Home / TOPAD

Sabtu, 27 Maret 2021 - 21:22 WIB

Surat Terbuka Ke Rakyat, DPR dan Pemerintah

Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

Kepada Yth,

1. Pemegang Kekuasaan Tertinggi Negara Republik Indonesia (271 juta jiwa, sesuai data  statistik 2020)

2. Pemerintahan Republik Indonesia

3. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Dengan Hormat,

Sebelum ke isi surat, mohon izin perkenalkan, saya hanya rakyat biasa dengan nama Parluhutan,  dipanggil Luhut, kemudian akrab dengan panggilan Topad. Dilahirkan dari keluarga Bhayangkara, dibesarkan di pelosok kampung, menggeluti kehidupan layaknya desa, bertani dan beternak sampai lulus SMA. Kemudian mengeyam pendidikan dari USU dan UI. Bekerja di swasta, layaknya orang rantau ke Jakarta, menggeluti organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, mulai dari olahraga bela diri, sosial, kekerabatan, akademisi, profesional, bisnis, dan lainnya kecuali politik.

Selama dua tahun (2016-2018) menulis banyak kasus korupsi, dan sejak Covid-19 melanda negeri ini, giat menyuarakan aneka permasalahan bangsa dan usulan problem solving, dan kemudian rutin menyuarakan saran-saran perbaikan bagi bangsa ini, yang terpusat penayangannya di media online yang belum lama terbentuk dengan nama Beritanusa.id.

Awalnya merasa terbantu dengan kehadiran Covid-19, namun karena ego semakin menumpuk akumulasi permasalahan bagi bangsa ini, walau aneka kebijakan yang sangat menguras anggaran, yang harus dipenuhi dengan tambahan hutang luar negeri. Sayangnya anggaran tersebut terkuras hanya untuk hal yang tidak produktif yaitu untuk pengobatan, pencegahan, bansos dan pemulihan ekonomi rakyat kebanyakan, sedangkan Covid-19 belum kunjung teratasi.

Kondisi demikian justru ada yang memanfaatkan untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya, yang jika dibiarkan akan menjadi bom waktu yang berpotensi untuk memusnahkan seluruh bangsa, tidak terkecuali individu yang masih tetap yakin teguh dan percaya, bahwa kebenaran itu akan tegak di waktunya.

Hal demikian tidak seharusnya terjadi, bila perilaku taat warisan leluhur bangsa ini tetap terjaga dan terpelihara. Masalah kearifan lokal, budaya nusantara, perilaku taat, sudah berulang menjadi topik pembahasan, dan dapat dibaca di Beritanusa.id.

Penjelasan sederhana ini, mungkin dapat membantu pemahaman kita semua. Sebut saja perilaku taat adalah salah satu akar permasalahan bangsa ini. Akar identik dengan tanaman, ketika akar bermasalah, busuk atau rapuh misalnya, maka sebanyak apapun upaya yang dilakukan untuk menyehatkan pohon, daun dan buahnya, akan sia-sia belaka. Walau dengan pupuk terbaik, mahal dengan dosis yang double, tidak akan berhasil, malah bisa mematikan tanaman tersebut, sebelum terlebih dahulu memprioritaskan menyehatkan akarnya.

Di kalangan petani menggunakan fungisida, ada yang tradisional, organik dan kimia. Setelah sehat dan kuat, maka segala pupuk dan treatment lainnya akan diserap akar, yang kemudian membuatnya bertumbuh, kemudian daun dan pohon akan sehat, berbunga atau berbuah.

Dengan perumpamaan yang sama pada tanaman tersebut, penanggulangan Covid-19, seharusnya tidak perlu menghamburkan anggaran sedemikian besarnya, jika sejak awal kita mampu kompak untuk taat menjaga jarak.

Contoh nyata lihat negara Finlandia, saat diminta untuk tidak keluar rumah dan jaga jarak, dalam tempo beberapa bulan, Covid-19 tidak menyentuh negara tersebut, dan mereka lakukan hanya beberapa bulan berdiam diri di rumah dan menutup akses dari luar masuk ke negaranya. Mereka hanya menghabiskan sedikit anggaran dan juga rakyatnya masih mampu secara normal memenuhi kehidupan ekonominya. (Baca juga: Apakah Negara Paling Bahagia Ada di Negara Paling Religius?)

