Home / GLOBAL

Jumat, 16 Oktober 2020 - 14:01 WIB

Soal Covid, Eropa Dilema Antara Lockdown atau Ekonomi

Suasana lockdown di negara Inggris. Foto/AP Photo

Suasana lockdown di negara Inggris. Foto/AP Photo

LONDON, BERITANUSA.id – Negara-negara di Eropa tidak seluruhnya mau menerapkan penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19) karena pertimbangan dampak terhadap perekonomian. Salah satunya adalah Inggris.

Seperti dilansir CNN, Kamis (15/10), Inggris, Irlandia dan Prancis mencatat kenaikan kasus positif Covid-19. Para pakar menyarankan supaya Inggris dan Irlandia kembali menerapkan lockdown jangka panjang atau pendek.

Akan tetapi, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, nampak enggan menerapkan strategi itu. Dia hanya mengusulkan pembatasan dilakukan di wilayah tertentu, sambil mengimbau jika memungkinkan warga untuk sementara kembali bekerja dari rumah.

Penerapan lockdown di Inggris beberapa waktu lalu menyebabkan penyusutan perekonomian negara itu sebesar 20 persen.

“Prioritas utama adalah mengendalikan virus. Hal terburuk adalah jika kita menerapkan pembatasan ini dalam jangka waktu yang lama, itu adalah hal yang berbahaya. Semakin lama menerapkan pembatasan itu, maka akan berdampak buruk kepada perekonomian dan keuangan rakyat,” kata pakar ekonomi lembaga konsultan Oxford Economics Andrew Goodwin.

Pemerintah Irlandia juga menolak usulan pakar kesehatan untuk menerapkan lockdown nasional, meski jumlah kasus positif melonjak. Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin, mengatakan ketimbang menerapkan lockdown selama tiga pekan, dia lebih memilih untuk menyelamatkan badan usaha dan perekonomian.

Kekhawatiran yang sama juga melanda Prancis. Terutama bagi mereka yang bekerja di sektor hiburan dan jasa boga.

Karena tekanan dari penduduk, pemerintah di sejumlah kota di Prancis seperti Paris dan Marseille memberikan izin membuka kembali restoran. Padahal, di dua kota itu terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Kita harus berhenti berpikir bahwa ada pertentangan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan masyarakat. Jika kita berhasil mengendalikan virus corona, maka kita juga memberi jalan keluar bagi krisis ekonomi. Di China, mereka berhasil mengendalikan virus dan perekonomian mereka membaik. Tujuannya sederhana: memberantas virus sehingga kehidupan bisa kembali normal,” kata epidemiologis Prancis Catherine Hill.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex, menyatakan pemerintah akan kembali memberlakukan pembatasan sosial akibat kenaikan jumlah kasus Covid-19.

“Tidak ada pilihan karena mempertimbangkan situasi yang terjadi di rumah sakit,” kata Castex.

(cnn/int)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi peretas. Foto/Ist

GLOBAL

AS: Target Peretas Asal Korut Incar Bank
Petugas keamanan Bandara Internasional Kuala Lumpur mengawasi kedatangan penumpang pesawat di tengah pandemi covid-19. Foto/AFP/Mohd RASFAN

GLOBAL

Malaysia Berlakukan Darurat Covid-19 hingga Agustus 2021
PM Jepang Yoshihide-Suga. Foto/AFP

GLOBAL

Resmi Dilantik Jadi PM Jepang, Yoshihide Umumkan Nama Kabinet
Capres AS Joe Biden. Foto: Istimewa

GLOBAL

Capres AS Joe Biden Kutip Hadits Nabi
Presiden AS terpilih Joe Biden. Foto/Ist

GLOBAL

Presiden AS Joe Biden Sebut Trump Harus Dimakzulkan
Iran. Foto/AFP

GLOBAL

Iran Sambut Baik PBB Perintahkan AS Cabut Sanksi ke Teheran
ilustrasi bom Filipina. Foto/Ist

GLOBAL

Filipina Ungkap Identitas Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri
Ilustrasi perdagangan Indonesia. Foto/Ist

EKONOMI

RI Optimis Bisa Tingkatkan Perdagangan dengan AS