interaksi fisik dan mengurangi aktivitas di luar rumah terbukti dapat memberi peluang lebih besar kepada UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Namun, peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebab dari sekitar 64 juta populasi UMKM di Indonesia, baru 13 persen yang telah go digital.

Pemerintah sendiri menargetkan 30 juta dari 64 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa go digital atau terintegrasi dalam sistem elektronik pada 2023 mendatang. Untuk itu, pemerintah akan menggelontorkan Rp123,46 triliun melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk membantu UMKM.

Data menunjukkan, UMKM telah menyumbang 60 persen dari total PDB dan 97 persen pekerja di tanah air menggantungkan hidup kepada UMKM. Untuk itu, pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan swasta dalam negeri sebagai bagian upaya digitalisasi UMKM.

Sepanjang 2020, tiga perusahaan yang berfokus mendukung UMKM untuk bersaing dan bertahan adalah Jenius, Bukalapak dan Grab Indonesia. Ketiga perusahaan yang menyadari betul bahwa pemulihan ekonomi bangsa sangat bergantung pada UMKM itu memiliki inisiatif masing-masing dengan memprioritaskan UMKM.

Jika Jenius memiliki layanan yang menyediakan fasilitas pengaturan keuangan bagi para pelaku usaha, maka Bukalapak meluncurkan program satu tarif untuk layanan Super Seller sebesar 0,5 persen dan berbagai keuntungan lain. Sementara, selain berbenah untuk menciptakan platform digital yang inklusif, Grab Indonesia juga berfokus pada pelatihan literasi digital.

“Jika dapat meningkatkan ketangguhan UMKM, kita dapat mencegah terjadinya pengurangan tenaga kerja yang lebih besar dan membangkitkan kembali ekonomi negeri. Sayangnya kesenjangan literasi digital khususnya bagi UMKM masih terjadi. Hal ini mendorong Grab untuk tidak saja menciptakan teknologi yang bisa mempercepat digitalisasi, namun juga membantu peningkatan kapasitas digital UMKM,” jelas Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi dalam keterangannya.

Dalam upayanya, Grab telah meluncurkan aplikasi GrabMerchant sebagai solusi untuk digitalisasi bisnis UMKM kuliner dan toko kelontong.

“Dalam aplikasi yang sama, selain bisa mendaftar menjadi merchant, UMKM juga bisa beli kebutuhan dapur, buat iklan untuk meningkatkan visibilitas mereka dalam aplikasi, ada profil dengan pengaturan berbeda untuk kasir serta pemilik toko, dan pesan berbagai keperluan termasuk kemasan, pembersihan dapur, dan lainnya,” jelas Neneng.

Merchant juga bisa mengakses laporan penjualan dari aplikasi ini. Selain itu, ada juga aplikasi GrabKios yang kini bisa digunakan siapa saja untuk menjadi agen individu GrabKios, dan menawarkan produk layanan finansial dan digital yang tersedia 24 jam, seperti pengiriman uang, bayar BPJS dan masih banyak lagi. Hal ini tentunya membantu mereka yang kehilangan pekerjaan selama pandemi.

Meski demikian, lanjut Neneng, UMKM yang sudah bertransisi ke digital tetap masih membutuhkan banyak bantuan dan pendampingan.

“Masih dibutuhkan transisi penunjang agar UMKM bisa benar-benar masuk dalam digitalisasi, seperti pelatihan. Sejak 2020, Grab menghadirkan program ‘#TerusUsaha Akselerator’ bagi ratusan UMKM Indonesia,” kata Neneng.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program digitalisasi UMKM #TerusUsaha. Ratusan UMKM terpilih mengikuti pembinaan intensif selama 2 bulan bersama para pakar agar dapat meningkatkan kompetensi dan bisa beradaptasi dalam dunia digital.

“Kami sadar bahwa literasi digital masih menjadi hambatan bagi banyak orang untuk masuk dalam digitalisasi. Kami mau juga fokus untuk mengembangkan keterampilan digital mereka, agar semua dapat bersaing dengan maksimal di era digital,” ujarnya.

(cnn/ukm)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi uang Rupiah. Foto/Ist

UMKM

Pemerintah Bakal Perpanjang BLT UMKM hingga Tahun Depan
UMKM batik. Ist

EKONOMI

Pemerintah Permudah Penyaluran Kredit bagi UMKM
Kopi olahan citarasa Nusantara. foto/Ist

EKONOMI

Meski Pandemi, Ekpsor Kopi Olahan Masih Surplus Rp3,14 T
Ilustrasi pelaku UMKM. Ist

UMKM

Cara dan Syarat Daftar Hak Merek buat UMKM
Ilustrasi--Lapak digital UMKM. Foto/Antara

UMKM

Digitalisasi Buka Peluang Berkarya yang Semakin Inklusif
Ilustrasi platform dagang daring. Bisnis/Rayful Mudassir

UMKM

Platform Dagang Daring Harus Bantu Produk UMKM
UMKM digital.

UMKM

Perusahaan Ini Berikan Layanan Membuat Website Gratis untuk UMKM
PUSATNUSA menyerahkan berkas mitra UMKM di Kecamatan Kramat Jati.

UMKM

PUSATNUSA Bantu 18 Mitra UMKM Dapatkan BLT Rp2,4 Juta