Akar permasalahannya adalah perilaku taat. Jika taat buahnya manis, jika tidak maka berbuah pahit atau sama sekali tidak berbuah. Buah pahit yang dirasakan sekarang adalah Covid-19 masih ada, malah bisa bertambah dan rakyat sudah gelisah dan dihantui kekhawatiran.

Menyadari masalah besar ini dan perilaku bangsa ini, yang ada dalam diri Topad dibuang jauh-jauh, karena takut akan Tuhan. Sejak awal April 2020, saya bersama tim berupaya berbuat apa saja yang kami yakini sangat berguna, mulai tindakan yang tidak dapat dipahami secara nalar, maupun upaya yang realistis mengandalkan pendidikan, pengalaman, pemikiran dan pemahaman dan memohon pertolongan dari Sang Pencipta Alam Semesta.

Mengembangkan suatu sistem terintegrasi yang dapat menyambungkan seluruh unsur bangsa ini, mulai dari rakyat, petani, UMKM, profesional, lembaga keuangan, pemberi donor, pemerintah dan lainnya dalam satu wadah, yang dapat berinteraksi langsung, tanpa harus tatap muka. Sistem ini ditujukan untuk menghindari menyebarnya Covid-19, namun aktivitas perekonomian masih tetap berjalan.

Dan keyakinan kami ketika itu, sistem tersebut akan diadopsi oleh pemerintah, karena kami yakin betul jika sistem tersebut di mulai Juni 2020 lalu, kami yakin sekali bahwa Covid-19 sudah teratasi dan perekonomian berbasis kerakyatan akan bangkit, bahkan mampu tidak hanya memenuhi kebutuhan bangsa ini, namun juga negara luar lainnya.

Karena keyakinan tersebut, dengan kemampuan dana yang sangat terbatas dan dengan tambahan dana yang kami peroleh dengan hutangan dari bank dan pihak ketiga melalui perusahaan kami dan juga atas nama pribadi, kami tetap dengan semangat mengembangkan sistem berbasis IT tersebut, dengan menggaji puluhan programmer untuk mempercepat realisasi sistem agar segera dapat dilaksanakan.

Mensosialisasikannya, baik dengan membentuk kepengurusan, membantu UMKM, sosialisasi door to door, media sosial, dan mengirimkan surat resmi ke beberapa Lembaga/Kementerian yang kami ketahui berwenang. Berbagai pendekatan dan sosialisasi kami upayakan dengan penuh semangat dan tanpa pamrih.

Sayangnya sambutan dari pemerintah belum optimal dan bahkan yang kami dapatkan adalah cemooh atau anggapan LSM yang mencari keuntungan dengan memanfaatkan UMKM.

Bersamaan dengan upaya sosialisasi sistem tersebut dan telah diekspos secara terbuka dengan website tersendiri dinamai www.pusatnusa.com, dan diperkenalkan ke masyarakat luas dan disosialisasikan  melalui media sosial, dan secara regular sosialisasi tidak henti-hentinya melalui kolom khusus opini Topad di beritanusa.id/category/topad.

Sistem dimaksud dapat diakses ke www.pusatnusa.com secara bebas dan juga dapat dipergunakan secara bebas. Dan sampai saat ini masih tetap kami buka aksesnya, untuk siapapun yang tertarik, tanpa pengecualian.

Bersamaan dengan keseriusan kami mengembangkan sistem tersebut, pemerintah maupun swasta juga mengembangkan banyak sistem digital yang terkesan mengambil jalannya masing-masing. Tidak terhitung anggaran yang sudah dihabiskan untuk mengadakan sistem yang sebagian sudah ter-cover di sistem yang sudah kami kembangkan.

Perusahaan-perusahaan besar mengembangkan juga sistem digital yang menyamai konsep digitalisasi yang kami buatkan.

