Home / NASIONAL

Selasa, 8 September 2020 - 16:15 WIB

Terkait Proyek Jet Tempur Korsel, Prabowo Negosiasi Ulang

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto/Ist

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah disebut akan melakukan negosiasi ulang dengan Korea Selatan terkait pembagian pembiayaan dan kelanjutan proyek bersama jet tempur Korean Fighter X/Indonesian Fighter X KFX/IFX. Sebelumnya, media asal Korsel Yonhap, memberitakan soal tunggakan US$ 420 Juta atau sekitar 500 miliar Won atau jika dirupiahkan bisa mencapai angka Rp6,2 triliun.

Angka tersebut adalah tunggakan yang mesti dibayar Indonesia kepada Korea Selatan terkait proyek pembuatan pesawat tempur generasi 4,5 KFX/IFX yang pembuatannya hasil kerja sama antara Korea Selatan dengan Indonesia.

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan saat ini pihaknya berniat melakukan renegosiasi terkait pembagian biaya atau cost share dalam proyek pembuatan jet tempur itu.

“Saat ini Pemerintah akan melakukan renegoisasi tahap berikutnya terkait dengan Cost Share yang harus dibayar oleh Pemerintah Indonesia,” kata Dahnil melalui pesan singkat, Senin (7/9).

Negosiasi ulang ini juga berkaitan dengan keberlanjutan kerja sama proyek pembuatan pesawat ini. Apalagi, kata Dahnil, pada 2017 lalu Presiden Joko Widodo juga telah meminta agar ada proses renegosiasi terkait proyek KFX/IFX ini.

“Termasuk renegosiasi terkait keberlanjutan proyek tersebut, setelah 2017 yang lalu Presiden memerintahkan melakukan renegoisasi terkait proyek KFX-IFX,” kata dia.

Pada saat itu kata Dahnil, pemerintah Korea Selatan juga enggan menyepakati permintaan Indonesia terkait penurunan cost share yang harus ditanggung Indonesia. Saat itu Indonesia meminta penurunan dari 20 persen menjadi 15 persen.

“Namun hanya memperoleh pengurangan menjadi 18,8 persen,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Kementerian Pertahanan meninjau ulang proyek ini sambil melihat menyatakan kemampuan anggaran.

“Arahan dari Pak Presiden kita lihat dulu kemampuan anggaran,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Anne Kusmayati, di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Dalam pemberitaan Yonhap disebutkan bahwa Indonesia semula bersedia untuk menanggung 20 persen dari biaya pengembangan proyek senilai 8,8 triliun won (US$7,3 miliar) itu.

Secara bertahap, Indonesia harus menyetor pembiayaan proyek itu setiap tahun hingga 2026. Namun, Indonesia gagal membayar sekitar 500 miliar won atau setara Rp 6,2 triliun yang seharusnya dibayar pada akhir Agustus. (cnn/idn)

Sumber: CNN

Share :

Baca Juga

Personel polisi. Foto/Jatengpos

NASIONAL

Polri Terjunkan 13.500 Personel Jadi Vaksinator Covid
Kantor KPK. Foto/Tirto

NASIONAL

KPK Bakal Ungkap Sosok ‘Madam’ dalam Korupsi Bansos
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. Foto: DPR RI

NASIONAL

Komisi IX DPR Dorong Riset Farmasi Berbasis Kearifan Lokal
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang kuliah Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Foto/Antara

NASIONAL

Opsi Buka Kampus di Masa Pandemi Tengah Dikaji
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7). Foto/Antara/Akbar Nugroho Gumay

NASIONAL

Lurah dan Kepala Desa Pimpin Posko Covid-19
Petugas mengevakuasi kendaraan minibus yang terlibat kecelakaan di Tol Cipali, Senin pagi (10/8) lalu. Foto ilustrasi/Radar Cirebon

NASIONAL

Kecelakaan di KM 77 Tol Cipali Akibatkan 10 Orang Meninggal
Ilustrasi vaksin. Foto/Pixabay

NASIONAL

MUI Dukung Vaksin Nusantara dan Merah Putih Buatan RI
Gunung Merapi mengeluarkan empat kali guguran lava pijar. Foto/Antara

NASIONAL

Masuki Fase Erupsi, Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar