Home / EKONOMI / UMKM

Kamis, 14 Januari 2021 - 17:31 WIB

Standardisasi Produk Tantangan UMKM Tembus Pasar Global

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto/Kemenkop UKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto/Kemenkop UKM

JAKARTA, BERITANUSA.id – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi UMKM dalam menembus atau memasarkan produknya ke pasar internasional.

Teten menyebut salah satu tantangannya adalah standardisasi produk. Menurut Teten, produk-produk UMKM masih harus terus didampingi untuk dapat mencapai konsistensi dari segi mutu dan pasokan atau kuantitas yang dihasilkan.

“Tantangan bagi UMKM bagaimana menyiapkan produk berstandar supaya konsisten dari segi mutu dan supply,” jelasnya pada konferensi pers daring, Rabu (13/1).

Kendala tersebut, lanjut Teten, harus ditangani dengan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam menggandeng pelaku kecil untuk bisa memasarkan produknya sampai ke luar negeri.

Dalam mengatasi hal ini, ia mengatakan diperlukan kolaborasi dari dukungan pembiayaan, pelatihan, standarisasi, dan sertifikasi. Selain itu, kerja sama juga diperlukan dalam kurasi produk, promosi, hingga memberi akses ke pasar internasional.

BACA JUGA:  Skema Pencairan BLT UMKM Rp2,4 Juta

Salah satu pasar bidikan pemerintah saat ini adalah pasar Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Pasalnya, setiap tahun, ada sekitar 221 ribu jemaah Haji dan 1 juta jemaah umrah asal Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci.

Di kesempatan sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut ia ingin produk makanan minuman menjadi kontribusi utama ekspor non-migas ke Arab Saudi, terutama buatan UKM.

Ia menyebut bahwa setiap jemaah merogoh kocek rata-rata sebesar US$3,5 atau setara Rp50 ribu untuk setiap makan. Bayangkan, lanjutnya, jika seluruh konsumsi jemaah bisa didominasi makanan asal Indonesia.

BACA JUGA:  Menkop Teten Minta Masyarakat Belanja Sehari-hari di UMKM

“Setidaknya jemaah ini makan 85 kali dan mudah-mudahan makanan tersebut yang setidaknya US$3,5 atau Rp50 ribu setiap kali makannya bisa didominasi makanan dari produk-produk Indonesia,” jelas dia.

Pada kesempatan itu, Lutfi mengungkapkan bahwa goodie bag atau tas tentengan jemaah RI masih banyak yang diproduksi oleh negara lain, seperti China. Dia meminta komitmen kerja sama dengan Kementerian Agama untuk memastikan bahwa seluruh goodie bag jemaah Indonesia diproduksi di Indonesia.

“Kemudian kita hitung lagi berapa UMKM dapat berkontribusi terhadap barang-barang yang sudah menjadi standar daripada ongkos naik haji tersebut,” katanya.

(kop/ukm)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi Mandiri Syariah. Foto/ANTARA FOTO

EKONOMI

Masa Depan Ekonomi Syariah Diprediksi Cerah
Foto: Istimewa

UMKM

Cetak Wirausaha Baru, KKP Gelar Pelatihan Olah Mie Rumput Laut
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

EKONOMI

OJK Perpanjang Keringanan Bayar Kredit hingga 2021
Pemberian insentif kepada peserta pelatihan Kartu Prakerja tetap sama yakni Rp2.400.000 yang akan diberikan selama empat bulan. Foto/Antara

EKONOMI

Alasan Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Belom Dibuka
Kantor Kemenkes. Ist

EKONOMI

DPR RI Setujui Alokasi Pagu Anggaran Kemenkes Rp84,29 T
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Antara

EKONOMI

Pembiayaan Utang RI Melonjak 143 Persen Per Januari 2021
Galeri UMKM di bandara. Foto/Dok Angkasa Pura

UMKM

Kemenkop UKM Sensus UMKM Mulai Tahun Depan
Wisata pulau Kelapa. Foto: Ist

UMKM

Pelaku Usaha Wisata Pulau Kelapa Sudah Terapkan Protokol Kesehatan