Home / NASIONAL

Selasa, 26 Januari 2021 - 11:01 WIB

Surat Swab Palsu Bisa Timbulkan Klaster Baru di Pesawat

Siluet penumpang berjalan di koridor bandara. Foto/Antara

Siluet penumpang berjalan di koridor bandara. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pelaku pemalsuan keterangan hasil swab antigen dan swab polymerase chain reaction (PCR) membanderol satu surat dengan harga Rp75 ribu hingga Rp900 ribu.

Para tersangka pembuat surat palsu itu di antaranya merupakan oknum pegawai klinik.

“Itu dikenakan biayanya tanpa melakukan uji tes, cukup identitas saja,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (25/1).

Menurut Yusri, pelaku bisa membuat surat palsu karena orang dalam atau oknum pegawai klinik.

“Ada beberapa tersangka ini yang memang kerjanya adalah pegawai di situ, di lab, kemudian juga ada pegawai di klinik sehingga dia gampang mengetahui, dia punya PDF,” jelas Yusri.

“Kemudian mereka melakukan upaya untuk cara memalsukan data dikosongkan, nanti nama dimasukkan siapa pemesannya,” ungkapnya.

Menurut Yusri, dampak dari pembuatan dan penggunaan surat keterangan hasil swab palsu sangat besar.

Bisa membuat klaster Covid-19 baru dalam perjalanan di pesawat atau moda transportasi lainnya.

“Mereka ini tanpa menyadari dengan mencari keuntungan, tetapi akibatnya yang sangat besar. Bahkan bisa terjadi adanya klaster pesawat,” katanya.

Sementara dari pihak bandara dan pemerintah sudah melakukan upaya dengan cara setiap penerbangan harus dilakukan dengan swab test antigen atau PCR. Tujuannya untuk menghindari terjadi penyebaran Covid-19 di dalam pesawat.

“Kasihan yang sudah mengikuti aturan akhirnya turun dari pesawat maupun turun dari kereta api yang terjadi adalah terjadi penyebaran di dalamnya,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat menyampaikan, pemalsuan surat dapat menimbulkan satu hak. Sehingga seseorang karena tidak dilakukan prosedur pengambilan tes Covid-19 yang sebenarnya akhirnya perlakuan terhadap orang itu dianggap sebagaimana layaknya orang sehat.

“Faktanya saat ini belum ada tanda-tanda terjadi penurunan karena kebijakan untuk antisipasi disalahgunakan,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Link ATM. Foto: Istimewa

NASIONAL

Bank Himbara Harus Cepat Salurkan Dana Pinjaman bagi UMKM
Pemandangan Monumen Nasional dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Foto/ANTARA

NASIONAL

PSBB Tak Memperbaiki Kualitas Udara Ibu Kota
Tri Rismaharini menduduki jabatan baru sebagai Menteri Sosial RI. Foto/Instagram @tri.rismaharini

NASIONAL

Jumlah Korban Narkoba Setara Populasi Warga Surabaya
Ibadah umrah dan haji. Foto/Saudi Express

NASIONAL

Protokol Kesehatan Jemaah Umrah Diharapkan Segera Terbit
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto/Ist

NASIONAL

Pemburu Harta Karun Harus Izin Nadiem Makarim
Penanganan pandemi Covid-19 secara global memerlukan kerja sama erat antarnegara. Foto/BPMI Setpres

NASIONAL

Jokowi Lobi PBB Usahakan Seluruh Negara Dapat Vaksin
Ilustrasi tol. Foto/MI/Ramdani

NASIONAL

23 CCTV Gangguan Teknis Saat Bentrok FPI-Polisi
Spanduk sosialisasi cegah virus korona di Jakarta. Foto/MI/Bary Fathahilah

NASIONAL

Anies Juga Terapkan Lagi PSBB Ketat Mulai Hari Ini