Home / NASIONAL

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:51 WIB

Setahun Jokowi-Ma’ruf, Ribuan Buruh dan Mahasiswa Gelar Aksi Lagi di Istana

Puluhan mahasiswa menyampaikan aspirasinya di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Foto/PMJ

Puluhan mahasiswa menyampaikan aspirasinya di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Foto/PMJ

JAKARTA, BERITANUSA.id – Elemen buruh dan mahasiswa menggelar aksi demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Demo kali ini diketahui bertepatan dengan momen satu tahun Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Ketua Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos menuturkan tuntutan aksi demo kali ini masih sama dengan sebelumnya. Yakni, menuntut agar Presiden Jokowi membatalkan UU Ciptaker dan menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu).

“Tuntutan masih sama, pembatalan UU Cipta Kerja dan menerbitkan Perppu,” ujarnya, Senin (19/10).

Massa buruh rencananya akan melakukan longmarch dari Universitas Indonesia (UI) di Salemba, Jakpus menuju ke depan Istana Kepresidenan Jakarta.

Sementara itu, Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Remy Hastian menyampaikan bahwa pihaknya kembali melakukan aksi demo lantaran pemerintah telah mengabaikan aspirasi masyarakat.

Bukannya membatalkan UU Ciptaker, pemerintah justru mengalihkan dengan meminta masyarakat mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Padahal, menurut Remy, judicial review bukanlah langkah yang efektif.

Dalam demo kali ini, Remmy mengklaim akan ada 5.000 mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi.

“Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi sebanyak 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia,” tutur Remy.

Terkait aksi ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyatakan kepolisian tak menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Dengan alasan, bahwa sampai saat ini Jakarta masih menghadapi pandemi virus corona.

“Jadi sampai saat ini situasi bahaya (pandemi Covid-19), kami tidak mengeluarkan STTP,” kata Nana.

Kendati demikian, Nana menyebut personel gabungan TNI dan Polri akan tetap mengawal dan mengamankan aksi demo tersebut.

Lebih lanjut, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto menyampaikan sekitar 6.000 personel disiagakan di sekitar Istana Negara. Namun, kata Heru, aksi demo buruh dan mahasiswa itu nantinya akan dipusatkan di sekitar Patung Kuda.

“Kalau di sekitar Istana, sudah kita petakan sekitar 6.000 personel keamanan,” kata Heru kepada wartawan, Senin (19/10).

Selain itu, lanjut Heru, pihaknya juga telah menyiapkan langkah antisipatif untuk mengatasi massa perusuh di tengah aksi demo untuk menghindari terjadinya kerusuhan.

(cnn/idn)

Share :

Baca Juga

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil. Foto/MI

NASIONAL

Ridwan Kamil Penuhi Panggilan Polda Jabar Besok
Ilustrasi Omnibus Law. Foto/Ist

NASIONAL

Omnibus Law Ciptaker Bukan Solusi Krisis
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. Foto/MI

NASIONAL

Ketum PBNU Imbau Jangan Mudah Terprovokasi Pemecah Bangsa
Gaji uang Rupiah. Foto/Ist

NASIONAL

Program BLT Pekerja Berlanjut hingga 2021
Ilustrasi paspor biasa. Ist

NASIONAL

Masa Berlaku Paspor Biasa Bakal Menjadi 10 Tahun
Gedung DPRD DKI Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

DPRD DKI Lockdown hingga 18 Januari
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas terkait membahas mengenai korporasi petani dan nelayan dengan tujuan meningkatkan taraf hidup mereka serta mewujudkan transformasi ekonomi melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/10). Foto/BPMI Setpres: Lukas

NASIONAL

Jokowi Resmi Teken UU Ciptaker 1.187 Halaman, Nomor 11 Tahun 2020
Warga tengah melakukan swab test Covid-19. Foto/Ist

NASIONAL

Corona B117 Bisa Dideteksi dengan Tes PCR dan Swab Antigen