Home / NASIONAL

Rabu, 29 Juli 2020 - 14:32 WIB

Soal Kisruh POP, Mendikbud Minta Maaf kepada Muhammadiyah, NU dan PGRI

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Foto: Istimewa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Foto: Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta maaf atas terjadinya kisruh tentang Program Organisasi Penggerak (POP). Dia berharap organisasi seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dapat kembali bergabung dalam POP.

Hal tersebut disampaikan Nadiem dalam channel Youtube resmi Kemendikbud, Selasa (28/7). Sebelumnya, Muhammadiyah, NU dan PGRI batal ikut dalam program tersebut karena merasa ada kejanggalan soal pihak lain yang ikut serta.

Nadiem menegaskan yayasan Tanoto Foundation serta Putera Sampoerna Foundation tidak akan menggunakan dana APBN sepeserpun dalam program Kemendikbud.

“Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak dan mereka menyambut baik saran tersebut,” kata Nadiem dalam siaran pers, Selasa (28/7).

Berikut pernyataan Nadiem Makarim :

Assalammualaikum,

Saya ingin memulai dengan menyatakan terima kasih atas semua saran dan masukan yang disampaikan berbagai pihak dengan Program Organisasi Penggerak (POP).

Niat kami sejak awal adalah untuk bermitra dengan para penggerak pendidikan dan menemukan inovasi-inovasi yang bisa dipelajari pemerintah serta diterapkan skala nasional itulah makna dari Program Organisasi Penggerak. Agar kemdikbud bisa belajar dari masyarakat pergerakan pendidikan.

Hanya satu misi porgram kami mencari jurus dan pola terbaik mendidik penerus negeri ini.

Minggu lalu saya memutuskan penundaan sementara dan evaluasi lanjutan namun polemik serta kebinginungan terjadi di masyarakat yang harus saya jawab.

Kemdikbud telah menyepakati dengan Tanoto Foundation dan Putera Sampoerna Foundation partisipasi mereka dalam program Kemdikbud tidak gunakan dana APBN sepeserpun.

Mereka akan mendanai sendiri aktifitas programnya tanpa anggaran pemerintah. Harapan kami ini akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan ke organisasi yang lebih membutuhkan.

Saya menyatakan apresiasi sebesar besarnya atas masukan pihak NU, Muhammadiyah dan PGRI mengenai Program Organisasi Penggerak.

Ketiga organisasi itu sudah berjasa di dunia pendidikan bahkan jauh sebelum negara ini berdiri. Tanpa pergerakan mereka dari sabang sampai merauke identitas budaya dan misi pendidikan Indonesia tak terbentuk.

Dengan penuh rendah hati saya mohon maaf atas segala keprihatinan yang timbuh dan berharap tokoh dan pimpinan NU, Muhammadiyah, PGRI bersedia untuk memberikan bimbingan dalam program yang kami sadari betul masih belum sempurna.

Tanpa dukungan dan partisipasi semua pihak mimpi kita bersama untuk ciptakan pendidikan berkualitas penerus bangsa akan sulit tercapai. Kami di Kemdikbud siap mendengar siap belajar.

Polemik POP pun berujung tiga ormas besar mengundurkan diri sebagai peserta, yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PBNU dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah.

Share :

Baca Juga

Penerima bansos. Foto/Antara

EKONOMI

Penyaluran Program PEN Terbesar dari Klaster Perlindungan Sosial
Jalan Tol Borr Seksi 3A Simpang Yasmin - Semplak memili panjang 2,85 Km. Foto/Jasa Marga

NASIONAL

Makin Panjang, Tol BORR Seksi IIIA Siap Dioperasikan
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto/Ist

NASIONAL

Puan Maharani Pastikan Anggota DPR Tetap Produktif
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Foto/Ist

NASIONAL

RSCM Bakal Jadi Pusat Kesehatan Terbaik
Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil menangkap 52 tersangka terkait kasus tindak pidana narkoba di wilayah Kabupaten Bogor. Foto/Ist

NASIONAL

Polres Bogor Ungkap 52 Kasus Narkoba dalam Sepekan
Kemacetan di jalan protokol di Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

Cara Bayar Denda Tilang e-TLE
Anggota TNI berjaga di gerbang pintu masuk Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/5). Foto/Antara

NASIONAL

Asrama Haji Bekasi Siap Jadi Pusat Isolasi Pasien Covid
Ilustrasi Covid-19. Foto/Ist

NASIONAL

Update Kasus Corona 28 Agustus: 165.887 Positif, 120.900 Sembuh