Home / NASIONAL

Rabu, 30 September 2020 - 09:44 WIB

Tarif Listrik Non-Subsidi Turun Mulai Oktober

Ilustrasi PLN. Ist

Ilustrasi PLN. Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif listrik untuk pelanggan tegangan rendah nonsubsidi. Penurunan tarif bagi pelanggan golongan tegangan rendah yang sebelumnya Rp1.467,28 per kWh kini turun menjadi Rp1.444,70 per kWh, atau turun Rp 22,58 per kWh.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menetapkan penyesuaian tarif listrik (tariff adjustment) periode Oktober-Desember 2020 untuk tujuh golongan pelanggan nonsubsidi. Tarif listrik pelanggan tegangan rendah nonsubsidi pun turun.

“Untuk pelanggan tegangan rendah tarifnya ditetapkan Rp 1.444,70 per kWh atau turun sebesar Rp 22,5 per kWh dari periode sebelumnya,” ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, Rabu (30/9).

Adapun tarif listrik pelanggan nonsubsidi, untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) yang menikmati penurunan tarif tenaga listrik yakni pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 sampai dengan 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis daya 6.600 sampai dengan 200 kVA, pelanggan pemerintah daya 6.600 sampai dengan 200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarifnya turun sebesar Rp22,58/kWh menjadi sebesar Rp1.444,70/kWh.

Apa dampaknya bagi PLN?

Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, pihaknya sudah menghitung dampak dari kebijakan penurunan tarif listrik yang berlaku Oktober hingga Desember 2020 itu. Diperkirakan penjualan PLN akan hilang hingga Rp391 miliar dalam periode 3 bulan itu.

“Potensi berdampak ke kita sudah menghitung sekitar Rp 391 miliar. Tapi itu kan pendapatan. Kan kalau keuntungan itu ada penjualan dan biaya. Kalau biaya kita bisa save segitu ya nggak ada masalah,” ujarnya di kantor pusat PLN, Jakarta, Jumat awal September lalu.

Meski begitu, Bob menegaskan potensial loss tersebut masih bisa ditutupi dengan efisiensi yang dilakukan perusahaan. Dia mencontohkan seperti melakukan penghematan biaya pokok produksi.

Menurutnya ada manfaat lain yaitu pembauran energi atau energi mix. Kemudian harga diperoleh untuk energi bahan bakar, misalnya batu bara akan lebih murah itu menghemat.

“Selain itu efisiensi bagaimana mendorong di tempat terpencil akan diganti, dulunya diesel yang tadinya BBM jadi PLTS berbasis baterai. Itu salah satu contohnya,” ujar Bob.

Lagi pula, kata dia, PLN juga mendapatkan kompensasi pembayaran utang dari pemerintah yang mencapai Rp45 triliun. Sisa piutang itu tinggal Rp18 triliun yang akan dibayarkan oleh pemerintah dalam waktu dekat.

Maka secara umum neraca keuangan PLN di kuartal IV-2020 tak jadi masalah. Menurutnya, Rp391 miliar itu jumlah yang kecil, tapi dampaknya ke masyarakat besar.

(heq/pln)

Share :

Baca Juga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Antara

NASIONAL

Hampir 10 Jam Diperiksa, Anies Dicecer 33 Pertanyaan
Ilustrasi virus corona. Ist

NASIONAL

Update Corona 22 Desember: Tambah 6.347, Positif 678.125
Presiden RI Joko Widodo. BPMI/Setpres

NASIONAL

Jokowi Tinjau Posko Evakuasi Sriwijaya SJ 182 Siang Ini
Polda Banten menggelar rilis pengungkapan praktik aborsi ilegal di Pandeglang. Foto/Ist

NASIONAL

Polda Banten Ungkap Kasus Klinik Aborsi Ilegal
Bawang putih. Foto/Kompas

NASIONAL

Pemerintah Harus Wujudkan Swasemba Bawang Putih
Deretan gedung bertingkat tersamar polusi udara di kawasan Monas, Jakarta, Senin (29/7/2019). Foto/MI

NASIONAL

Atasi Polusi, Pemprov DKI Usung Jakarta Clean Air Partnership
Warga mengibarkan bendera GAM. Foto/Ist

NASIONAL

Eks GAM Kibarkan Bendera Bulan Bintang saat Milad
Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Foto/Liputan6

NASIONAL

Kasus Chat Mesum Rizieq Dilanjutkan