Home / EKONOMI

Selasa, 26 Januari 2021 - 11:36 WIB

Soal GeNose, Kemenhub Tunggu Izin Satgas Covid

Petugas mengoperasikan alat deteksi dini COVID-19 bernama GeNose C19 di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/1). Foto/Antara

Petugas mengoperasikan alat deteksi dini COVID-19 bernama GeNose C19 di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/1). Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan Satgas Penanganan Covid-19 akan memberikan wewenang kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam pemakaian alat deteksi virus corona, GeNose. GeNose sendiri merupakan buatan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kami nanti jam 20.00 WIB rapat dengan gugus tugas (Satgas Covid-19) dan informasinya gugus tugas akan memberikan kewenangan pada kami untuk memberikan surat keterangan bahwa ini (GeNose) sudah bisa dipakai,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Senin (25/1).

Ia menuturkan Kementerian Perhubungan rencananya akan menggunakan GeNose secara bertahap. Prioritasnya, kata Budi, akan digunakan untuk tes covid-19 di sektor perkeretaapian.

Pertimbangannya, lanjutnya, tarif GeNose ini sangat murah yakni Rp15 ribu untuk sekali tes. Harga ini berbeda dengan tes covid menggunakan metode swab PCR yang mencapai kisaran harga Rp1 juta hingga Rp2 juta.

Insya Allah 5 Februari sudah bisa kami pakai,” terangnya.

Budi sendiri telah melakukan uji coba alat tersebut bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta pada, Sabtu (23/1) lalu. Rencananya, GeNose akan didistribusikan ke seluruh moda transportasi umum, mulai dari kereta, lalu dilanjut ke bandar udara hingga pelabuhan dan terminal.

Menko Luhut menilai GeNose merupakan inovasi yang baik untuk membantu pemerintah melakukan program tracking, tracing, testing, dan treatment (4T). Selain itu, GeNose nyaman dan mudah digunakan, yaitu hanya menghembuskan udara ke kantong yang sudah disiapkan.

“Alatnya hanya seharga Rp62 juta dan harga per orangnya hanya dikenakan sekitar Rp20 ribu. Jika pemakaian lebih banyak tentunya cost-nya akan semakin turun dan nantinya alat ini akan terus dikembangkan sehingga mempunyai akurasi yang akan lebih tajam,” tuturnya.

Ke depan, Luhut ingin penggunaan GeNose bisa lebih luas, yaitu ke area publik seperti hotel, mal, hingga lingkungan masyarakat di RT/RW. Namun, Luhut mengingatkan agar penggunaan kantong plastik pada GeNose menggunakan bahan yang mudah didaur ulang agar lebih ramah lingkungan.

GeNose sendiri disebut memiliki akurasi mencapai di atas 90 persen dan sudah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan. Namun, sejumlah pihak masih mempertanyakan akurasi alat ini.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Ojek daring terdampak pemberlakuan PSBB. Pengemudi ojek daring menunggu pesanan di kawasan gedung perkantoran Sudirman, Jakarta. Foto/Antara

EKONOMI

Realiasasi PEN 2021 Capai Rp76,59 Triliun Per 17 Maret 2021
Suasana pembangunan kompleks perumahan bersubsidi di Bogor, Jawa Barat, Senin (6/1). Foto/Antara

EKONOMI

BI Berlakukan DP KPR Nol Persen Mulai 1 Maret
Basuki Tjahaja Purnama. Foto/MI

EKONOMI

Pesantren Diingatkan Soal Kemandirian Ekonomi
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto/Ist

EKONOMI

Potensi Pariwisata Jadi Tulang Punggung Negara Atasi Krisis
Ilustrasi materai. Foto/Antara

EKONOMI

Materai Rp10 Ribu Mulai Disalurkan Pekan Depan
Foto: Kementerian Keuangan

EKONOMI

Negara G20 Berkomitmen Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Kuat dan Berdaya Tahan
Pekerja saat bekerja memproduksi mobil di pabrik Honda, Wuhan, Tiongkok. Foto/AFP via South China Morning Post

EKONOMI

Ketua OJK: Mobil dan Motor Menumpuk Tak Terjual
Ilustrasi peaku UMKM batik. Foto/MI

EKONOMI

Kemenkop: Penjualan UKM Merosot 23 Persen Selama Pandemi