Tahun 2021, upaya digitalisasi tersebut semakin gencar dan banyak perusahaan raksasa dalam negeri dan luar negeri berlomba untuk mengambil peluang ini, sementara harapan Topad tadinya agar peluang ini dapat diisi oleh masyarakat dan UMKM hampir pupus dan sirna.

Saya sangat mengkhawatirkan dengan masuknya ritel online internasional, contohnya Alibaba dan lainnya yang terlihat akan menyasar seluruh wilayah Indonesia. Tidak terbayang, apa jadinya, jika kebutuhan pokok bangsa ini dapat dimonopoli oleh para pelaku ritel online internasional tersebut.

Sistem Topad 11

Melihat gelagat yang kurang baik ini, maka untuk menghindari terjadinya plagiat dan dimanfaatkan oleh para pihak untuk tujuan mengeruk keuntungan pribadi dan kelompoknya, maka dengan ini saya umumkan saya mematenkan sistem tersebut ke hadapan Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta dengan nama Sistem Topad 11.

Persyaratan administrasi untuk mematenkan sistem Topad 11 tersebut akan kami usulkan, mengingat hambatan yang ada baik pada kami, maupun pemerintah yang masih dibatasi interaksinya, terkait Covid-19 yang belum kunjung reda ini. Selaku rakyat, Tuhan mengajarkan agar rakyat mentaati pemerintahnya. Walau diyakini bahwa Tuhanlah pencipta pemerintah dan seluruh alam semesta, tentu pemerintah ada dalam kuasa Tuhan.

Sistem Topad 11 adalah merupakan induk wadah sistem digital online dan terintegrasi yang nantinya akan dihubungkan secara online dan terintegrasi ke modul-modul sistem lainnya yang diperlukan oleh seluruh lembaga pemerintahan. Sehingga seluruh lembaga yang ada di NKRI ini akan satu dan terhubung secara online, masyarakat dapat dengan mudah mengakses pelayanan yang dibutuhkan dan dengan mudah pula melihat progres serta dapat melihat performance seluruh lembaga tersebut dengan mudah secara elektronik.

Perlu Topad garisbawahi bahwa seluruh sistem tersebut dapat bekerja maksimal, jika seluruh lapisan masyarakat turut serta atau terlibat. Sistem tersebut dapat diimplementasikan secara serentak dan sesegera mungkin mulai tahun 2021 ini agar sudah mulai beroperasi dengan efektif di tahun 2023.

Manfaat yang akan diperoleh bangsa ini, jika sistem tersebut telah berjalan efektif, adalah jaminan akan lahirnya peradaban baru yang lebih menjanjikan, dan diperkirakan dengan peradaban baru tersebut, paling lama 5 tahun ke depan, bangsa ini akan menjadi negara yang sangat kuat, dan disegani dunia.

Setahun sudah berlalu sejak sistem tersebut kami perkenalkan dan terbuka untuk dapat diakses dan dicontoh. Saat ini kita kembali ditakutkan dengan isu hadirnya virus covid yang baru, yang kabarnya lebih ganas dan lebih cepat menyebar.

Hal tersebut terkonfirmasi di awal bulan Maret ini, dikagetkan dengan kehadiran Covid B117. Namun, seolah hilang begitu saja, keberadaan Covid baru tersebut dan masyarakat kurang mengetahui perkembangan selanjutnya.

Sistem Topad 11 dikembangkan dengan dana swadaya oleh tim yang bergabung ke kami dan dibantu oleh 10 orang Programmer ketika itu, namun untuk sementara ditunda pengembangannya, menunggu ketersediaan dana yang sedang kami upayakan dengan merancang modul sistem baru yang sangat dibutuhkan lembaga-lembaga lainnya untuk kemudian nanti dapat kami integrasikan terhadap sistem induk Topad 11.

Sejalan dengan sistem tersebut, sudah banyak bermunculan program serupa baik yang dikembangkan oleh pemerintah ataupun pihak swasta. Sistem yang sudah beredar di masyarakat saat ini masih dalam bentuk potongan dari sistem yang saya gambarkan di situs www.pusatnusa.com.

Namun tidak tertutup kemungkinan sudah ada pihak yang mengembangkan secara diam-diam dengan melakukan plagiat, karena memiliki ketersediaan dana yang sangat besar dan lebih dekat ke pemerintah untuk ditawarkan kemudian menjadi program nasional dengan biaya yang cukup besar, sebut saja ratusan trilliun, namun untuk keuntungan individu dan kelompoknya.

Pernyataan tegas dari saya terkait sistem Topad 11 ini adalah sepanjang sistem tersebut digunakan untuk kepentingan dan menguntungkan seluruh rakyat Indonesia, maka kami bersedia menghibahkan sistem tersebut dengan syarat diimplementasikan secara utuh, secara menyeluruh dan menjangkau 83 ribu desa yang tersebar di seluruh NKRI.

Demikian juga bahwa tim kami berhak penuh untuk mengawasi dan memastikan bahwa implementasi sudah sesuai dengan Topad 11, dimana tim pemeriksa dan pengawas adalah kami tetapkan dari masyarakat Indonesia.

Dan bagi perusahaan, pihak dan kelompok yang mengimplementasikan sistem Topad 11 tersebut secara komersial dengan menawarkan ke pemerintah dengan nilai tertentu dan menggunakan anggaran pemerintah yang akhirnya membebani rakyat, maka diminta kepada perusahaan tersebut untuk melakukan pembayaran sebesar Rp11 trilliun. Dan jika penggunaannya tidak menyeluruh, maka biaya dapat dibayarkan secara proporsional sesuai dengan bobot dari modul yang sudah digunakan.

Bagi pihak yang sudah menggunakan sistem tersebut, mohon kesadarannya, agar saudara-saudara dapat menginformasikan kepada kantor pusat Pusatnusa.com yang berlokasi di Gedung Gorga Nusa, Jalan Jenderal Ahmad Yani, bypass, Matraman, Jakarta Timur. Kami sangat membutuhkan komitmen saudara untuk melakukan pembayaran, karena kami masih membutuhkan dana agar kami dapat melanjutkan penyempurnaan sistem Topad 11 tersebut.

Jika pemberitahuan ini tidak diindahkan, dan pihak yang berkompeten dalam hal ini pemerintah tidak dengan sesegera mungkin dapat mengimplementasikan sistem tersebut secara keseluruhan oleh pihak yang kompeten dan berlaku secara nasional, maka perlu kembali kami ingatkan untuk sekian kali, bahwa potensi Covid-19 untuk tetap menyebar di Indonesia akan tetap menjadi momok dan mungkin akan lebih menakutkan, karena kondisi rakyat sudah semakin lemah, stamina sudah tidak sekuat di tahun 2020.

Dapat dibayangkan bahwa dengan Covid-19 saja, sudah sangat mengkhawatirkan, bagaimana jika menyusul Covid yang mungkin lebih ganas dan lebih cepat menjalar, sebut saja misalnya Covid B99? Sebutan ini harap ditanggapi sebagai peringatan bagi kita agar kita lebih mempersiapkan diri dan lebih tanggap untuk menyusun program-progran yang tepat guna.

Kami dapat pastikan bahwa sistem yang kami tawarkan adalah satu-satunya sistem yang benar-benar sesuai untuk dapat menghalau Covid-19, maupun Covid lainnya yang diperkirakan lebih ganas tersebut, sebut saja contohnya B99 diatas. Dengan syarat harus melibatkan semua komponen bangsa ini.

Dengan kondisi tersebut, dapat dipahami bahwa masalah Covid adalah masalah yang sangat serius dan harus diatasi secara bersama, kompak dan serentak.

Kami ingatkan, jika ada yang bermain-main untuk mendapatkan keuntungan dan memperkaya diri sendiri dan kelompoknya, secara sengaja tetap melanjutkan sistem serupa dan tidak memenuhi kewajibannya, maka akan saya gigit sendiri menggunakan cara saya sendiri, namun tetap mengindahkan dasar kebenaran atas seizin Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Saat membuat tulisan ini, awalnya ditemani cuaca yang sangat cerah dan terang, namun menjelang siang tiba-tiba turun hujun deras, diikuti bunyi petir yang sangat kencang, seolah alam menyambut dengan aneka bunyi-bunyiannya.

