Home / EKONOMI

Senin, 1 Februari 2021 - 13:06 WIB

Sri Mulyani Pungut Pajak Pulsa dan Token Listik Per 1 Februari

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Antara

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenakan Pajak Penjualan Nilai (PPN) atas pembelian pulsa dan kartu perdana.

Pungutan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penghitungan dan Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai Serta Pajak Penghasilan Atas Penyerahan Penghasilan Sehubungan dengan Penjualan Pulsa, Kartu Perdana, Token, dan Voucher.

Dalam Pasal 13 ayat 1 beleid yang diteken Sri Mulyani pada 22 Januari 2021 lalu tersebut besaran pajak dihitung dengan mengalikan tarif PPn 10 persen dengan dasar pengenaan pajak.

Adapun dalam Pasal 13 ayat 2 disebutkan dasar pengenaan pajak adalah harga jual yang besarannya sama dengan nilai pembayaran yang ditagih oleh pengusaha penyelenggara jasa telekomunikasi atau penyelenggara distribusi.

Peraturan tersebut berlaku mulai 1 Februari 2021 ini. Sri Mulyani dalam pertimbangan PMK tersebut menyatakan kebijakan tersebut dibuat dalam rangka memberikan kepastian hukum.

Selain itu, beleid itu juga diterbitkan untuk menyederhanakan administrasi. “Dan mekanisme pemungutan PPn atas penyerahan pulsa oleh penyelenggara distribusi pulsa,” katanya seperti dikutip dari beleid itu, Jumat (29/1).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Hestu Yoga Saksama mengatakan sebenarnya aturan baru itu dibuat untuk meluruskan praktik pemungutan PPN yang berlaku selama ini.

Selama ini katanya, pengenaan PPN dikenakan dalam banyak jalur, mulai dari produsen pulsa yang kemudian mengenakan pajak ke distributor besar. Setelah itu, pajak dikenakan lagi kepada distributor dan dilanjutkan ke konsumen.

“Selama ini aturannya berlaku terus semuanya, jadi setiap itu harus memungut PPN dan itu PPN kemudian si pembelinya memungut PPN lagi kepada pelanggannya, rantainya akan sampai kepada pengecer. Dan pengecer ini kan mereka kecil-kecil gitu kan, justru sekarang ini dengan ada PMK itu jalur pengenaan PPN nya itu hanya dibatasi sampai dengan distributor tingkat 2,” katanya.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi--Lahan Blok 47 PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Kebun Tobasari, Simalungun, Sumatra Utara. Foto/Antara

EKONOMI

Pemerintah Bidik Ekspor Teh, Kopi dan Kakao ke Inggris

EKONOMI

Pemda Bisa Jadi Lokomotif PEN
BNI Syariah. Foto/Ist

EKONOMI

OJK Yakini Merger Bank Syariah Himbara Bisa Lahirkan Bank BUKU IV
Karyawan bank menghitung tumpukan uang Rupiah. Foto/MI/Ramdani

EKONOMI

Bank BUMN Restrukturisasi Kredit UMKM Rp189 T
Pencari kerja mengisi formulir lamaran dalam bursa kerja di Senayan, Jakarta. Foto/MI

EKONOMI

Kemnaker Siapkan Skema Tekan Angka Pengangguran
Seorang warga menunjukan Kartu Keluarga Sejahtera, yang digunakan untuk menarik dana bantuan sosial PKH di Banyumas. Foto/Antara

EKONOMI

Lewat PKH, Anak Sekolah hingga Lansia Bisa Dapat BLT
Foto udara proyek Bendungan Cipanas di Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (21/7). Foto/Antara

EKONOMI

38 Proyek Strategis Nasional Rp464 T Dikebut pada 2021
Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang Pegadaian di Jakarta. Foto/ANTARA

EKONOMI

Ajukan Kredit Tanpa Jaminan Aset Fisik Lewat Pegadaian