Home / EKONOMI

Kamis, 3 September 2020 - 09:15 WIB

Sulit Capai Target Pertumbuhan Ekonomi pada 2021

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Foto/Ist

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2021 mendatang berada pada kisaran 4,5 hingga 5,5 persen. Terakhir, angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 terkontraksi ke level minus 5,32. Jika di kuartal III-2020 masih dalam kisaran negatif, maka Indonesia masuk resesi.

“Mengingatkan kembali bahwa kita berada dalam situasi extraordinary, sehingga keranga asumsi dasar harus diproyeksikan dalam kondisi ketidakpastian dan dalam kondisi penuh volatilitas,” kata anggota Komisi XI DPR RI fraksi Partai Gerindra Kamrussamad dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Selasa (2/9).

“Target pertumbuhan ekonomi kita 4,5 sampai 5,5 tentu ini sesuatu yang tidak mudah, berdasarkan pengalaman kita di tahun 2020 ini pemerintah sudah beberapa kali melakukan perubahan postur APBN karena adaptasi terhadap situasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani dalam pemaparannya menjelaskan pertumbuhan ekonomi 2020 yang mengalami beberapa kali koreksi ke bawah akibat pandemi Covid-19 menjadi salah satunya. Terakhir, pemerintah mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 pada kisaran minus 1,1 persen hingga minus 0,2 persen.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada rentang 4,5 hingga 5,5 persen, dia menilai hal itu sangat bergantung keberhasilan penanganan Covid-19, akselerasi reformasi, dukungan ekspansi fiskal, dan pertumbuhan ekonomi global.

Tidak berbeda jauh dengan proyeksi pemerintah, sejumlah lembaga internasional juga memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2021 mengalami pertumbuhan positif. Bahkan, IMF memproyeksikan pertumbuhan Indonesia sebesar 6,1 persen, serta Bank Dunia 4,8 persen dan IDB 5,3 persen.

Terkait inflasi, pemerintah optimis inflasi pada tahun depan masih pada kisaran 3 persen. Sementara tingkat suku bunga SBN 10 tahun diestimasikan sekitar 7,29 persen pada 2021.

Sedangkan, nilai tukar Rupiah hingga Agustus 2020 cenderung bergerak stabil dan di tahun 2021 diperkirakan berada pada kisaran Rp 14.600 per dolar AS.

“Semua prediksi ini sangat tergantung pada keberhasilan penanganan Covid-19, dukungan ekspansi fiskal tahun depan yang masih akan cukup bisa suportif, dan adanya reform yang bisa mengembalikan confidence maupun meningkatkan produktivitas dan iklim investasi,” ungkapnya.

“Langkah yang sudah dilakukan Pemerintah tahun 2020 ini dalam rangka menghadapi Covid selama ini cukup baik dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder. Secara politik kami berterima kasih kepada Komisi XI, juga Badan Anggaran yang sangat clear dan positif,” tandas Menkeu. (heq)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi-- Warga beraktivitas kawasan padat penduduk di Petamburan, Jakarta, Selasa (2/7/2019). Foto/MI

EKONOMI

Penduduk Miskin RI Bertambah 1,13 Juta Orang Akibat Corona
Ilustrasi uang rusak. Foto/Liputan 6

EKONOMI

Cara Tukar Uang Rupiah Kertas dan Logam yang Rusak
ilustrasi -- Pekerja mengerjakan proyek pembangunan rumah bersubsidi. Foto/Antara

EKONOMI

Syarat Beli Rumah DP 0 Persen
Harga daging sapi di pasar tradisional Klaten, Jawa Tengah tembus Rp140.000 per kg pada H-2 Lebaran. Foto/Antara

EKONOMI

Pedagang Sapi Mogok Besok Karena Harga Tinggi
Pelaku UMKM menggunakan QRIS. Foto: Antara/Arif Firmansyah

EKONOMI

Fasilitas GSP Buka Peluang UMKM Ekspor ke AS
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meninjau hasil produksi Dekranasda Sultra. Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Kerajinan UMKM Dekranasda Sultra Target Pasar Ekspor
Ilustrasi uang Rpiah. Foto/Ist

EKONOMI

Kisah UMKM Raup Untung 7 Kali Lipat di Tengah Pandemi
Ilustrasi pertanian. Foto/Antara

EKONOMI

Stok Pupuk Jelang Musim Tanam Terjamin