Sistem Topad 11 untuk Polri “PolIndoJaya”

Bersamaan dengan pengembangan sistem Topad 11, kami juga sudah mengembangkan sistim turunan dari Topad 11. Sistem turunannya kami prioritaskan untuk lembaga kepolisian. Sistem ini dibuat agar lahir polisi terbarukan, sahabat rakyat, pelindung rakyat, sebagai mana dalam tulisan yang sudah pernah Topad tayangkan di Beritanusa.id, sesudah dan sebelum penetapan Kapolri baru. (Baca juga: Momentum “Polri Terbarukan”, Sahabat Rakyat, Mandiri dan Profesional)

Sistem ini dibuat menyeluruh, menjangkau seluruh wilayah NKRI dan harapan rakyat selama ini kiranya dapat diwujudkan dengan berkembangnya di masyarakat sistem pelayanan dan pengamanan terpadu yang tersambung secara online mulai dari pusat sampai ke pedesaan. Sistem pelayanan dan pengamanan terpadu ini, saya namai dengan “Sistem Topad 11 PolIndoJaya”.

Sistem ini menggunakan mesin dan peralatan yang premium agar tahan lama, minimal 5 tahun, teknologi generasi terkini, didukung dengan kualitas prima dan compatiable untuk dikembangkan kemudian sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman.

Sistem operasional, monitoring dan recording atas masing-masing mesin adalah kami kembangkan sendiri, diprogram secara custom yang dikembangkan oleh anak bangsa dan dapat di-upgrade dan dikembangkan sesuai kebutuhan.

Dengan sistem Topad 11 PolIndoJaya, maka pelayanan yang didapatkan oleh masyarakat akan lebih cepat dan akuntabel. Demikian juga dengan terciptanya deteksi dini, pencegahan dan penanggulangan pelaku kriminal dengan TCA (tepat, cepat dan akurat).

Sistem Topad 11 PolIndoJaya mampu melindungi seluruh masyarakat sampai tingkat pedesaan. Maling kambing dan ayam yang beraksi di malam hari, ketika si pemilik bangun di pagi hari, dikagetkan dengan kambing dan ayamnya hilang, tak perlu susah payah, dengan hanya mengakses ponselnya dengan mudah dapat memperoleh data kejadiannya dan minimal sudah dapat mengetahui identitas pelaku dan sedang diproses oleh anggota polisi masyarakat desa, bahkan bisa saja sudah tertangkap.

Akar permasalahan penegakan hukum yang selama ini, kita sikapi dengan sikap pesimis, diharapkan akan berangsur terkikis dengan tampilnya polisi idaman, sahabat dan pelindung rakyat.

Peralatan pendukung sudah dipersiapkan dengan kerja sama langsung dengan pabrik yang masih hasil produksi asing.

Namun diharapkan, dapat diproduksi oleh anak bangsa. Pengembangan sistemnya, yang menjadi unsur atau bagian utamanya adalah lokal, demikian sarana pendukung dan peralatan pendukung mesin utama tersebut.

Sistem Topad 11 PolIndoJaya ini sangat vital dan sangat urgent mengingat kondisi moral bangsa ini, yang tingkat ketaatannya sudah pada titik mengkhawatirkan, dan sangat berpotensi timbulnya perpecahan yang dapat membawa bangsa ini ke jurang kehancuran.

Mengingat pentingnya sistem ini, secara proaktif kami telah mengadakan pendekatan kepada sebagian Polda, dan akan kami intensifkan pendekatan yang lebih serius agar dapat melihat dan memahami sistem yang kami program ini.

Kami menyadari dan memahami bahwa selama ini sudah banyak perusahaan yang telah menyusun dan menjual sistem yang dapat meningkatkan kinerja Kepolisian Republik Indonesia ini.

Dengan jumlah biaya yang sudah dikeluarkan tersebut, Topad meyakininya bahwa tidak perlu dengan biaya sebesar yang sudah dikeluarkan selama ini, maka sistem Topad 11 PolIndoJaya ini, akan dapat menjawab tantangan dan harapan yang sudah lama menggelora di hati rakyat.

Bagian sistem Topad 11 PolIndoJaya ini telah dikenalkan dan telah ditawarkan ke Polda tertentu, yaitu salah satu Polda yang menggawangi pintu gerbang  keluar masuk mayoritas penduduk Indonesia dan juga pintu gerbang menuju pusat pemerintahan dan bisnis Indonesia.

Sistem tersebut sudah kami perkenalkan dan ditawarkan sejak bulan September tahun 2020, dan kiranya dapat segera diimplementasikan untuk menjadi percontohan, dan menjadi cikal bakal dasar pengembangan selanjutnya ke Polda lainnya dan juga tingkat Polres dan tingkat Polsek, yang diharapkan di tahun 2023 sudah dapat diintegrasikan, menyongsong pesta rakyat, yang menjadi harapan, dan tonggak sejarah peradaban baru, Polri terbarukan, menuju Indonesia Jaya, negara pembawa kedamaian dan disegani dunia.

Harapan kami kiranya sistem tersebut dapat diimplementasikan sesegera mungkin, mengingat urgensi peruntukannya untuk terciptanya pelayanan terpadu yang dapat dirasakan rakyat tanpa ada pembedaan dan terciptanya keamanan rakyat dan terciptanya kepastian hukum yang tidak berpihak.

Merujuk pengalaman sistem Topad 11 yang dibuka secara terbuka agar dapat dimanfaatkan oleh para pihak, mampu menggunakannya untuk tujuan masyarakat luas, namun kenyataannya digunakan oleh para pebisnis untuk menguasai dan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, maka pengguna sistem Topad 11 yang bukan untuk kepentingan rakyat, maka wajib dikenakan biaya sebagai berikut:

  1. Harga modul menyeluruh, tingkat nasional, dikenakan biaya sebesar Rp110 trilliun.
  2. Jika mengaplikasikan per modul dikenakan tarif sebesar Rp10 triliun.

Kiranya seluruh masyarakat Indonesia dapat memahami tujuan dari sistem ini, dan tentu mohon dukungan dari kita semua, agar sistem dapat terimplementasi sesegera mungkin.

Bagi pihak yang memanfaatkan sistem ini untuk kepentingan pribadi dan kelompok tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari pemilik sistim ini, maka pihak tersebut harus mempertanggungjawabkan sistem tersebut kepada pihak Topad dan rakyat yang diharapkan akan menyatakan bagian dari sistem tersebut.

Sama halnya dengan sistem Topad 11, sistem Topad 11 PolIndoJaya ini diharapkan untuk kita jaga dan implementasikan atas pengawasan kita bersama. Jika kemudian ditemukan ada yang main-main, maka saya, Topad, akan menggigit sendiri dengan cara saya sendiri, atas sepengetahuan rakyat yang cinta kebenaran, dan tentu atas persetujuan Tuhan Pencipta Alam Semesta ini.

Demikian surat ini saya buat demi kepentingan kita semua, dan kiranya Tuhan menyertai kita semua, yang menginginkan kebenaran ditegakkan. Dan saya sudahi surat ini, dengan sambutan suara petir yang sangat mengagetkan, dan kita yakinkan saya suara tersebut sebagai dukungan dan persetujuan dari Dia, Tuhan kita, Raja dari segala Raja.

Share :

Baca Juga

Almarhum Sahala Halomoan Manalu.

TOPAD

Pahlawan Tersembunyi
Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S. Foto/pribadi

TOPAD

Pencitraan Tv One Demi Uang?
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Imlek Milik Siapa?

NUSANTARA

Walikota Baru Kota Cilegon Dilantik
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Corona B117 Muncul, Akankah Maret Mop Gantikan April Mop?
Parluhutan (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

TOPAD

Momentum
Parluhutan S (Topad), Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Sampai Kapan Corona Mengancam?
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Sekecil Apapun Cahaya Pasti Terlihat dalam Kegelapan