Home / GLOBAL

Kamis, 4 Februari 2021 - 23:10 WIB

Tiga Aktivis Protes Anti-Kudeta di Myanmar Ditangkap

Seorang migran Myanmar memegang poster dengan gambar Kepala Jenderal Senior Min Aung Hlaing, panglima angkatan bersenjata Myanmar, saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi di luar kedutaan Myanmar di Bangkok pada 1 Februari 2021, setelah itu. Militer Myanmar menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta. Foto/AFP

Seorang migran Myanmar memegang poster dengan gambar Kepala Jenderal Senior Min Aung Hlaing, panglima angkatan bersenjata Myanmar, saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi di luar kedutaan Myanmar di Bangkok pada 1 Februari 2021, setelah itu. Militer Myanmar menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta. Foto/AFP

JAKARTA, BERITANUSA.id – Aksi protes menentang kudeta militer meluas di Kota Mandalay, Myanmar pada Kamis (4/2). Massa membawa spanduk dan meneriakkan slogan anti-kudeta.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan sekitar 20 orang di Universitas Kedokteran Mandalay menggelar aksi protes menentang pengambilalihan pemerintahan oleh tentara.

“Rakyat memprotes kudeta militer,” tulis salah satu spanduk yang dibawa pedemo.

“Pemimpin kami yang ditangkap, lepaskan sekarang, lepaskan sekarang,” teriak massa.

Reuters melaporkan kelompok aktivis mengungkapkan polisi menangkap setidaknya tiga pedemo. Penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh aktivis mahasiswa dari tiga kelompok yang berbasis di Mandalay dan Yangon.

Aksi protes kali ini merupakan demo jalanan pertama yang menentang pengambilalihan kekuasaan yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Sehari sebelumnya aksi protes juga digelar oleh petugas medis dari 70 rumah sakit dari seluruh penjuru Myanmar. Pedemo memprotes kudeta militer dan meminta agar Suu Kyi dibebaskan.

Suu Kyi bersama Presiden Win Myint dan sejumlah tokoh senior Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) ditangkap oleh militer Myanmar pada Senin (1/2).

Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar (Tatmadaw), Jenderal Min Aung Hlaing, memerintahkan anak buahnya menangkap Suu Kyi dan Win Myint karena menuduh ada kecurangan terkait hasil pemilihan umum yang digelar pada 8 November 2020 lalu.

Tatmadaw menuding ada setidaknya 8 juta pemilih palsu yang terdaftar dalam pemilu kemarin.

Padahal, Komisi Pemilihan Umum Myanmar menyatakan pemilu yang digelar berjalan adil dan lancar. Mereka juga menepis tuduhan ada kecurangan.

(reu/cnn)

Share :

Baca Juga

ILustrasi rudal. Foto/AFP

GLOBAL

Militer Suriah Cegat Rudal Israel di Langit Damaskus
Ilustrasi kapal perang. Foto/AFP

GLOBAL

Kapal Israel Diserang Saat Lintasi Teluk Oman
Ilustrasi vaksin China. Foto/AFP

GLOBAL

Nigeria Minta Warga Waspadai Vaksin Corona Palsu
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Foto/Ist

GLOBAL

Indonesia Desak Cina Investigasi Kasus Eksploitasi ABK WNI
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. Foto/AFP

GLOBAL

Terima 200 Ribu Vaksin, PM Thailand: Terima Kasih China
Ilustrasi Korea Selatan. Foto/AFP

GLOBAL

Korsel Sahkan RUU Larangan Propaganda ke Korut
Presiden AS Joe Biden. Foto/AFP

GLOBAL

Jokowi Beri Ucapan Selamat untuk Joe Biden
Sekelompok warga dilaporkan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar untuk memprotes sikap Jakarta yang diduga mendukung pemilihan umum ulang yang diserukan militer negara tersebut. Foto/Istimewa

GLOBAL

Disebut Dukung Pemilu Ulang, Kedubes RI di Myanmar Didemo