Home / EKONOMI

Rabu, 27 Januari 2021 - 22:37 WIB

Syarat Seleksi Masuk STAN Harus Ikut UTBK

Sejumlah peserta mengikuti ujian tulis berbasis komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Indonesia. Foto/Antara

Sejumlah peserta mengikuti ujian tulis berbasis komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Indonesia. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Keuangan mengumumkan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN 2021 akan menggunakan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). UTBK itu dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

“Para peserta yang berminat untuk mengikuti SPMB PKN STAN 2021 diminta agar dapat mengikuti UTBK 2021,” bunyi keterangan resmi Kementerian Keuangan, dikutip Selasa (26/1).

Kebijakan tersebut bertujuan untuk meminimalkan dampak pandemi covid-19. Sementara itu, nilai UTBK yang akan dipakai adalah dari materi ujian Tes Potensi Skolastik (TPS) untuk semua kelompok ujian. Meliputi, sains dan teknologi (Saintek), sosial humaniora (Soshum), ataupun campuran (Saintek dan Soshum).

Namun, pengumuman resmi SPMB PKN STAN 2021 baru akan diterbitkan bersamaan dengan pengumuman pendaftaran dan seleksi sekolah kedinasan 2021 yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB).

“Pengumuman resmi dapat diakses melalui website Kementerian Keuangan, www.kemenkeu.go.id,” bunyi keterangan resmi.

Pada 2020 lalu, Kementerian Keuangan memutuskan tidak membuka pendaftaran mahasiswa STAN. Kebijakan tersebut ditempuh berkaitan dengan keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Hal tersebut kata mereka, menyebabkan proses seleksi dalam bentuk tes umum tidak dapat dilaksanakan dengan efektif. Dalam pernyataan yang mereka keluarkan pada 7 Mei 2020 lalu, kemarin tersebut kebijakan tersebut dilakukan berkaitan dengan beredarnya surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Nomor B/435/M.SM.01.00/2020 tentang Rencana Pembukaan Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2020.

“Mengingat jumlah rata-rata pendaftar selama tiga tahun terakhir mencapai angka 130 ribu peserta,” kata Kementerian Keuangan.

Selain itu, keputusan tersebut juga diambil karena Kementerian Keuangan sedang melaksanakan restrukturisasi dan pengkajian kebutuhan pegawai dari lulusan DI dan DIII PKN STAN serta sumber lain.

Keputusan juga diambil karena Kementerian Keuangan sedang menata ulang sistem dan tata kelola pendidikan kedinasan di PKN STAN, termasuk di dalamnya penataan Program Studi dan kurikulum yang menekankan pada relevansi kelulusan di masa depan.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi peneliti yang mencermati sampel tes covid-19. Foto/AFP

EKONOMI

Harga Vaksin Covid-19 Belum Ditetapkan
Presiden AS terpilih Joe Biden. Foto/Ist

EKONOMI

Joe Biden Menang Pilpres AS, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi RI?
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Pikiran Rakyat

EKONOMI

Pemerintah Tambah BLT Dana Desa Jadi hingga 12 Bulan
Pemberian insentif kepada peserta pelatihan Kartu Prakerja tetap sama yakni Rp2.400.000 yang akan diberikan selama empat bulan. Foto/Antara

EKONOMI

Kartu Prakerja Gelombang 13 Dibuka Hari Ini
Suasana sepi di Gedung Sate Bandung, Jawa barat yang ditutup selama 14 hari. Foto/MI

EKONOMI

Jabar Cari Investasi Rp5,8 T untuk 76 Destinasi Pariwisata
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Foto/Detik

EKONOMI

Mendes PTT Klaim UU Cipta Kerja Untungkan Desa
Ilustrasi token listrik gratis PLN. Foto/Ist

EKONOMI

Penggunaan Listrik yang Dapat Stimulus Akan Dibatasi
Ilustrasi stimulus Rupiah. Foto/Antara

EKONOMI

Kebijakan Stimulus Covid-19 Diperpanjang hingga Maret 2022