Home / EKONOMI

Jumat, 26 Februari 2021 - 17:12 WIB

Subsidi untuk Angkutan Umum dan Barang Masih Ada

Pengemudi angkutan umum menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Foto/Antara

Pengemudi angkutan umum menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah menjamin pemberian subsidi bagi angkutan penumpang umum kelas ekonomi dan angkutan barang pada lintas dan trayek tertentu. Tujuannya demi mendukung program pemerintah khususnya pada wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

Hal tersebut tertuang dalam aturan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan yang merupakan aturan pelaksana Undang-Undang Cipta Kerja.

“Subsidi dalam Peraturan Pemerintah ini tidak hanya diberikan kepada angkutan penumpang umum dengan kendaraan bermotor untuk tarif kelas ekonomi pada trayek tertentu, tetapi juga diberikan kepada angkutan barang pada lintas tertentu,” tulis penjelasan PP tersebut.

Pasal 47 PP tersebut menjelaskan subsidi dapat diberikan melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Pemberian subsidi pada angkutan penumpang umum dengan tarif kelas ekonomi ditentukan berdasarkan faktor keterhubungan dan finansial.

Faktor keterhubungan meliputi trayek yang menghubungkan wilayah terisolir dan/atau belum berkembang dengan kawasan perkotaan yang belum dilayani angkutan umum; dan trayek yang melayani perpindahan penumpang dari angkutan penyeberangan perintis, angkutan laut perintis, atau angkutan udara perintis.

Sementara faktor finansial meliputi trayek yang menghubungkan wilayah perbatasan dan/atau wilayah lainnya karena pertimbangan aspek sosial politik; atau angkutan perkotaan dan angkutan perdesaan khusus untuk pelajar dan/atau mahasiswa.

Faktor finansial lainnya yang dapat jadi dasar pemberian subsidi adalah trayek perkotaan dengan angkutan massal yang tarif keekonomiannya tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat; atau trayek yang penetapan tarifnya di bawah biaya operasional yang ditetapkan pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah.

Sementara itu, pemberian subsidi bagi angkutan barang dapat diberikan dengan kriteria antara lain menghubungkan wilayah tertinggal, terpencil, terluar, perbatasan, dan/atau wilayah lainnya yang karena pertimbangan aspek sosial ekonomi harus dilayani dan kawasan yang belum berkembang dan tidak terdapat pelayanan angkutan barang.

Kriteria lainnya adalah angkutan barang yang mendorong pertumbuhan ekonomi; sebagai stabilisator pada suatu daerah tertentu dengan tarif angkutan yang lebih rendah dari tarif yang berlaku; dan melayani perpindahan barang dari angkutan laut perintis.

Adapula kriteria angkutan barang yang melayani daerah transmigrasi dengan kawasan perkotaan; angkutan barang untuk pemulihan daerah pasca bencana alam; dan/atau angkutan barang yang memberikan pelayanan terjangkau oleh masyarakat yang daya belinya masih rendah.

“Ketentuan lebih lanjut mengenai perhitungan besaran subsidi angkutan […] diatur dengan Peraturan Menteri setelah berkoordinasi dengan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan,” jelas Pasal 51 ayat (2) PP tersebut.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Pikiran Rakyat

EKONOMI

Pemerintah Tambah BLT Dana Desa Jadi hingga 12 Bulan
Pekerja saat bekerja memproduksi mobil di pabrik Honda, Wuhan, Tiongkok. Foto/AFP via South China Morning Post

EKONOMI

Ketua OJK: Mobil dan Motor Menumpuk Tak Terjual
Aplikasi Bank BRI. Foto/Ist

EKONOMI

Cara Mudah Cek Penerima BLT UMKM Melalui Online
Ilustrasi unggas ayam. Foto/Ist

EKONOMI

Jaga Stabilisasi Harga Ayam Potong
Per April 2020 uang penisun bisa diambil di ATM, hal ini mencegah penyebaran covid-19. Foto/MI

EKONOMI

Layanan ATM di Bali Disetop Sementara Mulai 13 Maret
Menkeu Sri Mulyani (kiri) dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Ist

EKONOMI

DPR Setujui APBN 2021 Capai Rp2.750,02 Triliun
Antrian calon penumpang untuk pemeriksaan dokumen di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (15/5/2020). Foto/MI

EKONOMI

Puncak Mudik Natal di Bandara Soetta Diprediksi 23 Desember
Ilustrasi daftar Kartu Prakerja. Foto/Ist

EKONOMI

Cara Cairkan Insentif Kartu Prakerja