Home / UMKM

Kamis, 15 Oktober 2020 - 11:26 WIB

Teten Masduki: Pelaku UMKM Akan Dapatkan Sertifikat Halal Gratis

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki. Foto/Ist

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menegaskan bahwa disahkannya Undang-undang (UU) Cipta Kerja merupakan tonggak kebangkitan usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) di Indonesia. Menurut Teten, pelaku usaha mikro dan kecil akan mendapatkan sertifikasi halal gratis dari pemerintah.

“Dengan disahkannya UU Cipta Kerja, maka pelaku usaha mikro akan diberikan sertifikasi halal secara gratis, disubsidi oleh pemerintah. Ini adalah kebangkitan UMKM,” tegas Teten Masduki dalam keterangan resminya yang dikutip Kamis (14/10).

Teten menjelaskan, selama ini, sertifikasi halal menjadi beban bagi UMKM karena dinilai sulit dan mahal dalam hal pengurusan. Hal tersebut berdampak, sektor usaha mikro jarang memiliki sertifikasi halal.

Namun, katanya, label ini sangat penting untuk memberi nilai tambah dan daya saing UMKM. Khusus untuk UMKM di sektor kesehatan dan keamanan, ujarnya, selain sertifikat halal, diperlukan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Ini beban UMKM selama ini, sehingga sulit menjualnya. Dengan disahkannya UU Cipta Kerja, ini digratiskan dan ditambah dengan adanya lembaga yang melakukan pengujian dan MUI yang mengeluarkan,” ujarnya.

Teten mengatakan, 97 persen penyerapan tenaga kerja di Indonesia adalah sektor UMKM. Untuk itu, disahkannya UU Cipta Kerja akan memperkuat UMKM untuk tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing yang kuat. Pihaknya optimis UMKM akan menyerap tenaga kerja yang besar.

“Saat ini angka pengangguran lebih dari 7 juta orang, jika ditambah PHK baru, sebesar 3 juta, maka kondisinya tidak mudah. UU Cipta Kerja mengatur dari hulu sampai hilir, mulai dari perizinan UMKM, pembiayaan, akses pasar, dan pernbaikan rantai pasok. Saya optimis UMKM bisa tumbuh berkembang, dengan menyerap tenaga kerja lebih besar lagi,” kata Teten.

Ia juga menjelaskan, masa pandemi Covid-19 akan menjadi momen kebangkitan UMKM di Indonesia, karena banyak pelaku usaha yang melakukan adaptasi dan inovasi produk.

Teten mencontohkan, 60 persen pelaku UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman mengalami peningkatan penjualan di tengah pandemi. Karena menurutnya, banyak permintaan secara daring ke rumah-rumah.

“Sektor yang digali terutama produk makanan dan minuman, karena 60 persen pelaku UMKM di usaha makanan dan minuman. Banyak pelaku usaha melakukan inovasi produk, contohnya makanan beku yang dikirim secara daring ke rumah-rumah. Orang sekarang lebih terbiasa belanja online, sehingga membantu mendorong adaptasi produk,” tegasnya.

(kop/ukm)

Share :

Baca Juga

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto/Ist

UMKM

Pemerintah Gelar Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa untuk UMKM
Menkop UKM Teten Masduki. Ist

EKONOMI

Rencana Perpanjangan BLT UMKM Rp2,4 Juta
Ilustrasi uang Rupiah. Ist

EKONOMI

BLT Diperpanjang, Kemenkop Minta Pemda Perbaiki Data UMKM
program kerja sama Smesco Indonesia dengan Blibli.com bertajuk Kakak Asuh UMKM (KAU) secara daring, di Jakarta, Senin (31/8). Foto/Kemenkop UKM

UMKM

Program Kakak Asuh Percepat Digitalisasi UMKM
Ilustrasi pelaku parekraf. Foto/Mnews

UMKM

Digitalisasi Jadi Kunci Utama Bangkitkan Sektor Parekraf
Foto: Istimewa

UMKM

Pelaku UMKM Mulai Rasakan Manfaat Program PEN
Ilustrasi--UMKM. Foto/Antara

UMKM

Syarat Dirikan PT Perorangan untuk Usaha Mikro Kecil
Pelaku UMKM memperlihatkan produknya di marketplacr online. Foto/Antara/Andreas Fitri Atmoko

UMKM

Dua Cara Daftar UMKM Online